Sistem Pengapian pada Mobil

Teknisimobil.com – Sistem pengapian pada mobil masuk dalam bagian sistem kelistrikan pada mobil seperti halnya sistem pengisian, sistem penengan (lampu-lampu), sistem pengisian, dan juga sistem starting. Saya dapat menganalogikan sistem pengapian seperti nyawa bagi sebuah mobil. Begitu pentingnya bahkan sampai-sampai pengembangan teknologi seringkali hanya pada masalah sistem pengapian saja. Itu adalah salah satu alasan bagi saya secara pribadi untuk selalu mempelajari perkembangan teknologi kendaraan roda empat terutama sistem pengapian pada mobil.

Sistem Pengapian pada Mobil

Tujuan dan fungsi sistem pengapian pada mobil

Sistem pengapian pada mobil meliputi komponen-komponen dan kabel yang diperlukan untuk membuat dan mendistribusikan tegangan tinggi (hingga 40.000 volt atau lebih) dan mengirimnya ke busi. Busur tegangan tinggi terjadi di celah busi di dalam ruang bakar. Percikan meningkatkan temperatur campuran bahan bakar dan memulai proses pembakaran di dalam silinder.

Latar belakang sistem pengapian pada mobil

Semua sistem pengapian menerapkan tegangan baterai (mendekati 12 volt) ke sisi positif koil pengapian dan menggerakkan sisi negatif ke ground.

Sistem pengapian awal

Sebelum pertengahan 1970-an, sistem pengapian menggunakan satu set titik kontak yang dibuka secara mekanis untuk membuat dan memutuskan koneksi listrik ke ground (masa). Cam lobus, yang terletak di dan digerakkan oleh distributor, membuka titik tersebut. Ada satu lobus untuk setiap silinder. Poin-poin menggunakan blok gosok yang dilumasi dengan menerapkan lapisan tipis minyak pada lobus cam pada setiap interval layanan. Setiap kali titik dibuka, percikan diciptakan di koil pengapian. Busi tegangan tinggi kemudian melakukan perjalanan ke setiap busi melalui tutup distributor dan rotor. Distributor digunakan dua kali dalam pembuatan percikan, sebagai berikut.

Pertama – Distributor terhubung ke camshaft yang memutar cam distributor, menyebabkan titik dapat membuka dan menutup.

Kedua – Distributor menggunakan rotor untuk mengirim percikan tegangan tinggi dari koil memasuki pusat tutup distributor untuk menyisipkan terhubung ke kabel busi ke setiap silinder sesuai dengan aturan pengapian FO busi.

Pengapian elektronik

Sejak pertengahan 1970-an, sistem pengapian telah menggunakan sensor, seperti koil pickup dan reluktor (roda pemicu), untuk memicu atau memberi sinyal modul elektronik yang mengubah sirkuit dasar utama koil pengapian. Distributor ignition (DI) adalah istilah yang ditentukan oleh Society of Automotive Engineers (SAE) untuk sistem pengapian yang menggunakan distributor. Electronic ignition (EI) adalah istilah yang ditentukan oleh SAE untuk sistem pengapian yang tidak menggunakan distributor. Jenis sistem pengapian elektronik meliputi dua hal berikut.

Pertama – Waste-spark system. Jenis sistem ini menggunakan satu koil pengapian untuk menyalakan busi untuk dua silinder secara bersamaan.

Kedua – Coil-on-plug (COP) system. Jenis sistem ini menggunakan koil pengapian tunggal untuk setiap silinder dengan koil ditempatkan di atas atau di dekat busi.

Hal-hal penting dalam sistem pengapian pada mobil

Dalam beberapa artikel selanjutnya kita akan membahas sistem pengapian konvensional dan sistem pengapian elektronik. Hal-hal seperti komponen sistem pengapian dan fungsinya, masalah kondensor, hingga bahkan cara memeriksa busi akan kami berikan untuk menambah pengetahuan Anda. Sebenarnya sederhana tetapi karena perkembangan teknologi yang sangat cepat menjadikan banyak orang kemudian tertinggal untuk memahami banyaknya sistem pengapian yang dibangun oleh pembuat mobil.

Untuk itu, kami teknisimobi.com mencoba untuk selalu mengupgrade banyak hal baru tentang kendaraan roda empat, termasuk cara kerja mobil hybrid (transisi dari mobil pembakaran dalam ke mobil listrik) dan juga hal penting tentang cara kerja mobil listrik. Menambah pengetahuan menjadi penting di era perkembangan teknologi yang tak lagi dapat terbendung. Yuk, membaca!

No Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Translate »