Advertisements
Menu
Life is about sharing

Rangkaian Kelistrikan Sistem Pengisian pada Mobil

Rangkaian kelistrikan sistem pengisian

Teknisimobil.com – Sistem kelistrikan otomotif roda empat tidak lepas dari peran sistem pengisian. Tentu saja sistem-sistem yang lain juga penting. Tetapi, perlu diingat, untuk masalah pengisian kembali daya setelah baterai terpakai untuk penyalaan utama (starting system), sistem pengisian adalah yang paling penting. Ini salah satu alasan mengapa penting untuk mempelajari sistem pengisian dari mulai mengenal komponen dan fungsinya pertama kali. Dan tak kalah penting tentu saja adalah mempelajari rangkaian kelistrikan sistem pengisian pada mobil. Lebih dari itu, untuk adik-adik yang masih belajar di SMK Otomotif, sistem pengisian adalah hal pokok yang wajib dipelajari jika kalian memang mencintai otomotif.

Rangkaian kelistrikan sistem pengisian

Komponen rangkaian kelistrikan sistem pengisian

Untuk mempelajari rangkaian kelistrikan sistem pengisian pada mobil, terlebih dahulu kita akan mengenal apa saja yang terlibat di dalamnya. Berikut adalah komponen-komponen yang ada di dalam rangkaian kelistrikan sistem pengisian pada mobil.

Alternator

Komponen pertama adalah alternator. Alternator adalah bagian pokok daris sistem kelistrikan. Terdapat tiga komponen utama di dalam alternator yang semuanya memiliki fungsi masing-masing. Tiga komponen utama tersebut adalah rotor, stator dan dioda. Untuk lebih jauh mengetahui fungsinya silahkan baca: Fungsi dan Komponen Sistem Pengisian. Komponen lain seperti puley yang berfungsi sebagai tempat tali kipas (V-belt) untuk menggerakkan rotor dan kipas internal untuk mendinginkan komponen di dalam alternator adalah komponen pendukung dari sebuah alternator.

Regulator

Komponen rangkaian sistem pengisian pada mobil yang kedua adalah regulator. Tugas utama dari regulator adalah mengatur besar kecilnya arus listrik yang dapat masuk ke rotor. Dengan adanya regulator, tegangan yang dihasilkan oleh alternator akan konstan setiap saat, meskipun putaran mesin lambat atau lebih cepat.

Rangkaian kelistrikan sistem pengisian

Ada dua jenis regulator yang dipakai pada kendaraan roda empat. Jenis pertama adalah regulator tipe poin (terpisah dengan alternator) dan jenis kedua adalah tipe IC. Tipe IC tidak seperti jenis pertama yang terpisah dari alternator, tipe IC bersatu dengan alternator sehingga lebih kompak.

Dengan menyatunya regulator dengan alternator (untuk tipe IC) ada beberapa keunggulan. Di antara keunggulan tersebut adalah:

  1. Tidak memakan tempat karena ukuran regulator yang kecil.
  2. Tidak diperlukan penyetelan manual seperti tipe pertama.
  3. Dengan penyetelan otomatis, ini akan memberikan kestabilan lebih dalam pengaturan tegangan dan output yang dihasilkan.
  4. Memiliki tahanan (resisteansi) kecil sehingga arus yang mengalir lebih besar.
  5. Regulator IC tahan terhadap guncangan sehingga kerja yang dihasilkan lebih optimal dibandingkan tipe pertama.

Baterai

Berbicara masalah rangkaian kelistrikan apapun, temasuk rangkaian kelistrikan sistem pengisian, tak luput dari namnya baterai. Baterai penting sebagai sumber daya utama sebelum sistem pengisian menggantikannya selama mesin hidup. Ada banyak hal yang harus diketahui tentang baterai sebuah mobil. Untuk memahami lebih lanjut silahkan baca; hal pokok tentang baterai mobil.

Ampere Meter

Komponen keempat adalah ampere meter. Seperti namnya maka alat ini adalah alat pengukur arus listrik. Yakni mengukur arus listrik yang keluar dari alternator sebelum masuk ke baterai saat pengisian ulang baterai berlangsung. Ini penting, arus yang tidak sesuai dapat mengakibatkan pengisian tidak berjalan dengan baik dan akan segera diketahui dari ampere meter ini.

Kunci Kontak

Kunci kontak adalah komponen kelima. Dalam sistem pengisian pada mobil, kunci kontak memiliki peran yang sama dengan saklar. Fungsi utamanya adalah menghubungkan dan memutuskan aliran arus listrik ke lampu indikator pengsisian (CHG) sebelum masuk ke regulator.

Sekring

Fuse atau sekring penting sekali dalam rangkaian kelistrikan sistem pengisian. Seperti yang saya bahas pada artikel lain, bahwa sekring mampu menyelamatkan rangkaian kelistrikan, termasuk sistem pengisian, dari hubungan pendek. Keamanan dari konseleting lebih terjamin dengan adanya sekring atau fuse.

Lampu Indikator (CHG)

Komponen terakhir adalah lampu indikator sistem pengisian pada mobil yang sering disebut CHG (charging). Lampu indikator (CHG) sebagai penanda apakah sistem pengisian pada sebuah mobil dapat berfungsi dengan baik atau tidak.

Rangkaian kelistrikan sistem pengisian

Rangkaian kelistrikan sistem pengisian pada sebuah mobil secara sederhana dapat digambarkan sebagai berikut.

Rangkaian kelistrikan sistem pengisian

Perhatikan gambar di atas. Komponen-komponen yang disebutkan sebelumnya semua ada pada rangkaian kelistrikan ini.

Cara Kerja rangkaian kelistrikan sistem pengisian

Alternator mulai bekerja setelah mesin mulai berputar. Tetapi tentu pengiriman arus pada lampu indikator dan suplay daya awal bermula dari kunci kontak saat posisi ON. Pada saat kunci kontak ON arus akan mengali melalui kunci kontak menuju ke alternator dan lampu indikator. Tetapi sebelumnya akan masuk terlebih dahulu ke sekring. Pada saat mesin hidup, putaran mesin akan diteruskan ke alternator. Alternator akan bekerja dan menghasilkan daya yang kemudian dikirimkan ke baterai. Selama mesin berputar alternator juga akan menyuplai seluruh daya yang dibutuhkan oleh asesoris dan kebutuhan listrik di berbagai sistem kelistrikan mobil.[]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *