Rangkaian Kelistrikan Lampu Tanda Belok atau Sein

Teknisimobil.comSalam otomotif…! Kembali lagi kami akan menyampaikan tentang teori dasar kelistrikan listrik yakni rangkaian kelistrikan lampu tanda belok atau disebut juga lampu sein. Lampu Sein atau lampu tanda belok ini bagian penting dari sekian jenis-jenis lampu yang ada pada sebuah mobil. Bahkan jika kita lihat fungsinya lampu tanda belok lebih fital dari lampu kepala (headlamp) pada saat siang hari. Mari kita pelajari bagaimana rangkaian kelistrikan lampu tanda belok atau lampu sein bekerja sekaligus dengan komponen-komponen pendukungnya.

Update terakhir: 9 Oktober 2022

Rangkaian Lampu Tanda Belok
Lampu sein atau lampu tanda belok berfungsi memberitahukan kepada orang lain di sekitar mobil kita apabila kita hendak berbelok. Sumber: instructables.com

Komponen Rangkaian Kelistrikan Lampu Tanda Belok atau Lampu Sein

Komponen apa saja yang masuk dalam rangkaian kelistrikan lampu tanda belok?

Pertama – Bola lampu tanda belok atau lampu sein

Bola lampu tanda belok atau lampu sein
Bola lampu tanda belok atau lampu sein

Bola lampu sein atau lampu tanda belok ada empat buah. Dua buah terletak di bagian depan kanan dan kiri, sedangkan dua lainnya berada di bagian belakang, juga kanan dan kiri. Bola lampu lampu tanda belok biasanya berwarna kuning dengan ukuran daya yang relatif kecil.

Kedua – Lampu indikator tanda belok kanan dan kiri

Lampu indikator tanda belok kanan dan kiri
Lampu indikator tanda belok kanan dan kiri

Lampu indikator tanda belok kanan dan kiri ini ada di dashboard depan pengemudi. Biasanya juga berwarna kuning. Jika kita mengarahkan saklar lampu tanda belok kanan, maka akan ada lampu dengan penunjuk panah ke arah kanan dan begitu juga sebaliknya ketika saklar di arahkan ke kiri.

Ketiga – Saklar lampu tanda belok atau lampu sein

Saklar lampu tanda belok atau lampu sein
Saklar lampu tanda belok atau lampu sein

Saklar lampu tanda belok berfungsi untuk menghidupkan dan mematikan arah posisi lampu sein. Selain itu juga untuk menghubungkan flasher dengan lampu dan sumber tegangan dari baterai. Biasanya saklar lampu tanda belok memiliki enam kaki (soket), 2 ke lampu, 2 ke flasher, dan sisanya ke sumber tegangan (Lihat gambar di bawah).

Keempat – Flasher atau Pengedip

Flasher atau Pengedip
Flasher atau Pengedip

 

Flasher adalah alat yang digunakan untuk membuat lampu tanda belok dan juga lampu hazard dapat berkedip. Maka Flasher juga disebut pengedip. Untuk tahu lebih lanjut, silahkan baca: Jenis Flasher yang digunakan pada rangkaian kelistrikan otomotif.

Kelima – Sekring

Sekring Sein
Sekring Sein

Pada rangkaian lampu tanda belok atau sein dipasang dua buah sekring. Ini demi keamanan rangkaian kelistrikan. Untuk tahu jenis sekring dan fungsinya lebih lanjut, silahkan baca: Jenis dan fungsi sekring pada kelistrikan otomotif.

Keenam – Kunci Kontak

Komponen berikutnya adalah kunci kontak. Kunci kontak dalam hal ini berfungsi untuk menghubungkan sumber arus listrik dari baterai ke rangkaian lampu tanda belok atau lampu sein.

Ketujuh – Baterai

Baterai Mobil
Baterai Mobil

Komponen terakhir adalah baterai. Baterai sangat penting dalam rangkaian lampu tanda belok atau lampu sein. Baterai yang kurang dayanya akan membuat lampu sein redup bahkan tidak hidup sama sekali. Selain itu juga dapat merusak flasher. Lebih jauh tentang fungsi baterai silahkan baca: Fungsi baterai dan hal penting yang wajib diketahui.

Rangkaian Kelistrikan Lampu Tanda Belok atau Lampu Sein dan Cara Kerjanya

Berikut adalah gambar diagram rangkaian kelistrikan lampu tanda belok atau lampu sein.

Rangkaian Lampu Tanda Belok

Cara kerja lampu tanda belok:

Untuk menghidupkan lampu tanda belok, kunci kontak hari dalam posisi ON atau IG (ignition). Maka kemudian arus akan mengalir menuju saklar lampu sein melalui sekring. Arus masuk ke saklar melalui soket dengan terminal B1. Kemudian arus akan menuju ke flasher dan melanjutkannya ke lampu tanda belok.

Ketika posisi saklar ke arah kanan maka arus akan masuk ke rangkaian lampu bagian kanan melalui terminal TR (Turn Right). Dan sebaliknya ketika posisi saklar ke arah kiri maka arus akan keluar dari saklar melalui termisan TL (Turn Left). Dengan demikian, lampu akan dapat hidup berkedip sesuai posisi skalar.

Untuk masalah yang terjadi pada lampu tanda belok atau lampu sein, dalam hal ini bola lampu yang rusak, ada cara mudah untuk memperbaikinya. Yakni cukup dengan mengganti bola lampu tersebut. Bagaimana caranya, baca: Langkah-langkah mengganti bola lampu sein atau tanda belok sebuah mobil. Selamat mencoba!

Cara Menggunakan Lampu Tanda Belok dan Aturan-aturannya

Sebagai tambahan saya akan mengulas tentang cara menggunakan lampu tanda belok dan aturan-aturan terkait. Ini jelas untuk melengkapi pengetahuan anda tentang rangkaian kelistrikan lampu tanda belok pada artikel ini. Jadi, tahukah Anda, seperti apa etika menggunakan lampu tanda belok pada mobil? Lampu tanda belok pada dasarnya memiliki fungsi untuk pemberi isyarat kendaraan saat ingin berbelok, menyalip kendaraan serta berpindah jalur saat di jalan raya.

Dengan fungsi tersebut, sayangnya, tidak sedikit pengendara yang belum mengetahui langkah menggunakan lampu tanda belok dengan baik. Sederhananya, menggunakan lampu tanda belok dengan baik dan benar. Bahkan lebih dari itu, pengendara mobil juga masih banyak yang belum mengetahui aturan dan etika. Tentu saja hal ini sangat berbahaya. Terlebih lagi, jika lampu tanda belok pengemudi nyalakan secara mendadak serta tidak sesuai aturan.

Etika Menggunakan Lampu Tanda Belok

Lalu bagaimana etika menggunakan lampu tanda belok pada mobil saat di jalan raya? Pengemudi harus mempunyai etika ketika menghidupkan lampu tanda belok. Lebih-lebih ketika menyalip maupun berpindah jalur di jalan tol. Di jalan tol, hindari menyalakan sein kanan saat terdapat kendaraan di sebelah kanan.

Anda dapat menyalakan sein saat jalur kanan sudah kosong maupun tidak terdapat mobil. Saat menyalakan sein kanan ketika ramai, hal ini sudah pasti akan membahayakan karena pengemudi bisa menjadi kaget. Anda harusnya mengikuti etika ini untuk menghindari resiko kecelakaan di jalan.

Aturan Penggunaan Lampu Sein

Penggunaan lampu sein pada dasarnya sudah diatur dalam Undang-Undang, yaitu Undang-Undang No 22, Tahun 2009, mengenai Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Dalam Undang-Undang menjelaskan bahwa mengaktifkan lampu sein yang benar adalah 30 meter sebelum kendaraan berbelok ke arah tujuan.

Contohnya seperti ke kiri kanan, menyalip kendaraan atau berpindah jalur. Selain itu pengemudi juga harus mengamati situasi lalu lintas yang berada di bagian depan, belakang, serta samping kendaraan sebelum memberi lampu sein.

Etika menggunakan lampu sein lainnya adalah pengemudi tidak boleh belok serta pindah jalur langsung, bila tidak dilengkapi dengan alat pemberi isyarat lalu lintas.

Sebagai sebuah Undang-Undang, tentu saja terdapat hukuman serta sanksi bila hal ini dilanggar. Dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 294 serta 295, bila melanggar, pengemudi akan dikenai kurungan penjara selama satu bulan serta denda maksimal Rp 250 ribu.

Perhatikan Hal ini Saat Menyalakan Lampu Tanda Belok

Selain mengetahui etika menggunakan lampu tanda belok mobil, hal lain yang harus Anda ketahui adalah hal yang harus diperhatikan ketika menyalakan lampu sein. Berikut beberapa hal yang harus Anda perhatikan saat menyalakan lampu tanda belok, antara lain;

  1. Nyalakan dengan Benar  Sebelum mobil berbelok, pastikan untuk menyalakan lampu tanda belok. Contohnya jika mobil akan berbelok ke sebelah kiri, segera nyalakan ke kiri, jangan sampai keliru menyalakan sein karena bisa memberikan dampak fatal untuk diri sendiri serta orang lain.
  2. Sebagai Tanda untuk Belok – Ketika berada di pertigaan atau perempatan serta ingin berbelok, pengguna harus menyalakan lampu tanda belok. Hal ini untuk dapat memberitahu maupun memberi isyarat pada pengendara, baik di bagian depan atau belakang.
  3. Tanda untuk Mendahului Kendaraan Depan – Saat pengendara mobil ingin menyalip kendaran bagian depan yang memiliki laju kendaraan lambat, lampu tanda belok harus dinyalakan sehingga pengguna kendaraan depan dapat melihat isyarat yang dimaksud.

Etika menggunakan lampu tanda belok bukan hanya harus diketahui, tetapi dilakukan agar tercipta kenyamanan berkendara untuk pengguna jalan.

Komentar ditutup.