Rangkaian Kelistrikan Lampu Rem

 Teknisimobil.com – Salam otomotif…! Kembali lagi kami akan menyampaikan tentang teori dasar kelistrikan listrik yakni rangkaian kelistrikan lampu rem. Lampu rem ini bagian penting dari sekian jenis-jenis lampu yang ada pada sebuah mobil (baca: nama-nama lampu yang ada pada sebuah mobil ). Lampu rem sangat bermanfaat baik siang maupun malam hari. Orang atau kendaraan yang ada di belakang Anda akan mengetahui bahwa Anda sedang memperlambat kendaraan Anda hanya dengan melalui lampu rem ini. Mari kita pelajari bagaimana rangkaian kelistrikan lampu rem bekerja sekaligus dengan komponen-komponen pendukungnya.

Update Terakhir: 5 Oktober 2022.

Rangkaian kelistrikan lampu rem
Lampu rem sebuah mobil. Sumber : Fancygens

Komponen Rangkaian Kelistrikan Lampu Rem

Untuk dapat merangkai sistem kelistrikan satu ini dengan benar, kita membutuhkan beberapa komponen utama. Berikut adalah komponen-komponen utama yang kita perlukan untuk dapat merangkainya.

Baterai

Baterai adalah sumber energi utama pada sebuah mobil, meski saat ini telah dikembangkan berbagai energi alternatif misalnya mobil dengan sumber tenaga berasal dari matahari. Dalam sebuah sistem kelistrikan baterai yang memiliki kemampuan baik akan menunjang kinerja kelistrikan tersebut. Untuk lebih jauh mengenal baterai yang dipakai pada mobil, silahkan baca: Hal-hal penting utama tentang baterai yang dipakai pada mobil.

Fuse atau sekring

Komponen berikutnya adalah fuse atau sekring. Fuse sangat penting dalam rangkaian kelistrikan lampu rem. Dengan fuse, kelebihan beban dapat mungkin dihindari dan hanya fuse saja yang akan rusak. Ini salah satu fungsi dari fuse atau sekring. Meskipun sepele dan kadang berukuran sangat kecil, fuse mampu menanggung beban kerusakan pada keseluruhan sistem kelistrikan, termasuk juga rangkaian kelistrikan lampu rem.

Saklar rem

Rangkaian Kelistrikan Lampu Rem
Saklar lampu rem yang dipakai pada sebuah mobil. Sumber : Multinational Parts

Komponen ketiga utama dari rangkaian kelistrikan lampu rem adalah saklar rem. Gambar di atas menunjukkan salah satu saklar rem yang dipakai pada sebuah mobil. Saklar rem bekerja dengan sangat sederhana, sesederhana menekan tombol klakson. Ketika ditekan, aliran listrik akan tersambung dan saat dilepas aliran listrik akan putus. Tetapi desainnya yang sedikit rumit karena terletak di belakang pedal rem sehingga harus disesuaikan dengan posisi pedal rem. Jika penyetelan salah maka saklar tidak berkerja dengan maksimal dan dapat mengakibatkan lampu rem bermasalah.

Lampu rem

Bola lampu rem adalah komponen utama terakhir dari rangkaian kelistrikan lampu rem. Lampu rem biasanya bersatu dengan satu set lampu belakang yang terdiri dari lampu sein dan lampu mundur. Tetapi meski dalam satu set, semua rangkaian terpisah satu sama lain. Sehingga tidak perlu khawatir akan mengalami masalah bersamaan.

Rangkaian Kelistrikan Lampu Rem dan Cara Kerjanya

Berikut adalah diagram kelistrikan lampu rem pada sebuah mobil. Sangat sederhana bukan?

Rangkaian Kelistrikan Lampu Rem
Pada gambar di atas tampak L1 dan L2. Keduanya menandakan lampu/bola lampu rem bagian kanan dan kiri.

Cara Kerja

Arus listrik akan mengalir dari baterai 12V menuju ke saklar lampu rem melalui fuse atau sekring. Ketika kita menekan saklar (pada mobil ini terjadi saat pengemudi menerkan pedal rem), arus akan mengalir melalui saklar. Saklar kemudian meneruskan arus yang melewatinya ke kedua bola lampu rem kiri dan kanan sekaligus. Dan pada akhirnya lampu akan menyala kanan dan kiri.

Selama kita menekan saklar (pedal) rem,selama itu juga lampu rem akan tetap menyala. Lampu rem akan mati apabila kita melepas saklar tersebut, karena aliran listrik ke lampu terputus. Seringkali lampu rem putus dan perlu diganti pada sebuah mobil. Untuk mengetahui seperti apa proses penggantiannya, baca: Cara mengganti bola lampu rem pada sebuah mobil. Dan karena bukan hanya putusnya bola lampu saja yang menjadi sebab tidak berfungsinya sebuah lampu rem, maka ada baiknya Anda membaca: 3 Langkah Memperbaiki Lampu Rem Mobil

Aturan Warna Lampu Rem

Setelah anda mengetahui rangkaian lampu rem dan cara kerjanya, maka ada yang mungkin anda lupa yakni aturan warna lampu rem. Anda pasti sudah tahu bahwa perangkat lampu yang terpasang pada kendaraan punya warna yang berbeda-beda. Ada yang merah, putih dan kuning. Pemakaian warna yang berbeda ini memiliki aturan dan mengacu pada peraturan keselamatan berkendara di Indonesia. Aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 55 tahun 2012 pasal 23. Karena sudah ada aturannya, kita sebagai pengguna kendaraan sudah seharusnya tidak mengganti-ganti lampu asli.

Dalam aturan tersebut, lampu rem adalah salah satu yang perlu kita pahami. Lampu rem tidak sembarangan memiliki warna ini. Ini menyangkut keselamatan berkendara di jalan raya. Saat melintasi jalan tol dengan kecepatan tinggi, lampu rem akan lebih penting dari kondisi jalan normal. Warna lampu rem berdasarkan aturan yang berlaku adalah warna merah. Lalu warna lampu lain apa dalam peraturan tersebut? Selebum kita menjawab pertanyaan tersebut, mari kita ketahui alasan kita sebaiknya tidak mengganti warna lampu sesuai dengan aslinya. 

Kenapa sebaiknya tidak mengganti lampu asli?

Hal ini karena pabrikan mobil telah merancang lampu standar yang sesuai dengan peraturan yang berlaku. Tapi sayangnya, sampai saat ini masih cukup banyak pemilik kendaraan yang mengganti warna lampu kendaraan dan hal ini sudah pasti tidak sesuai dengan aturan.

Contohnya, penggunaan lampu LED yang terlalu terang sehingga membuat silau dan mengganggu pemakai jalan lain. Jika ini yang terjadi maka jika petugas kepolisian menghentikan anda untuk melakukan penindakan hukum Anda tidak bisa protes. Hal ini harus mendapatkan penegasan karena jika kita membiarkan hal tersebut maka akan membuat pelanggaran menjadi sebuah budaya.

Anda harus ingat bahwa pengendara yang memakai lampu dengan cahaya yang terlalu terang dan menggangu pandangan pengendara lain itu tidak mencerminkan etika dan empati.

Dalam Peraturan Pemerintah 55 Tahun 2012 yang mengacu pada UU no. 22 tahun 2009 pasal 48 ayat 3 tentang sistem lampu dan alat pemantul cahaya, menyebutkan warna lampu yang legal atau mendapatkan izin dari pemerintah sesuai perundang-udnangan. Ketentuan-ketentuannya meliputi;

  • Lampu utama dekat berwarna putih atau kuning muda.
  • Lampu utama jauh berwarna putih atau kuning muda.
  • Lampu penunjuk arah berwarna kuning tua, dengan sinar kelap-kelip.
  • Lampu rem berwarna merah.
  • Lampu posisi depan berwarna putih atau kuning muda.
  • Lampu posisi belakang berwarna merah.
  • Lampu mundur dengan warna putih atau kuning muda, kecuali untuk kepeda motor.
  • Lampu penerangan tanda nomor kendaraan bermotor di bagian belakang berwarna putih.
  • Lampu isyarat peringatan bahaya berwarna kuning tua, dengan sinar kelap-kelip.
  • Lampu tanda batas dimensi kendaraan bermotor, berwarna putih atau kuning muda, untuk kendaraan bermotor yang lebarnya lebih dari 2.100 mm untuk bagian depan, dan berwarna merah untuk bagian belakang.
  • Alat pemantul cahaya berwarna merah, yang berada di sisi kiri dan kanan bagian belakang kendaraan bermotor.

Jadi tidak hanya mengetahui cara merangkai lampu rem, tetapi juga anda harus tahu aturan warna lampu rem. Menjadi taat hukum adalah penting bagi warna negara yang baik. Setidaknya, itu adalah pilihan moral yang saya pilih. 

Komentar ditutup.