Rangkaian Kelistrikan Lampu Bagasi

Teknisimobil.com – Lampu bagasi juga merupakan bagian penting dalam rangkaian kelistrikan bodi. Jika siang hari mungkin ini tidak begitu penting karena terang benderang kecuali di dalam parkiran gedung yang kurang lampu penerangannya. Tetapi bagaimana halnya jika malam hari? Anda akan kesulitan tentunya untuk menata barang belanjaan atau mencari sesuatu yang barangkali tertinggal di dalam bagasi. Inilah alasan mengapa lampu bagasi juga bagian penting dalam daftar lampu yang ada pada sebuah mobil. Untuk itu, kali ini saya akan menyampaikan cara kerja, komponen, dan rangkaian kelistrikan lampu bagasi sebagai awal pengetahuan Anda. Ini tidak hanya berguna bagi teman-teman yang hendak memperbaiki lampu bagasi tetapi juga penting untuk mereka yang sedang belajar kelistrikan otomotif roda empat. Yuk langsung saja kita pahami bersama.

Rangkaian kelistrikan lampu bagasi
Lampu bagasi akan menerangi seluruh bagian bagasi ketika Anda membutuhkan untuk menggunakan bagasi tersebut. Sumber: EVannex

Komponen Rangkaian Kelistrikan Lampu Bagasi

Sebelum kita membahas rangkaian dan cara kerja lampu bagasi, kita lihat dulu apa saja komponen yang ada pada rangkaian tersebut. Berikut adalah komponen-komponen utama dalam rangkaian kelistrikan lampu bagasi.

Baterai

Komponen pertama adalah baterai. Apapun jenis rangkaian kelistrikan pada mobil, baterai adalah yang utama. Baterai menjadi sumber daya, sebelum mobil hidup dan digantikan oleh daya dari alternator, bagi sistem kelistrikan apa pun pada mobil. Ada banyak hal penting yang perlu Anda ketahui tentang baterai. Silahkan baca lebih lanjut; hal-hal penting baterai pada mobil, untuk hal tersebut.

Relay

Komponen kedua adalah relay. Relay berfungsi untuk mengalihkan beban kerja baterai agar tidak secara langsung saat lampu bagasi menyala. Cara kerja relay sangat mudah dan intinya hanya pada bagaimana membangkitkan kemagnetan pada kumparan yang ada di dalam relay.

Fuse

Komponen ketiga adalah fuse atau sekring. Pada rangkaian kelistrikan lampu bagasi dipakai dua buah sekring. Tujuannya adalah untuk mengamankan relay dari hubungan pendek dan satunya adalah untuk mengamankan saklar lampu bagasi.

Saklar

Saklar lampu bagasi adalah komponen keempat dan yang terakhir. Ada banyak macam saklar lampu bagasi. Ketika ini diaktifkan, bagasi akan terbuka sekaligus akan menghidupkan lampu di dalam bagasi. Meski demikian, ini hanya berlaku untuk mobil-mobil keluaran terbaru.

Rangkaian kelistrikan lampu bagasi
Tombol atau saklar lampu bagasi pada mobil. Sumber: alicdn

Untuk mobil-mobil keluaran lama, biasanya bagasi terbuka terlebih dahulu baru diikuti oleh lampu bagasi hidup. Ini karena ada saklar yang aktif ketika pintu bagasi terbuka lebar. Tetapi ini pada prinsipnya sama saja yakni mengaktifkan lampu bagasi.

Rangkaian Kelistrikan Lampu Bagasi

Berikut adalah diagram rangkaian kelistrikan lampu bagasi sebuah mobil. Agak rumit ya? Tenang saja, sebenarnya ini sederhana. Hanya saja, saya sengaja memberikannya dalam bentuk seperti itu, tidak saya buat kembali dalam gambar yang sederhana karena tujuan tertentu. Tujuannya adalah untuk melatih Anda, terutama calon mekanik, untuk dapat membaca gambar asli dari pabrikan dalam tulisan bahasa Inggris. Saya akan jelaskan semuanya pada bagian berikutnya.

Rangkaian kelistrikan lampu bagasi sebuah mobil.

Cara Kerja Rangkaian kelistrikan Lampu Bagasi

Perhatikan gambar di atas mulai dari baterai 12V. Dari baterai tersebut arus mengalir dari dua buah kabel dari terminal (+) baterai. Satu kabel menuju sekring 20 amp dan menuju ke relay pada terminal 30. Sementara itu, kabel satunya menuju sekring (fuse) 20 amp juga dan menuju ke saklar lampu bagasi.

Ketika saklar lampu bagasi diaktifkan, arus akan diteruskan menuju ke terminal 85 selanjutnya ke terminal 86 pada relay, sementara itu terminal 86 relay akan pasang kabel untuk ke ground. Pada keadaan ini, juga sedang berlangsung timbulnya kemagnetan pada kumparan yang ada di antara terminal 85 dan 86 (baca: Cara kerja relay yang dipakai pada mobil). Magnet ini akan menarik platina yang kemudian menghubungkan arus dari terminal 30 ke terminal 87. Arus dari terminal 87 inilah yang kemudian akan diteruskan ke kedua lampu bagasi (ada yang dua dan ada yang satu) dan secara otomatis lampu akan hidup.

Aliran arus akan terputus apabila, secara normal, saklar lampu bagasi di OFF kan. Itu saja cara kerjanya, mudah bukan? Untuk yang belum paham, bisa bertanya di kolom komentar berikut ya…[]

No Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *