Mengapa Mesin EFI bukan Karburator Lagi?

Teknisimobil.com – Untuk beberapa tahun belakang, hampir tidak ada lagi mobil baru yang ke luar dengan sistem karburator. Semua mobil baru sekarang telah menggunakan sistem EFI. Tuntutan atas kemajuan teknologi tentu menjadi alasan kuat di balik semua itu. Tetapi mengapa mesin EFI yang menjadi pilihan? Apakah EFI benar-benar lebih baik dari mesin dengan sistem karburator?

Tetapi jika kita lihat secara lebih serius sebenarnya mesin mobil saat ini tidak jauh berbeda dengan yang ada di zaman dahulu. Perbedaan mencolok terletak pada penyaluran bahan bakar dan udara ke dalam ruang bakar. Dulu sistem penyaluran bahan bakar ke dalam silinder menggunakan mekanisme mekanis dan itu lah karburator. Sekarang sistem diubah dengan sistem elektrik dan itu lah EFI. Lalu apa dampak bagi penyaluran bahan bakar di dalam ruang bakar?

Sistem penyaluran bahan bakar sistem karburator ditunjukkan pada bagian kanan dan diperbaiki untuk masalah efesiensi dengan sistem EFI ditunjukkan pada gambar sebelah kiri.

Mengapa Mesin EFI karena Campuran Bahan Bakar dan Udara Lebih Baik

Ini berkaitan dengan masalah kemampuan mencampur bahan bakar dan udara secara lebih baik. Lebih baik berarti lebih homogen. Di dalam sistem EFI penyemprotan bahan bakar digunakan injektor. Volume penginjeksian diatur sesuai dengan kondisi mesin yang dikontrol melalui komputer atau kita kenal dengan ECU. ECU tentu saja memberikan informasi dari beberapa sensor mesin terlibat.

Penyemprotan bahan bakar oleh injektor ke dalam ruang bakar telah diatur kesesuaiannya dengan kebutuhan mesin secara presisi. Jumlahnya disesuaikan dengan jumlah udara yang dikontrol dengan baik oleh sensor aliran udara. Sehingga membuat penyemprotan bahan bakar ke ruang bakar menjadi lebih homogen.

Ini berbedaa sekali dengan sistem karburator. Pada karburator, volume penyemprotan bahan bakar bergantung bukaan katup throttle dan kecepatan udara yang melewati venturi. Sehingga campuran yang sesuai dan penyemprotan bahan bakar agar menjadi campuran yang homogen sulit dicapai.

Sistem EFI banyak menggunakan injeksi tipe MPI (Multi Point Injection) dan GDI (Gasoline Direct Injection). Kedua sistem ini menggunakan jumlah injektor sama dengan jumlah silinder. Dengan cara seperti ini satu injektor dapat melayani satu silinder. Sementara itu, sistem karburtor untuk melayani beberapa silinder hanya digunakan satu karburator.

Respon Cepat Sistem EFI

Mesin dengan sistem karburator kurang responsi. Ini dikarenakan letak karburator agak jauh dari letak ruang bakar dan satu karburator digunakan untuk melayani beberapa silinder. Selain itu bahan bakar memiliki berat jenis yang lebih besar dibandingkan dengan udara, sehingga saat throttle dibuka secara mendadak akan terjadi campuran miskin. Oleh karen itu, pada karburator biasanya dilengkapi dengan sistem akselerasi.

Bagaimana dengan sistem EFI? Pada sistem EFI, letak injektor di dekat ruang bakar. Selain itu bahan bakar disemprotkan ke ruang bakar dengan tekanan yang stabil yaitu pada tekanan 2 sampai 3 kg/cm2. Pembukaan injektor ini disesuaikan dengan bukaan throttle pada setiap sudut throttle yang terkontrol oleh sensor TPS. Sehingga membuat sistem EFI lebih respon terhadap perubahan sudut throttle dibandingkan dengan karburator.

Respon terhadap campuran bahan bakar dan udara juga menjadi kelebihan bagi sistem EFI. Dengan bantuan sensor oksigen sistem EFI akan melakukan perubahan campuran bahan bakar dan udara apabila sensor oksigen mendeteksi kelebihan bahan beracun yang dihasilkan dari pembakaran.

Dari beberap kelebihan tersebut, masih ada satu lagi yang tentu menyenangkan bagi pengguna mobil, yakni efesiensi bahan bakar. Dengan sistem EFI terbukti, bahan bakar menjadi lebih irit dengan tentu kapasitas yang sama jika ketika menggunakan karburator. Oleh karena itu, tidak ada alasan untuk menolak keberadaan EFI untuk menggantikan karburator.

No Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *