Cara Kerja Relay pada Rangkaian kelistrikan Mobil

Teknisimobil.comRelay adalah komponen – bagi saya – wajib dalam sebuah kelistrikan otomotif. Ini penting karena dengan relay baterai tidak akan terbebani secara langsung dan tentu akan dapat menghemat daya. Begitu pentingnya relay dalam rangkaian kelistrikan otomotif, seperti misalnya pada rangkaian lampu kelapa (headlamp) dan hampir keseluruhan jenis lampu pada mobil, maka perlu kita mengetahui lebih jauh cara kerja relay. Dan juga mungkin perlu juga apa saja jenis relay lainnya jika ada. Mari kita simak penjelasan tentang cara kerja relay untuk kelistrikan otomotif berikut ini.

Cara Kerja Relay

Sumber: 12 Volt Planet

Apa itu relay?

Relay pada dasarnya adalah saklar yang dioperasikan secara elektrik bukan secara mekanis. Meskipun ada berbagai desain relay, yang paling sering ditemukan dalam kelistrikan mobil adalah relay elektro-mekanik. Relay ini bekerja dengan mengaktifkan elektromagnet untuk menarik satu set kontak (pelatuk) untuk membuat atau memutus sirkuit. Relay digunakan secara luas di seluruh sistem kelistrikan kendaraan baik roda dua maupun roda empat.

Mengapa seharunya menggunakan relay pada sistem kelistrikan?

Ada beberapa alasan mengapa Anda mungkin perlu menggunakan relay saat merancang kelistrikan body otomotif. Berikut asalannya.

Pertama – Mengalihkan sirkuit arus tinggi menggunakan sirkuit arus yang lebih rendah

Ini adalah alasan paling umum dan berguna di mana switch in-line atau sirkuit yang ada tidak memiliki kapasitas untuk menangani arus yang diperlukan. Misalnya, jika Anda ingin memasang beberapa lampu berkekuatan tinggi yang bersamaan dengan lampu depan tetapi ada risiko bahwa akan melebihi kapasitas alat tenun yang ada. Maka dalam keadaan ini diperlukan sebuah relay.

Kedua – Penghematan biaya

Bagaimana bisa? Kabel dan switch kapasitas arus tinggi lebih mahal daripada versi kapasitas saat ini yang lebih rendah. Sehingga dengan menggunakan relay, persyaratan untuk komponen yang lebih mahal diminimalkan.

Ketiga – Mengaktifkan lebih dari satu rangkaian dari satu input

Anda dapat menggunakan satu input dari satu bagian sistem kelistrikan (misalnya output penguncian sentral, saklar manual, dsb.) Untuk mengaktifkan satu atau lebih relay yang kemudian menyelesaikan satu atau lebih sirkuit lain dan dengan demikian menjalankan beberapa fungsi dari satu sinyal input.

Keempat – Menjalankan fungsi logika

Relay elektromagnetik dapat dimasukkan ke beberapa aplikasi yang cukup pintar (dan rumit) ketika dihubungkan ke atas untuk melakukan operasi logis berdasarkan input tertentu (misalnya, mengunci keluaran + 12V dan mematikan dari input sesaat, flashing lampu kiri dan kanan alternatif dll.). Meskipun fungsi-fungsi logis ini sekarang telah digantikan oleh modul elektronik untuk desain OEM, itu masih bisa berguna, menyenangkan dan sering lebih efektif biaya untuk menggunakan relay untuk melakukan mereka untuk beberapa proyek setelah pasar (terutama di mana Anda memiliki aplikasi dipesan lebih dahulu).

Konstruksi dan operasi

Berikut adalah bagian yang ada di dalam sebuah relay.

 

Cara Kerja Relay

Nama-nama bagian relay.

Cara Kerja Relay

Bagian-bagian di dalam sebuah relay.

Sebuah koil tembaga di sekitar inti besi (elektromagnet) dipegang dalam bingkai atau ‘kuk’ dari mana sebuah armature berengsel. Salah satu ujung armatur terhubung ke pegas tegangan yang menarik ujung lain dari armatur ke atas. Ini adalah relay dalam keadaan tidak aktif atau ‘sedang istirahat’ tanpa tegangan yang diterapkan padanya. Tali pengikat yang dikepang memberikan sambungan listrik yang baik antara armature dan yolk, daripada mengandalkan kontak antara pivot point armature saja. Koil dan kontak (atau kontak) kemudian dihubungkan ke berbagai terminal di bagian luar badan relay.

Bagaimana cara kerja relay?

Ketika kumparan diberi tegangan medan magnet yang dihasilkan di sekitarnya yang menarik angker berengsel ke bawah ke kontak. Ini melengkapi sirkuit arus ‘tinggi’ antara terminal dan relay dikatakan diberi energi. Ketika tegangan dikeluarkan dari terminal koil, pegas menarik armatur kembali ke posisi ‘saat istirahat’ dan memutus sirkuit antar terminal. Jadi dengan menerapkan atau menghapus daya ke kumparan (rangkaian arus rendah) kita mengaktifkan sirkuit arus tinggi atau mematikan.

Catatan: Penting untuk memahami bahwa sirkuit kumparan dan sirkuit pembawa arus (atau diaktifkan) secara elektrik terisolasi satu sama lain dalam relay. Rangkaian koil hanya mengaktifkan sirkuit arus tinggi.

Diagram rangkaian yang disederhanakan berikut sering digunakan untuk dengan mudah memahami cara kerja relay. Lihat gambar berikut.

Cara Kerja Relay

Konvensi Penomoran Terminal

Penomoran terminal yang ditemukan pada badan relay diambil dari DIN 72552 yang merupakan standar industri otomotif Jerman yang telah diadopsi secara luas dan mengalokasikan kode numerik ke berbagai jenis terminal listrik yang ditemukan di kendaraan. Terminal di luar relai mini 4 atau 5 pin ditandai dengan angka seperti yang ditunjukkan di bawah ini.

Cara Kerja Relay

Penomoran (terminal) pada sebuah relay.

 

Terminal/Pin number

 Connection
 85 Coil
 86 Coil
 87 Normally Open (NO)
 87a Normally Closed (NC) – not present on 4 pin relays
 30 Common connection to NO & NC terminals

Secara sederhana tabel dapat dibaca sebagai berikut. Terminal 85 dan 86 sebenarnya dapat dibolak balik karena itu masuk atau keluar dari kumparan atau coil dalam relay. Tetapi yang paling umum dilakukan adalah 85 untuk terminal masuk dari saklar dan 86 menuju ke bodi mobil (groun). Kemudian untuk 87 dan 87a biasanya menuju ke rangkaian lampu (beban). Sementara itu terminal 30 adalah masuknya arus yang berasal dari baterai.

Kerusakan bisa terjadi pada sebuah relay. Memang mudah untuk mengamati apakah relay rusak atau tidak. Tetapi prosedur yang benar dalam memeriksa relay akan memberikan kepastian pada Anda terhadap kondisi relay tersebut. Silahkan baca; Cara memeriksa relay dengan benar, untuk mengetahui apakah cara yang Anda lakukan untuk memeriksa relay sudah benar atau belum. []