Cara Kerja Mesin VVT-i Toyota

Teknisimobil.com – Mesin-mesin terbaru terutama dari Toyota selalu disertai emblem VVT-i Toyota. VVT-i juga terkadang ada pada mobil-mobil Daihatsu. Tetapi tahukah Anda apa maksud dari VVT-i tersebut? Mungkin sebagian sudah mengetahuinya, tetapi bagi yang belum berikut kami sampaikan penjelasan sederhanya.

Pada VVT-i Toyota, unit kontrol mesin (ECU), dan koputer daya pada mobil, menerima sinyal dari berbagai macam sensor dan menggunakan sinyal tersebut untuk menyesuaikan output ke katup kontrol oli. VVT-i adalah versi mesin Toyota dengan variable valve timing (VVT). “i” adalah singkatan dari ” intelligence /kecerdasan.”

Sensor utama yang penting untuk mesin VVT-i adalah sensor posisi camshaft dan crankshaft (CKP). Katup bertindak sebagai aktuator hidrolik dengan memutar rotor di dalam sebuah housing yang terhubung ke poros engkol melalui timing chain. Menurut Toyota, mesin dual VVT-i nya secara otomatis mengontrol waktu katup intake dan exhaust mesin untuk membantu memastikan mesin bekerja dengan efisiensi maksimum. Katup mesin dibuka dengan lobus pada poros bubungan / camshaft saat poros bubungan berputar.

Pada mobil yang lebih tua, katup intake dan exhaust dibuka untuk waktu tertentu pada titik tertentu dalam siklus stroke. Mobil yang lebih baru dapat mengubah pengaturan waktu, pengangkatan, dan durasi katup dengan kemajuan teknologi komputer. Toyota memperkenalkan teknologi ini pada tahun 1996, meskipun pembuat mobil asal Jepang ini telah mengembangkan sistem VVT sejak 1960-an.

VVT-i Toyota menggantikan teknologi VVT Toyota yang sudah mulai diterapkan tahun 1991. Mesin yang sudah dipakai di sebagian besar mobil Toyota ini menjadikan mesin semakin efisien dan bertenaga. Tidak hanya itu, dengan teknologi ini mesin Toyota menjadi lebih ramah lingkungan serta hemat bahan bakar.

Teknologi ini ke mesin mobil juga memberikan kelebihan minimnya biaya pemeliharaan yang harus ditanggung. Pengurangan biaya pemeliharaan ini dikarenakan, pada saat tune-up, pekerjaan seperti setel klep tidak perlu dikerjakan kembali seperti mesin biasa.

No Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *