Apa Fungsi Water Jacket dalam Sistem Pendinginan Mobil?

Teknisimobil.com – Selain mobil listrik dan mobil hybrid semua mobil menggunakan sistem pembakaran dalam. Mobil pembakaran dalam baik bensin dengan sistem EFI-ya maupun diesel sama-sama akan melakukan pembakaran bahan bakar di dalam ruang bakar untuk memenuhi energinya. Pemerolehan energi semacam ini menimbulkan energi panas yang sangat tinggi. Oleh karena itu diperlukan sistem pendinginan. Salah satu bagian dari sistem pendinginan adalah water jacket. Untuk itu, kali ini kami akan membahas tentang fungsi water jacket dalam sistem pendinginan mobil. Mari kita simak lebih jauh.

Panas yang berlebih dalam sebuah proses pembakaran bahan bakar sangat tinggi sekali. Itulah kenapa temperatur mesin harus dijaga setimbang dalam batas yang ditetapkan pabrik untuk menghindari terhadinya overheat engine. Karena jika ini terjadi maka masalah kerusakan bahkan fatal akan mungkin sekali terjadi.

Fungsi Water Jacket dalam Sistem Pendinginan

Sistem pendinginan mesin secara umum terbagi atas dua macam yakni sistem pendingin udara dan sistem pendingin air. Di dalam sistem pendingin air terdapat komponen yang disebut dengan water jacket. Water jacket atau dikenal dengan mantel terletak di dalam blok silinder. Untuk lebih jelasnya seperti ditunjukkan dalam gambar berikut ini.

Fungsi water jacket dalam sistem pendinginan mobil sangat lah sederhana. Tetapi peran ini sangat vital. Water jacket berfungsi sebagai tempat mengalirnya air raditor yang setiap saat bersikulasi.

Pada saat aliran air melalui wter jacket, air atau radiator coolant akan menyerap panas secara langsung yang dihasilkan dari hasil pembakaran di dalam ruang bakar. Air ini akan terus mengalir dan akhirnya akan sampai pada raditor. Di radiator inilah air kemudian didinginkan dan kemudin mengalir kembali ke dalam blok silinder melalui water jacket untuk menyerap panas kembali.

Kerusakan pada Water Jacket

Keruskan yang dialami oleh water jacket berawal dari masalah karat. Kebanyakan masyarakat Indonesia senang mengganti air radiator dengan air biasa dibandingkan dengan coolant raditor yang memang disarankan untuk raditor. Air biasa inilah yang sebenrny menimbulkan karat.

Karat berlebih akan menjadikan penyerapan panas oleh air tidak maksimal dan mesin cenderung akan panas melebihi tempertur normal.

Masalahnya adalah jika sudah terdapat karat berlebih blok silinder (water jacket) sulit untuk ditangani. Sebagian besar orang ketika mesin mereka panas mereka mengganti air radiator yang awalnya menggunakan air biasa diganti dengan coolant radiator. Penggantian ini justru terkadang akan menimbulkan masalah baru yakni korosi hilang dan water jacket menipis hingga terdapat kemungkinan coolant radiator akan masuk ke sistem pelumasan misalnya. Tentu saja ini bahaya dan kemungkinan mengganti blok silinder sangat lah besar.

Oleh karena itu, saya menyarankan agar selalu menggunakan coolant raditor yang sesuai untuk menghindari kerusakan pada water jacket blok silinder mesin Anda.

(1) Comment

  1. Pingback: Kelebihan dan Kekurangan Memasang Air Flow Cap-Teknisimobil.com

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *