5 Penyebab Sistem Pengisian Tidak Bekerja (Konvensional)

Teknisimobil.com – Dari semua pembahasan tentang sistem pengisian pada mobil, mulai dari komponen dan fungsinya sistem pengisian hingga masalah regulator baik yang regulator konvensional maupun IC regulator, yang kemudian tak kalah penting adalah untuk memahami masalah yang terjadi pada sistem pengisian. Masalah sistem pengisian tentu saja melibatkan banyak hal. Dan dari bahasan rangkaian kelistrikan sistem pengisian mobil, kita dapat tahu secara ringkas bagian mana yang memungkinkan terjadi kerusakan pada sistem pengisian. Untuk itu, saya mencoba mendaftar penyebab sistem pengisian tidak bekerja, tetapi khusus untuk yang konvensional. Berikut bahasannya.

Penyebab Sistem Pengisian Tidak Bekerja
Sumber: NAPA Know How Blog

Penyebab sistem pengisian tidak bekerja (konvensional)

Saya mendata ada sekitar 5 penyebab sistem pengisian tidak bekerja. Mungkin saja ada beberapa faktor lainnya, tetapi daftar berikut ini adalah yang paling ditemui saat terjadi masalah pada sistem pengisian konvensional.

Pertama – Alternator rusak

Penyebab sistem pengisian tidak bekerja yang pertama dan yang utama adalah masalah kerusakan alternator. Alternator adalah bagian yang paling penting dari semua bagian sistem pengisian konvensional pada mobil. Tidak ada alternator tidak ada pengisian ulang. Terdapat beberapa hal yang dapat mengakibatkan alternator sistem pengisian rusak, berikut adalah di antaranya.

Penyebab Sistem Pengisian Tidak Bekerja

Kumparan rotor putus

Seperti yang telah diketahui bahwa kumparan rotor adalah bagian yang bergerak bersama as dan pully alternator. Fungsinya tentu saja untuk membangkitkan medan magnet pada alternator. Medan magnet akan muncul apabila ada arus listrik yang melewati kumparan rotor ini. Oleh sebab itu, jika arus listrik tidak ada yang mengalir pada bagian ini, maka kemagnetan pun tidak akan terbentuk.

Baca juga: Geometri Rotor Motor Listrik Tesla Dipatenkan

Aliran listrik yang mengalir pada kumparan rotor ditentukan oleh beberapa hal. Ini juga akan menyebabkan aliran listrik tidak mampu mengalir dan menyebabkan kemagnetan tidak terjadi. Apa saja hal-hal tersebut? Di antaranya adalah sambungan kumparan rotor dengan slip ring, sikat, dan kumparan itu sendiri. Sambungan kumparan rotor dengan slip ring dapat saja putus sehingga arus tidak sampai pada kumparan. Untuk masalah sikat, tentu saja ini bagian penting dari sampainya arus pada kumparan. Dan yang terakhir adalah kumparan rotor yang putus sehingga terjadi hubungan singkat pada kumparan.

Kumparan stator putus

Ada rotor ada stator. Jika kumparan rotor berputar maka kumparan stator tetap (tidak berputar). Fungsi dari kumparan stator adalah untuk memotong gari-garis medan magnet yang dibangkitkan oleh kumparan stator selama terjadi putaran. Namanya kumparan, bisa saja putus atau berkarat atau filamenya terkelupas, sehingga ada masa di mana kumparan stator akan rusak dan mengakibatkan kerusakan total sistem pengisian pada mobil.

Rangkaian Dioda putus

Dioda yang dipakai pada rangkaian pengisian mobil tidak hanya satu tapi ada beberapa. Dioda merupakan komponen elektronika yang berfungsi menyearahkan arus dari arus bolak-balik (AC) menjadi arus searah (DC). Apabila rangkaian dioda atau diodanya sendiri mengalami kerusakan misalnya putus, maka arus listrik yang dihasilkan alternator tetap dalam keadaan arus bolak-balik. Ini akan mengakibatkan sistem pengisian ke baterai gagal. Ingat, baterai merupakan sumber arus searah sehingga tidak cocok dengan alternator sebagai sumber arus bolak-balik sebelum disearahkan oleh rangkaian dioda.

Kedua – Regulator bermasalah

Penyebab sistem pengisian tidak bekerja yang kedua adalah masalah regulator konvensional yang ada pada siste pengisian. Ini juga masalah serius diluar masalah yang menimpa komponen-komponen (atau) alternator secara keseluruhan.

Penyebab Sistem Pengisian Tidak Bekerja

Kita telah membahas regulator konvensional dengan berbagai kondisi putaran mesin. Dari sana kita dapat melihat betapa pentingnya regulator dalam mengatur besar kecilnya daya yang harus masuk ke baterai saat pengisian daya berlangsung. Dengan perang yang dimiliki oleh regulator, maka ketika regulator mengalami kerusakan maka akan mengakibatkan sistem pengisian tidak bekerja.

Baca juga: 5 Kondisi Kerja Sistem Pengisian dengan Regulator IC

Beberapa yang mungkin terjadi pada regulator konvensional adalah resistor yang putus atau kontak poin (platina) yang berkerak (kotor). Kontak poin yang Anda pahami sebelumnya, terdiri dari dua sistem. Keduanya tentu tidak boleh mengalami hal yang menjadikan arus listrik yang mengalir melaluinya terhambat. Oleh karena itu, ketika terjadi masalah maka membersihkan platina pada regulator adalah hal yang penting untuk dilakukan.

Kemudian apabila resistor putus maka aliran arus listrik dari terminal IG akan terputus. Putusnya aliran ini tentu saja mengakibatkan putusnya aliran yang masuk ke komponen rotor coil sehingga kemagnetan pada alternator tidak dapat dibangkitkan oleh rotor coil.

Ketiga – Jalur rangkaian kelistrikan (wiring)

Perhatikan kembali rangkaian kelistrikan sistem pengisian pada mobil. Anda akan menemui jalur kelistrikan di sana. Ini adalah bagian ketiga penyebab sistem pengisian tidak bekerja apabila terjadi kerusakan.

Dalam rangkaian kelistrikan sistem pengisian, sama seperti pada sistem kelistrikan lainnya yakni melibatkan kabel dan konektor atau socket. Kabel dan socket dapat termakan usia. Dengan waktu yang lama, maka memungkinkan kabel dapat putus atau socket sebagai penyambung kabel dapat lepas karena berbagai hal. Apabila ini terjani maka akan menyebabkan sistem pengisian tidak bekerja. Tentu saja alasannya karena aliran arus listrik pada sistem terputus.

Sebagai contoh misanya, kabel yang menghubungkan antara kunci kontak dengan terminal IG regulator putus atau socket IG regulator lepas. Ini akan menyebabkan aliran listrik tidak dapat terjadi untuk sampai menuju kumparan rotor. Sehingga kumparan rotor tidak akan dapat membangkitkan kemagnetan. Dan tentu, tidak ada pengisian ulang baterai akan terjadi.

Keempat – Sekring putus

Penyebab sistem pengisian tidak bekerja yang keempat adalah masalah fuse atau sekring yang putus. Diperlu diketahui bahwa sekring atau fuse adalah pengaman untuk semua sistem kelistrikan. Dalam bagian terdahulu saya membahas tentang sekring dan manfaat bagi sistem kelistrikan. Secara singkat sekring berfungsi untuk mengamankan sebuah sistem kelistrikan [apapun] pada sebuah mobil.

Sebagai contoh sekring akan putus apabila terjadi kelebihan beban aliran listrik. Sekring putus maka alisan listrik putus total di seluruh rangkaian kelistrikan sistem pengisian. Oleh karena itu, Anda jika mengalami masalah sistem pengisian, dapat melihat sekring sistem pengisian terlebih dahulu sebelum memeriksa yang lainnya.

Kelima – Tali kipa (V-belt) kendor atau putus

Penyebab sistem pengisian tidak bekerja yang terakhir (kelima) adalah V-belt yang kendor atau putus. V-belt sebuah mesin mobil memiliki adjuster (pengatur) tegangan V-belt. Untuk waktu yang lama, pengatur tegangan – yang biasanya adalah berupa penahan baut – akan mengalami pengenduran. Ini memang jarang sekali tetapi masih mungkin. Penyebab kendornya V-belt juga bisa karena tingkat elastisitas V-belt yang semakin lama semakin berkurang. Sehingga terjadi penambahan panjang V-belt dan mengakibatkan V-belt tidak lagi memiliki nilai ketegangan yang cukup.

Kendornya V-belt mengakibatkan putaran yang seharusnya alternator miliki dari putaran mesin tidak mencukupi. Kurangnya putaran inilah yang kemudian mengakibatkan besarnya medan magnet pada alternator berkurang dan mengakibatkan kurangnya output yang mengisi kembali baterai.

Baca juga: Penyebab V-belt Cepat Rusak, Kira-kira?

Oleh karena itu, perlu setiap kali memeriksa kekencangan/ketegangan V-belt untuk memastikan masalah yang satu ini dapat kita hindari.

Masalah terkait V-belt akan lebih parah jika ternyata V-belt putus. Putusnya V-belt mungkin sekali terjadi. V-belt karena adanya panas belebih pada ruang mesin, akan menjadi retak-retak dengan berjalannya waktu. Ini akan mengakibatkan kemungkinan putus pada waktu tertentu.

Putusnya V-belt akan mengakibatkan putaran dari mesin yang seharusnya tersampaikan ke alternator hilang sama sekali. Hilangnya putaran dari mesin ini juga akan mengakibatkan hilangnya medan magnet yang ada pada alternator. Sehingga output dari alternator untuk menyuplai kembali bateri benar-benar hilang. Dan tentu saja jika ini terjadi, baterai dapat benar-benar kehabisan daya (tekor).

Cara mengatasi masalah

Untuk mengatasi masalah-masalah di atas ada beberapa hal yang perlu sahabat teknisi mobil lakukan jika sahabat teknisi mobil sudah mulai paham akan sistem pengisian atau oleh mekanik atas sepengetahuan sahabat teknisi mobil. Saya tidak memberikan teknis pengerjaan tetapi hanya untuk arahan pengerjaan saja. Berikut adalah yang harus Anda kerjakan.

  • Jika fuse putus. Ganti fuse dengan spesifikasi yang sama dengan yang lama.
  • Sikat habis. Ganti sikat.
  • Dioda atau rangkian dioda putus. Ganti dioda.
  • V-belt kendor atau putus. Kencangkan atau ganti dengan yang baru.
  • Regulator terbakar. Ganti regulator dengan yang baru.
  • Alternator bermasalah. Periksa (ganti jika perlu) kumparan stator dan rotor yang bermasalah.

Kesimpulan

Melihat semua kemungkinan penyebab sistem pengisian tidak bekerja, maka dapat kita pahami bahwa hampir semua bagian pada sistem pengisian akan dapat mengakibatkan tidak bekerjanya sistem pengisian. Bahkan jika kita lihat hanya masalah V-belt kendor saja, dapat mengakibatkan output daya yang masuk ke dalam baterai sebagai pengisian ulang tidak terpenuhi. Oleh karena itu, pemeriksaan yang berkelanjutan baik dari mulai V-belt, regulator, alternator, dan bahkan sekring perlu kita lakukan untuk menjaga kinerja sistem pengisian tetap baik.[]

Komentar ditutup.