4 Akibat Celah Busi Tidak Tepat

Teknisimobil.com – Terkadang masalah kecil bisa menjadi berdampak besar. Ya itu ungkapan yang saya pikir tepat untuk akibat celah busi tidak tepat. Saya katakan demikian karena sesungguhnya busi, apa pun mereknya Denso vs NGK, adalah komponen yang paling terakhir dalam daftar komponen sistem pengapian mobil.  Yang secara fungsi tidak bergitu sepenting jika dibandingkan distributor, koil, atau bahkan kondensor. Tetapi itu adalah realita, pada saat sebuah busi celahnya tidak distel dengan tepat, maka pengapian sesempurna apa pun akan tidak ada gunanya. Itu lah sekelumit alasan artikel ini saya buat untuk mungkin saja sekedar pengetahuan saja terlebih untuk para pecinta otomotif, adek-adek SMK otomotif, dan praktisi di bengkel-bengkel di Indonesia.

Akibat Celah busi tidak tepat

Salah satu alasan yang tepat celat busi harus tepat karena busi sebagai komponen akhir untuk memercikan bunga api ke dalam ruang pembakaran. Pembakaran yang sempurna adalah dambaan untuk setiap mesin mobil. Dengan pembakaran sempurnya mesin dapat bekerja dengan optimal dan tenaga yang dihasilkan pun sempurna. Sebaliknya pembarakan yang tidak sempurna mengakibatkan adanya detonasi dan masalah sulitnya mesin hidup dan masalah mesin lainnya.

Masalahnya sekarang, apa akibatnya untuk 4 kemungkinan kondisi yang tekait dengan celah busi terhadap pengapian sebuah mobil. Berikut adalah uraiannya.

Pertama – Terlalu Lebar

Akibat celah busi tidak tepat pertama adalah akibat ketika celah busi terlalu lebar. Perhatikan gambar berikut.

Akibat Celah Busi Tidak Tepat

Celah busi yang benar adalah antara 0,7-0,9 mm. Dan lebih tepat lagi apabila Anda mengetahui berapa celah yang dibutuhkan oleh mesin Anda berdasarkan buku manual kendaraan. Lalu apa masalahnya ketika celah busi terlalu lebar atau besar?

  • Apabila celah busi terlalu besar, mesin mobil akan sulit untuk dihidupkan pertama kali. Karena dalam kondisi mesin dingin dibutuhkan pembakaran yang benar-benar baik untuk penyalaan pertama kali. Mesin akan mudah hidup meskipun celah busi lebar, pada saat mesin sudah panas. Mesin dalam kondisi panas berarti ruang bakar juga panas. Panas ruang bakar inilah yang membantu busi dalam melakukan pembakaran bahan bakar dan udara. Sehingga pada saat panas, busi yang terlalu lebar tidak berdampak.
  • Akibat berikutnya adalah isolator-isolator tengangan tinggi pada busi mobil Anda akan mengalami kerusakan yang lebih cepat dari umur busi yang dalam kondisi penyetelan normal.
  • Celah busi yang lebih besar berarti membutuhkan tegangan listrik yang lebih besar juga. Padahal kapasitas kumparan pada koil pengapian tidak dapat begitu saja ditambah untuk membangkitkan tegangan yang lebih besar lagi. Ini akan mengakibatkan mesin mobil tersendat-sendat pada saat warming-up. Bahkan jika memang begitu terlalu besar mesin tidak akan normal meskipun telah panas.

Kedua – Telalu Sempit

Akibat celah busi tidak tepat kedua adalah ketika celat busi telalu sempit. Perhatikan celat elektroda busi berikut ini.

Akibat Celah Busi Tidak Tepat

Ini kebalikan dari yang saya jelaskan pertama. Tetapi bagaimana lebih tepatnya?

  • Celah busi yang telalu rapat bukan akan menambah loncatan bunga api tambah baik tetapi justru tambah lemah. Penyalaan ruang bakar akan terganggu jika kita paksakan celah busi dalam keadaan yang terlalu sempit.
  • Akibat berikutnya jelas terkait dengan power atau daya kuda sebuah mobil. Keadaan ini akan mengakibatkan penurunan daya kuda karena kemampuan pembakaran yang sangat lemah. Ini adalah kerugian besar terutama yang menyukai berkendaraan dengan kecepatan tinggi.
  • Akibat terakhir adalah elektroda cepat kotor. Kok bisa? Ya bisa, karena pembakaran yang tidak sepurnya akan terjadi sisa bahan bakar dan udara di dalam ruang bakar. Sisa-sisa bahan bakar dan udara di dalam ruang pembakaran ini akan menempel pada elektroda busi.

Ketiga – Bersatu dengan Elektroda

Akibat celah busi tidak tepat ketiga adalah ketika elektroda busi menempel satu sama lain alias “dempet”. Perhatikan keadaan elektroda busi semacam ini pada gambar berikut.

Akibat Celah Busi Tidak Tepat

Masalahnya yang pertama kita tanyakan, kok bisa terjadi ya? Hahaha…. Ini juga membuat saya tertawa geli. Ini sangat tidak mungkin terjadi secara normal. Tetapi ini bisa saja terjadi. Ketika Anda memasang busi dengan kunci busi yang tidak oke, busi dapat jatuh terlebih dahulu ke lubang busi dan membentur salah satu dindingnya. Akibat benturan ini lah yang sangat mungkin membuat busi kehilangan celahnya. Kalau sampai terjadi seperti ini apa akibatnya?

  • Jelas akibat tidak ada celah pada busi, busi akan mati alias tidak bisa memercikan bunga api. Tujuan celah busi adalah agar terjadi loncatan bunga api. Jika tidak ada celah ya tidak ada loncatan.
  • Mesin bisa jadi tetap masih bisa hidup jika busi-busi yang lain baik. Tetapi tentu tidak normal. Mesin akan “kincat” saat hidup. Ini seperti kasus mesin yang salah satu businya mati dengan alasan selain tidak ada celah antar kedua elektroda busi.

Keempat – Terpuntir

Akibat celah busi tidak tepat terakhir adalah ketika elektroda samping (grounding) terpuntir. Seperti ditunjukkan pada gambar berikut ini.

Akibat Celah Busi Tidak Tepat

Mengapa bisa terjadi demikian? Ini terjadi biasanya pada saat melakukan penyetelan. Ketika busi disetel hendak dipersempit atau diperlebar menggunakan SST atau obeng tipis biasa, kelalaian bisa saja terjadi. Penyetelan kemudian mengakibatkan elektroda samping menjadi terpelintir. Apa akibatnya jika elektroda terpuntir?

  • Loncatan bunga api yang terjadi jelas tidak normal. Bunga api akan terkadang sempurna terkadang tidak akibat dari putiran tersebut.
  • Mesin akan “kincat” tetapi tidak setiap saat. Ini akan lebih membingungkan untuk troubleshooting. Jika selalu kincat setiap saat, mekanik akan mudah menerkanya. Tetapi jika hanya sesekali akibat masalah ini, mekanik akan sulit menemukan masalahnya dan harus menelusuri masalah satu per satu.

Oleh karena itu, ketika menyetel celah busi sebaiknya sangat berhati-hati jangan sampai niatan baik malah menjadi masalah yang lebih rumit lagi.

Tambahan

Sebagai tambahan, kejadian untuk kasus pertama yakni celah busi semakin besar adalah karena terjadinya keausan pada elektroda busi itu sendiri. Oleh karena itu, pada saat melakukan tune-up mesin, busi wajib untuk diperiksa, dibersihkan, distel ulang, bahkan jika memang diperlukan diganti. Masalah busi bisa jadi masalah sepele tetapi ini sangat menentukan kinerja setelah sistem pengapian sudah berjalan dengan baik di komponen-komponen lainnya.[]

(1) Comment

  1. Pingback: Celah Busi yang Benar, Bagaimana?-Teknisimobil.com

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *