3 Proses atau Cara Kerja Motor Starter pada Mobil

Teknisimobil.com – Meneruskan artikel yang membahas tentang komponen-komponen motor starter mobil, kali ini kita akan melihat proses atau cara kerja motor starter mobil. Terutama bagi calon mekanik atau praktisi bidang otomotif roda empat, artikel ini akan sangat membantu Anda dalam menangani masalah yang terjadi pada sebuah motor starter. Berikut adalah uraian lengkapnya.

Cara Kerja Motor Starter

Motor starter baru akan hidup pada saat posisi kunci kontak pada posisi ST (start), meskipun pada saat sebelum posisi tersebut arus sudah masuk ke solenoid melalui terminal 30. Lihat kembali: Rangkaian kelistrikan motor starter. Untuk lebih jelaskan, mari kita bahas sama-sama proses atau cara kerja motor starter pada sebuah mobil. 

Pertama – Posisi Starter Switch ON

Gambar di bawah menunjukkan aliran arus pada saat starter switch posisi ON. Arus akan bergerak sebagai berikut:

Baterai (terminal (+)) \rightarrow terminal 50 \rightarrow hold-in coil \rightarrow masa.

Baterai (terminal (+)) \rightarrow terminal 50 \rightarrow pull-in coil \rightarrow field coil \rightarrow armature \rightarrow masa.

Untuk lebih lengkapnya perhatikan penjelasan berikut.

Cara Kerja Motor Starter

Pada saat kunci kontak (KK) diputar pada posisi ON dan diteruskan dengan start, arus akan mengalir melalui terminal 50/ST, perhatikan gambar di atas. Arus yang masuk melalui terminal 50 akan diteruskan ke pull-in coil dan hold-in coil yang ada pada solenoid (switch starter). Arus yang melalui hold-in coil akan diteruskan ke masa.

Apa yang terjadi dengan aliran arus semacam ini? Kondisi semacam ini mengakibatkan adanya medan magnet dengan arah yang sama pada pull-in coil dan hold-in coil karena arah arus yang searah. Medan magnet ini selanjutnya akan menarik plunger yang mengakibatkan contact plate akan bergerak menuju arah terminal 30 dan terminal C (tetapi tidak sampai menghubungkan kedua terminal tersebut). Pada saat yang bersamaan dengan hal tersebut, drive lever akan bergerak menggeser starter clucth untuk menghubungkan gigi pinion ke ring gear yang ada pada flywheel.

Sementara itu, arus yang melalui pull-in coil akan menuju ke terminal C (perhatikan baik-baik ujung kumparan (pull-in coil) yang terhubung dengan terminal C dari bawah). Dari terminal C, arus akan terus mengalir ke seluruh gulungan medan (field coil) yang kemudian akan ke armature melalui sikat positif. Kemudian melalui sikat negatif, arus ini akan menuju ke masa bodi kendaraan.

Dengan adanya aliran arus yang mengalir ke field coil yang relatif kecil (hanya dari terminal 50/ST) maka armature akan berputar lambat. Ingat bahwa terminal C dan terminal 30 pada main switch belum terhubung oleh contact plate.  Putaran armature yang lambat inilah yang meungkinkan perkaitan antara gigi pinion dengan roda gigi pada flywheel terjadi secara lembut.

Kedua – Pinion Terkait Penuh dengan Roda Gigi Flywheel

Bagian kedua dari cara kerja motor starter adalah terkaitnya pinion gear secara penuh. Perhatikan gambar di bawah ini. Gambar menunjukkan keadaan pada saat roda gigi pinion terkait penuh dengan roda gigi flywheel. Pada keadaan ini aliran arus listrik dapat dijelaskan secara sederhana seperti berikut.

Baterai (terminal (+)) \rightarrow terminal 50/ST \rightarrow hold-in coil \rightarrow masa (ground).

Baterai (terminal (+)) \rightarrow terminal 30 \rightarrow contact plate \rightarrow terminal C \rightarrow field coil \rightarrow armature/angker \rightarrow masa (ground).

Yang dapat dijelaskan secara lengkap sebagai berikut.

Cara Kerja Motor Starter

Pada langkah sebelumnya, gigi pinion dapat terkait dengan baik (lembut) dengan roda gigi pada flywheel karena putaran armature yang masih lambat. Ketika gigi pinion sudah terkait secara penuh dengan roda gigi flywheel, contact plate akan menutup penuh main switch. Pada saat contact plate menutup penuh, secara otomatis terminal C dan terminal 30 akan terhubung.

Pada saat terminal C dan terminal 30 terhubung, arus yang mengalir ke pull-in coil terputus. Akibatnya medan magnet yang berasal dari pull-in coil hilang dan juga arus yang mengalir ke terminal C melalui ujung kumparan pull-in juga terputus. Tetapi arus yang mengalir pada hold-in coil masih tetap ada. Ini bertujuan untuk tetap membangkitkan medan magnet padanya sehingga mampu menahan pinion gear tetap terhubung dengan roda gigi flywheel sekaligus menahan contact plate tetap menghubungkan terminal C dan terminal 30.

Di sisi lain dalam keadaan semacam itu, arus dari baterai (+) tentu saja langsung mengalir ke armature melalui terminal 30 ke terminal C. Arus besar yang mengalir ke armature/angker ini akan mengakibatkan armature berputar dengan cepat. Secara otomatis akan memberikan torka (gaya putar) yang besar pada gigi pinion.

Torka (gaya putar) yang besar yang dimiliki oleh roda gigi pinion inilah yang selanjutnya akan diteruskan ke roda gigi flywheel. Sehingga poros engkol dan komponen yang terkait langsung (connecting road, piston, dll) akan ikut berputar dan menghasilkan kerja mesin. Pada saat mesin telah hidup, putaran roda gigi flywheel lebih cepat dibandingkan dengan roda gigi pinion. Ini akan mengakibatkan adanya putaran balik yakni ring gear yang semula diputar oleh armatur melalui roda gigi pinion, sekarang putaran mesin melalui ring gear memutar armature melalui roda gigi pinion.

Apakah ini berbahaya? Tentu saja jika putaran balik ini terjadi akan berbahaya dan fatal akibatnya bagi motor starter. Tetapi tenang putaran balik tersebut dapat dihindari. Untuk menghindari putaran balik yang dapat mengakibatkan kerusakan motor starter tersebut, maka pada motor starter dilengkapi dengan komponen kopling starter. Komponen starter clutch inilah yang akan membebaskan armatur dari putaran mesin melalui ring gear.

Ketiga – Posisi Starter Switch OFF

Bagian ketiga dari cara kerja motor starter adalah posisi starter switch OFF. Perhatikan gambar berikut. Gambar menunjukkan aliran arus listrik pada saat posisi starter switch OFF. Secara sederhana aliran arus listrik tersebut adalah sebagai berikut.

Baterai (terminal (+)) \rightarrow terminal 30 \rightarrow contact plate \rightarrow terminal C \rightarrow pull-in coil \rightarrow hold-in coil \rightarrow masa (ground).

Baterai (terminal (+)) \rightarrow terminal 30 \rightarrow contact plate \rightarrow terminal C \rightarrow field coil \rightarrow armature/angker \rightarrow masa.

Untuk penjelasan lebih lanjut, silahkan pahami uraian berikut ini.

Cara Kerja Motor Starter

Ketika starter switch OFF atau dengan kata lain posisi KK dalam posisi IG/ON, maka arus yang melalui terminal 50 akan terputus. Terputusnya arus yang masuk ke terminal 50 ini mengakibatkan aliran arus yang masuk ke hold-in coil dan pull-in coil juga terputus. Tetapi untuk arus masih akan tetap ada di kedua kumparan tersebut karena disuplai dari terminal C. Perhatikan gambar di atas dengan seksama.

Arus yang mengalir dari terminal C ke kedua kumparan tersebut berlawanan arah. Sehingga mengakibatkan terbentuknya medan magnet dengan arah yang berlawanan juga. Ini mengakibatkan terjadinya demagnetisasi atau penghilangan daya kemagnetan yang terjadi pada kedua kumparan.

Hilangnya daya kemagnetan pada hold-in coil dan pull-in coil inilah yang kemudian dapat membuat plunger kembali ke posisi  semula dengan bantuan return spring. Dengan kembalinya plunger pada posisi semula maka roda gigi pinion akan terlepas dari roda gigi flywheel.

Pada saat yang sama, posisi contact plate akan kembali ke keadaan semula yang mengakibatkan terminal 30 dan terminal C pada main switch tidak lagi terhubung. Dengan demikian, arus listrik yang mengalir menuju terminal C terputus dan motor starter berhenti berputar.

Kesimpulan

Tampak bahwa pada tiga proses yang dialami selamat kerja motor starter berlangsung, dibutuhkan kelengkapan dari semua komponen yang terlibat di dalam sebuah motor starter. Apabila terdapat komponen dari motor starter yang bermasalah, maka akan ada masalah pada kinerja motor starter. Dan sangat mungkin motor starter tidak dapat bekerja sama sekali. Oleh karena itu, jika Anda mengalami masalah pada motor starter mobil Anda, pastikan bahwa semua komponen bekerja dengan baik sebelum Anda mencoba untuk menghidupkannya kembali.[]