3 Penyebab Klep Mobil Bengkok

Teknisimobil.com – Klep adalah komponen terakhir tempat masuknya bahan bakar dan udara dan komponen awal gas sisa pembakaran keluar dari ruang bakar. Bocor klep dapat berakibat fatal. Terlebih lagi bocor bukan karena penyetelan klep yang tidak tidak benar. Begitu penting peran sebuah klep dalam sistem penyaluran bahan bakar dan udara sehingga penyetelan klep menjadi bagian wajib yang harus dilakukan dalam kegiatan tune up mobil. Tetapi masih ada yang lebih berbahaya dari sekedar bocor klep, yakni klep mobil bengkok. Masalahnya apa penyebab klep mobil bengkok dapat terjadi? Berikut adalah ulasan lengkapnya.

Penyebab Klep Mobil Bengkok
Contoh klep sebuah mesin mobil yang bengkok. Sumber: blog.exair.com

Penyebab klep mobil bengkok

Setiap kendaraan dengan mesin pembakaran internal memiliki klep masuk dan katup buang. Klep intake ada di kepala silinder. Saat mesin siap untuk memasukkan udara dan campuran bahan bakar ke dalam silinder, klep intake akan terbuka dan memungkinkan campuran memasuki ruang pembakaran. Setelah itu terjadi, klep buang akan terbuka sehingga semua gas yang terbakar dan asap knalpot bisa terlepas dari silinder. Baik klep intake maupun exhaust harus berfungsi agar proses pembakaran internal berjalan lancar.

Jika Anda melakukan penggantian oli secara teratur dan menjaga mesin Anda tetap terjaga, maka Anda akan mendapati klep masuk dan buang yang tahan lama. Namun, jika mesin Anda mulai mengalami masalah dengan panas berlebih, maka itu dapat menyebabkan klep menyentuh bagian atas piston dan menjadi bengkok. Ini akan merusak banyak komponen selain piston, seperti camshaft, komponen penggerak klep, dan rocker arm.

Lalu apa saja penyebab klep mobil bengkok?

Pertama – Oli mesin yang terlalu sedikit

Kapasitas oli mesin atau tingkat oli mesin yang rendah menjadi penyebab klep mobil bengkok. Seperti yang Anda ketahui, oli diperlukan untuk melumasi mesin dan mendinginkan komponen yang berputar dan bergesekan. Jika jumlah oli yang berjalan melalui mesin kurang, maka akan menciptakan lebih banyak gesekan. Setelah itu terjadi, lebih banyak panas yang dihasilkan dan klep kemudian akan terjebak pada lubang klep di kepala silinder. Ini mengakibatkan klep dapat berbenturan dengan piston, yang membuat klep menjadi bengkok.

Kedua – RPM melebihi batas

Penyebab klep mobil bengkok adalah over-revving atau RPM melebihi batas yang diizinkan.

Sebagian besar mesin pembakaran internal modern dirancang untuk tidak pernah melewati sejumlah RPM tertentu. Ini dilakukan untuk alasan keamanan sehingga mesin Anda akan bertahan lama. Jika mesin Anda berputar pada RPM lebih cepat dari batas maksimum yang diizinkan, akan menyebabkan klep bengkok dan mesin menjadi rusak. Over-ravving dapat meregangkan klep dan membuat kontak dengan piston secara langsung.

Ketiga – Putus Timing Belt

Mesin Anda memiliki timing belt yang membuatnya bekerja dengan lancar. Jika timing belt ini rusak atau bahkan putus, klep dan piston pada akhirnya akan beradu satu sama lain. Ini terjadi karena pengaturan waktu antara klep dan piston tidak aktif. Timing belt perlu diganti untuk memperbaiki masalah ini. Tetapi tentu saja dengan perbaikan yang lain seperti penggantian klep yang bengkok dan lain sebagainya jika sampai timing belt mobil Anda putus.

Dari ketiga penyebab klep mobil bengkok yang paling sering ditemui adalah kekurangan oli. Oleh karena itu, cek oli mesin Anda secara teratur. Ya, setidaknya seminggu sekali lah atau seminimal mungkin satu bulan sekali. Jangan hanya gara-gara oli kurang klep mesin mobil Anda bengkok dan dana besar menunggu untuk perbaikan.

(2) Comments

  1. Maulana

    Saya mau bertanya karena tidak memiliki buku panduan teknisnya..apakah ukuran menyetel klep itu penting..boleh diinformasikan berapa ukuran untuk intake dan exhaust klep pada Daihatsu taruna yaa.. terimakasih

  2. Teknisi Mobil - Post author

    Penting kak Maulana. Ukuran celah klep menentukan banyaknya jumlah bahan bakar yang masuk pada ruang bakar dan kecepatan memuang gas sisa pembakaran ke udara. Biasanya ukuran klep intake lebih kecil dari klep exhaust. Untuk ukuran tepatnya bagi kendaraan lama biasanya sudah tidak standar lagi sehingga sering kami melakukannya kira-kira. Coba saja untuk ukuran 25 dan 40. Jika masih 'bunyi' silahkan disesuaikan saja. Tapi yang jelas ukuran klep masuk lebih kecil dari klep buang. Terima kasih.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *