2 Cara Memeriksa Kabel Busi

Teknisimobil.com – Meskipun kabel busi bukan yang paling penting dari beberapa komponen sistem pengapian, tetapi kerja kabel busi cukup berat. Kabel busi dan juga tentu kabel koil harus mampu menyalurkan arus listrik bertegangan tingghi bahkan hingga puluhan ribu volt. Ini bukan perkara mudah. Terlebih lagi, untuk memercikan bunga api di dalam ruang bakar, sebuah busi memerlukan daya yang stabil dan besar dari koil. Inilah mengapa menjaga untuk kabel busi tetap dalam keadaan baik sangat penting. Tetapi bagaimana kita tahu bahwa kabel busi ini dalam kondisi baik? Berikut kami sampaikan cara memeriksa kabel busi.

Cara Memeriksa Kabel busi

Kabel busi

Kabel tegangan tinggi atau kabel busi adalah kabel yang menghubungkan distributor, koil pengapian, atau magneto ke masing-masing busi di beberapa jenis mesin pembakaran internal. Kabel tegangan tinggi juga digunakan untuk kabel listrik apa pun yang membawa tegangan tinggi dalam konteks sembarang teknologi. Kebel tegangan tinggi, seperti banyak komponen mesin, aus seiring waktu. Oleh karena itu, pemeriksaan baik visual atau dengan menggunakan alat ukur wajib dilakukan.

Cara Memeriksa Kabel busi secara visual

Cara memeriksa kabel busi yang pertama adalah dengan melakukan pemeriksaan visual. Pemerisaan ini artinya pemeriksaan yang hanya mengandalkan panca indra tanpa menggunakan alat apa pun. Dalam pemeriksaan ini ada tiga langkah yang perlu dilakukan.

Pertama – Langkah pertama tentu melepaskan kabel busi dari busi dalam ruang mesin. Lepaskan kabel busi secara perlahan dan hati-hati. Caranya adalah dengan memegang bagian pemegang (holder) kabel busi yang biasanya terletak pada ujung-ujung kabel busi. Lihat gambar di bawah ini.

Cara Memeriksa Kabel busi

Kedua – Perhatikan gambar di bawah.

Cara Memeriksa Kabel busi

Gambar di atas menunjukkan pemeriksaan secara visual. Anda dapat mengamati dari kemungkinan kabel busi mengalami keretakan, terbakar, dan kemungkinan isolasi kabel rusak.

Ketiga – Mungkin saja Anda akan menemui masalah secara visual pada kabel busi. Apabila memang demikian, kabel busi harus diganti. Ingat tenggangan yang dibawa oleh kabel busi sangatlah tinggi sehingga akan berbahaya jika ada kerusakan fisis dan Anda memaksa untuk menyambung seprti kabel listrik biasa (220 volt) yakni dengan isolasi. Ini sangat berbahaya!

Cara memeriksa kabel busi dengan Alat ukur

Cara memeriksa kabel busi yang kedua adalah dengan alat ukur. Alat ukur yang dipakai adalah multimeter atau AVO-meter. Terdapat tujuh langkah yang harus Anda lakukan untuk melakukan pemeriksaan kabel busi dengan cara ini.

Kedua – Ambil multimeter atau AVO-meter dan set lah pada skala 1 kilo Ohm. Baca Cara menggunakan AVO-meter jika Anda belum paham.

Pertama – Langkah pertama tentu saja melepaskan kabel busi dari busi.

Ketiga – Setelah melakukan pengesetan, silahkan Anda hubungkan kabel busi pada ujung-ujung probe multimeter, seperti ditunjukkan pada gambar berikut.

Cara Memeriksa Kabel busi

Keempat – Baca nilai yang terukur pada AVO-meter.

Kelima – Hasil pengukuran tiap-tiap kabel busi tidak boleh melebihi 25K Ohm. Bagaimana jika lebih dari nilai ini? Jika tidak terlalu besar perbedaannya, sebenarnya tidak masalah. Tetapi efeknya adalah arus listrik dengan daya besar akan berkurang drastis karena hambatan yang terlalu besar. Ini mengakibatkan percikan bunga api pada busi akan kecil dan pengapian akan tidak normal. So, apabila Anda menemui nilai perbedaan yang sangat tinggi, silahkan ganti saja dengan kabel busi yang baru.

Keenam – Kabel busi yang memiliki hambatan di bawah 25K Ohm merupakan kabel busi yang baik.

Ketujuh – Lakukan pengukuran lebih dari satu kali untuk memastikan bahwa kabel busi dan juga koil dalam kondisi yang diharuskan. Lakukan langkah 1-6 di atas pada semua kabel busi. Dan jangan lupa memasang kembali kabel busi sesuai dengan Firing Order (FO) pengapian.

Penting juga jika Anda memutuskan untuk mengganti kabel busi yang baru dan Anda seharusnya mengukur hambatan kabel tersebut untuk memastikan hambatannya dalam kondisi yang disarankan. Ini akan lebih aman sebelum Anda memasangnya pada busi.[]

(3) Comments

  1. Pingback: Gangguan Elektromagnetik pada Kelistrikan Otomotif-Teknisimobil.com

  2. Pingback: Cara Kerja Sistem Pengapian Mobil Bensin-Teknisimobil.com

  3. Pingback: 6 Langkah Mudah Mengganti Busi Mobil-Teknisimobil.com

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *