Tentang Transmission Solenoid Transmisi Otomatis

Teknisimobil.com-Pada kesempatan kali ini teknisimobil akan membahas masih mengenai transmisi otomatis, yakni membahas tentang transmission solenoid transmisi otomatis. Beberapa hal akan kami bahas termasuk juga gejala kerusakan yang terjadi pada solenoid tersebut

Transmission Solenoid

Transmission solenoid pada sebuah transmisi otomatis©imgur

Advertisements

Transmisi otomatis modern menggunakan pressurized hydraulic fluid untuk mengganti (memindahkan) gigi-gigi. Setiap kali penggantian (pemindahan) gigi diperlukan, komputer mobil mengaktifkan sebuah transmission solenoid, yang secara langsung oli transmisi masuk ke dalam valve body untuk menggerakkan gigi dengan benar.

Jika satu dari electro-mechanical valves gagal, maka semua masalah-masalah transmisi dapat terjadi.  Jadi, mari kita lihat lebih dekat  tentang solenoid, dan permasalahan-permasalahan umum yang terkait dengannya.

Bagaimana sebuah Transmission Solenoid Bekerja?

[Baca juga: Brake Hold mobil Honda HR-V]

Ketika Anda akan melakukan perjalanan dengan menghidupkan mobil, komputer mobil menganalisis data yang dikirim oleh vehicle speed sensors dan engine speed sensors. Berdasarkan informasi ini, Engine Control Unit (ECU), atau Transmission Control Unit (TCM), mengerjakan perintah upshift/downshift dengan mengirimkan sebuah sinyal ke satu dari beberapa shift solenoids.

Solenoid-solenoid transmisi ini mempunyai sebuah plunyer spring-loaded di dalamnya, yang dibungkus dengan kawat (kabel). Ketika koil kabel ini menerima sebuah permintaan secara elektrik dari TCM/ECU, koil menyebaban plunyer terbuka, mengizinkan oli transmisi mengalir ke dalam valve body dan menekan kopling dan bands. Ketika ini terjadi, transmisi melakukan penggantian gigi-gigi dan Anda dapat memacu kendaraan Anda di jalan.

Komputer mobil dapat mengontrol transmission solenoid dalam beberapa cara. Jika kendaraan dilengkapi dengan dedicated Transmission Control Unit, transmission solenoid dapat membuka atau menutup rangkaian hidrolik menggunakan sinyal direct 12v. Atau, ECU dapat mengontrol plunyer solenoid dengan memutar ground circuit pada posisi hidup (on) dan mati (mati). Sebuah solenoid dapat digunakan untuk mengontrol gigi tunggal atau gigi ganda, bergantung pada kompleksitas desain yang dipakai.

Transmission Solenoid

Bagian-bagian transmisi otomatis©transmissionrepaircostguide

Bacaan Terkait:

4 Jenis Pola Rotasi Ban Mobil yang Perlu Anda Tahu, Seperti Apa?

Mensin Mobil Overheating? Anda Perlu Lakukan 8 Hal Ini Segera

Gejala Masalah Transmission Solenoid

Transmission Solenoid

Bagian dalam sebuah transmission solenoid©troubelcodes

Sebuah transmission solenoid dapat mengalami masalah elektrik, atau oli transmisi kotor yang menyebabkan shift solenoid menjadi terus menerus terbuka/tertutup. Sembarang perubahan dalam terkanan oli transmisi dapat menyebabkan berbagai malasah serius, meliputi;

Erratic shifting (Gerak shifting tak menentu)-Jika Anda sedang mengalami permasalahan pada transmission solenoid, gearbox dapat berpindah tak menentu baik ke gigi lebih atas atau bawah, shift bergerak ke belakang dan ke depan berulang kali, atau selalu pada gigi tertentu dan tidak mau berpindah (dipindahkan).

Transmisi tidak dapat berpindah ke gigi lebih rendah-Jika tranmisi tidak mau berpindah ke gigi yang lebih rendah, satu dari shift solenoids dapat saja terus terbuka atau tertutup, mencegah oli dari saluran masuk transmission valve body menekan gigi secara benar.

Terlambat berpindah atau selalu netral-Pada transmisi otomatis yang pemindahan gigi-giginya dikontrol secara elektrik seharusnya dapat melalukan regulasi tekanan oli untuk mengaktifkan gigi-gigi transmisi. Jika shift solenoid menerima terlalu banyak atau terlalu sedikit arus listrik, atau oli transmisi kotor telah menyebabkannya menjadi selalu terbuka atau selalu tertutup, pemindahan gigi-gigi transmisi mungkin saja akan sulit terjadi atau terjadi keterlambatan, yang dapat menyebabkan transmisi bekerja pada kondisi netral saja.

Baca juga:

Langkah Mudah Mengganti Oli Mesin Mitsubishi Pajero

Cara Mengganti Oli Mesin dan Filter Oli Honda Jazz

Cara Mengganti Oli Mesin dan Filter Oli Honda CR-V

Karena solenoid-solenoid dihubungkan dengan sistem kelistrikan kendaraan, ECU akan selalu mendata kode error dan memantik lampu check engine menyala jika terjadi kesalahan. Jika ini terjadi, transmisi dapat dalam kondisi limp/fail mode, di mana transmisi hanya akan bekerja pada gigi ke dua dan ke tiga pada laju kendaraan maksimum.

Transmission Solenoid

Contoh solenoid pack©photobucket

Hal pertama yang seorang mekanik seharusnya lihat adalah error codes. Gunakan alat scanner, teknisi dapat menentukan sumber masalah solenoid. Permasalahan dapat sangat sederhana seperti jeleknya grounding, atau separah-parahnya adalah kerusakan permanen pada solenoid.[]

(11) Comments

  1. Uaz

    Terimakasih Pak bermanfaat sekali artikelnya. Maaf Pak mau tanya juga saya ni punya keluhan di mobil hyundai santa fe 2.7 2003 matic nya ketika di pindah ke D ada suara jedug sampai mobil aga goyang dan ketika di pindah ke R suara jedugnya lebih keras. 6 bulan yg lalu suara jedug kadang ada tapi sedikit gak keras dan jarang,setelah itu mobil gak dipakai bahkan gak pernah dihidupin selama 6 bulan sekarang begitu di pakai suara jedug itu setiap pindah D atau R ada bahkan keras banget saya gak jadi pake nya, Apakah itu tanda transmisi maticnya rusak ? Lalu apa solusi mengatasi masalah itu Apakah bisa diatasi tanpa harus turun mesin ? Maaf Pak teknisi mohon pencerahannya Terimakasih

  2. Nugroho

    Ijin admin numpang tanya : mobil saya mercy type w210 e230 tahun 97.keluhan saya mobil sebelum dan sesudah ganti oli mesin dan oli matic tidak mau pindah gigi dan tetap ngelock di posisi 4 klo di bejeg top speed mobil cuman meraung saja.nah itu kendalanya apa ya.makasih min.

  3. Teknisi Mobil - Post author

    Ini kemungkinan ada data error yang tersimpan pada ecm. Coba Pak Ujang minta ke bengkel untuk reset data errors transmisi. Setelah itu, lihat apakah ada perubahan atau tidak.

  4. UJANG SB

    Admin..yth. Mobil saya toyota camry 2.4G 2004..pernah over haul, ganti kopling. Tapi setelah diperbaiki malah terjadi masalah pada transmisinya..kecepatan tertahan pada kecepatan 3 saja..tidak mau pindah ke kecepatan tertinggi. Saya coba cabut baterai..dan saya jalan mobil perpindahan 2 ke 3 tertahan dan bisa pindah 3 ke 4 walaupun masih tertahan..tapi bisa top speed..cuma pada saat turun pada kecepatan rendah ada sura jeduk. Kondisi diatas cuma berjalan hanya 1 jam perjalan saja..setelah itu balok lagi pada kondisi pertama..tidak bisa masuk kekecapatan tertinggi. Solusinya seperti apa..saya dah bingung dengan kendala matuc mobil saya.. Terima kasih

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Translate »