Transmisi Mengalami Overheating

Teknisimobil.comPecinta otomotif tanah air yang budiman, kali ini teknisimobil akan membahas tentang hal-hal mengenai transmisi mengalami overheating. Seperti yang diketahui bersama bahwa transmisi adalah salah satu komponen penting dari beberapa komponen-komponen penting lainnya. Oleh karena itu, penting rasanya untuk memperhatikan bahwa transmisi otomatis mengalami overheating atau tidak.

Transmisi Mengalami Overheating

Kendaraan sedang mengalami overheating pada transmisinya©bowlertransmission

Panas (dalam konteks sehari-hari) atau heat istilah dalam bahasa teknik adalah penyebab utama sebuah transmisi mengalami kerusakan fatal. Bukan kesalahan produk atau komponen-komponen yang termakan usia. Panas ini terhitung hampir mendekati 90% yang menyebabkan kerusakan fatal pada transmisi otomatis.

Kelebihan panas pada transmisi memungkinkan awal mula terjadinya berbagai macam masalah yang timbul meliputi, kerusakan pada sel, gigi-gigi transmisi mengalami keretakan, bands transmisi mengalami selip, kerusakan bearing (klahar), tidak beroperasinya solenoid, dan keterlambatan kerja kopling. Untuk bagian-bagian tertentu, temperatur yang sangat tinggi dapat menyebabkannya pecah.

Kebanyakan hal umum menyebabkan overheating (panas yang telampau tinggi) mencakup permsalahan-permasalahan pada solenoid, kebocoran oli, atau jumlah oli yang terlalu sedikit (tidak mencukupi) dan dapat juga diakibatkan oleh oli yang terbakar atau sudah usang (telalu lama tidak diganti). Faktor pembangkit yang menyebabkan overheating yang lain adalah jika Anda selalu berdara pada wilayah dengan temperatur lingkungan yang tinggi, sering berhenti pada saat perjalanan tetapi mesin tetap dalam keadaan hidung dan juga kemacetan di jalan raya serta beban berat yang harus diderita oleh kendaraan Anda.

Bagaimana Oli Transmisi Otomatis Mendinginkan Sebuah Transmisi

Baca juga: Cara Mengganti Saringan Udara Mesin Toyota Camry

Oli mengandung zat kimia aditif yang dapat menghadirkan kemampuan untuk melakukan pelumasan dan tekanan ketika terjadi pergantian gigi-gigi transmisi. Tetapi hal ini bukan fungsi utama. Fungsi utama dari oli transmisi adalah menghilangkan atau mengurangi panas. Gigi-gigi yang berputas, pegas-pegas yang mengembang, dan puntiran turbin-turbin membangkitkan gesekan.

Gesekan ini menghasilkan banyak sekali panas, yang dapat menyebabkan terjadinya keretakan, pengikisan, dan bentuk bahaya-bahaya yang lain di dalam komponen-komponen transmisi jika panas tersebut tidak secepat mungkin dihilangkan atau dikurangi.

Untuk alasan tersebut, oli dirancang untuk menyerap panas tersebut ketika oli mengalir melalui bagian-bagian yang bergerak. Oli kemudian membawa panas keluar dari transmisi ke radiator, yakni tempat fluida panas dipaksa melalui sebuah tempat pendinginan khusus yang menggunakan sirip-sirip aluminium untuk menghilangkan panas dari ATF.

Ketika udara mengalir (melewati) radiator, panas hilangkan dan fluida dingin kemudian dikembalikan ke transmisi melalui saluran lainnya. Jika panas tidak dapat dihilangkan dan dan kemudian kembali ke transmisi dengan cepat, maka transmisi akan mengalami overheat dan ancaman kerusakan akan segera dimulai.

Harapan Umur Oli vs Temperatur

Baca juga: Bengkel mobil ternama di Jawa Tengah

Batas waktu yang terlewati mengakibatkan komponen-komponen organik yang ada di dalam oli mengalami degradasi fungsi. Hal ini mengakibatkan oli berubah mulai dari berwarna merah gelap, kemudian berwarna coklat, dan selanjutnya oli akan berwarna hitam. Ini berarti juga oli sudah mulai “tipis”, yang tentu saja secara signifikan mereduksi sejumlah panas yang terbawa dari bagian-bagian komponen transmisi yang bergerak.

Transmisi Mengalami Overheating

Tingkatan warna oli akibat panas.

Jika transmisi Anda tidak diperiksakan (mengganti filter dan oli) setiap 20.000 sampai 30.000 mil atau setiap 12-18 bulan sekali, fluida akan menjadi tidak efektif bekerja, dan secara normal akan terjadi peningkatan temperatur saat kendaraan sedang beroperasi.

Temperatur operasional ideal oli transmisi adalah 175 derajat. Overheat terjadi setelah temperatur melewati 200 derajat. Sehingga jika Anda mengendarai kendaraan dengan temperatur oli pada 240 dejarat, transmisi Anda akan menuju pada permasalahan yang sangat serius dan kerusakan fatal akan terjadi 4 kali lebih cepat dari kerusakan fatal akibat yang lain. Oli yang dalam keadaan normal dan berkendara pada lingkungan sejuk akan membuat fluida bekerja dengan baik, pemindahan gigi dapat dilakukan dengan mudah, dan tentu membuat umur transmisi menjadi lebih lama.

Temperatur Oli dan Bahayanya

Baca juga: Bengkel mobil ternama di Jawa Timur

  • 220-derajat = terjadi pengikisan pada permukaan-permukaan komponen logam.
  • 240-derajat = terjadi pengerasan pada seal-seal.
  • 260-derajat = bands transmisi dan kopling mulai selip.
  • 295-derajat = seal-seal dan kopling mulai terbakat.

Jumlah oli transmisi yang tidak mencukupi juga akan menyebabkan terjadinya overheat pada transmisi lebih cepat. Tanpa kecukupan ATF untuk mengurangi (menghilangkan) panas, temperatur akan melambung tinggi melewati 260-derajat. Menghasilkan selip pada transmisi. Bahaya yang sangat menghawatirkan pada kopling. Bands transmisi terancam mengalami kelelahan dalam beroperasi. Dan tentu saja ancaman kerusakan pada torka konverter tidak dapat dihindari.

Untuk menjaga agar semua hal tersebut tidak terjadi, periksalah jumlah kecukupan oli transmisi Anda setidaknya setiap sebulan sekali, atau setiap dua minggu sekali lebih baik jika operasi kendaraan Anda cukup tinggi. Dan jangan lupa setiap kali melakukan pemeriksanaan posisikan mesin dalam keadaan hidup sehingga Anda akan mendapatkan pembacaan jumlah oli yang akurat.

Cara Mencegah Transmisi Mengalami Overheating

Baca juga: Cara Mengganti Karet Wiper Mitsubishi Mirage

  1. Memeriksa Oli Transmisi Secara Berkala

Anda seharusnya memeriksa oli transmisi kendaraan Anda setidaknya satu kali dalam satu bulan untuk mengetahui kemungkinan penyebab seperti jumlah oli yang ada di dalam transmisi dan kausan yang ditandai dengan kotor atau terbakarnya oli. Ini akan memudahkan Anda untuk memastikan tanda-tanda peringatan awal sebelum tanda-tanda tersebut menyebabkan masalah-masalah transmisi serius yang dapat membayakan dan menghancurkan transmisi mobil Anda.

Sebagai tambahan untuk memeriksa jumlah dan kualitas oli transmisi menggunakan stik oli, yakinkan untuk mengamati bagian bawah kendaraan Anda bahwa panci oli transmisi tidak penyok. Karena keadaan ini memungkinkan adanya kebocoran oli.

  1. Ganti Oli Sesuai Jadwal

Oli transmisi kendaraan Anda seharusnya diganti setiap 30.000 sampai 60.000 mil. Anda dapat menggantinya sendiri atau mendatangi bengkel tempat penggantian oli.

Jika Anda mengendarai kendaraan pada wilayah dengan temperatur tinggi, banyak berhenti, dan menggalami traffic jam atau beban kendaraan yang terlampau tinggi, oli seharusnya diganti lebih dari yang biasanya, misalnya setiap 15.000 sampai 20.000 mil. Transmisi kendaraan Anda akan selalu dalam keadaan baik, jika oli yang ada pada transmisi dapat terjaga temperaturnya.

  1. Menambahkan Sistem Pendinginan Eksternal

Radiator kendaraan Anda didesain untuk mendinginkan oli, sehingga pastikan untuk mengganti coolant yang ada di dalamnya sesuai dengan petunjuk yang disarankan.

Jika kendaraan Anda menahan beban berat, radiator sendiri tidak cukup untuk menjaga oli tetap dingin. Dalam keadaan ini Anda seharusnya mempertimbangkan untuk memasang pendingin transmisi eksternal.

  1. Menambah Kedalaman Panci Oli

Jika transmisi Anda telah mengalami overheat, maka transmisi Anda perlu ditambahkan panci oli yang lebih besar (dalam). Panci yang lebih besar (dalam) memberikan tambahan oli pada kendaraan Anda. Tambahan oli ini memungkinkan untuk membantu menyerap panas lebih besar dan membuangnya lebih cepat dari transmisi mobil Anda. Panci alumunium merupakan bahan yang baik dalam menyimpan panas.

Sumber-sumber Panas yang Lain

Keausan bands transmisi, kopling, dan solenoid dapat juga menyebabkan transmisi Anda mengalami overheat. Jika bagian tersebut tidak berfungsi sebagaimana mestinya, dapat membangkitkan panas dan yang menyebabkan panas oli secara keseluruhan.[]

(9) Comments

  1. Pingback: Tanda-tanda Transmisi Otomatis Mobil Bermasalah - Teknisimobil.com

  2. Pingback: Karburator vs Electronic Control Injection Saat Warming-up - Teknisimobil.com

  3. Syarif

    Mobil saya mengalami averheating yg berakibat pada kinerja transmisi metic yg tdak mau bekerja. Kalau sdh overheating yg jln hnya gigi rendahnya saja mohon pencerahanya dari suhu mksh....apa yg harus di cek atau di ganti smntara bengkel sprtinya coba2

    1. Teknisi Mobil - Post author

      Jika masalahnya pada transmisi otomatis biasanya pengecekan dimulai dari oli (minyak) tansmisi, baik itu jumlah ataupun kualitas oli. Kemudian, jika oli transmisi berkurang, pengecekan berikutnya adalah mencari sumber kebocoran oli transmisi tersebut. Selain pada saluran oli, bisa juga pada seal-seal di dalam ruang antara mesin dan transmisi (konverter).

  4. Pingback: Masalah Torka Konverter Pada Transmisi Otomatis %-Teknisimobil.com

  5. Pingback: 4 Dasar untuk Diagnosis Mesin yang Tidak Mau Hidup %-Teknisimobil.com

  6. Pingback: Langkah-langkah Mengganti Oli Transmisi Otomatis %-Teknisimobil.com

  7. Pingback: Pengertian CVT pada Mobil Honda Apa?-Teknisimobil.com

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *