Sensor ECT Rusak dapat Berakibat Overheat Engine

Teknisimobil.com – Mobil-mobil keluaran terbaru saat ini dilengkapi dengan berbagai sensor-sensor. Sensor-sensor tersebut biasanya mendukung sistem EFI yang hampir seluruh mobil modern menggunakannya. Salah satu sensor yang ada pada mobil adalah sensor ECT. Jika mengalami masalah ada tanda sensor ECT rusak yang dapat ditemui. Tetapi kerusakan sensor ECT apakah tidak berpengaruh apa-apa? Sepertinya lebih parah dari yang kita duga sederhana. Sensor ECT rusak dapat mengakibatkan overheat engine. Berikut adalah penjelasannya.

Sensor ECT Rusak Berakibat Overheat

Perbedaan sensor ECT lama dan baru sebuah mobil. Sumber gambar: FixMyOldRide

Mobil dengan mesin normal biasanya akan memiliki temperatur normal. Tetapi seringkali mesin kita tidak sepatuh untuk tetap memiliki temperatur normal. Mesin biasanya mengalami temperatur sangat tinggi. Dan tentu saja dalam kondisi mesin seperti ini performa mobil tidak optimal dan tidak hanya itu tapi juga dapat merusak komponen-komponen mesin. Ini sangat riskan untuk dibiarkan begitu saja dan pemeriksaan mobil pada bengkel yang dipercayai adalah jalan terbaik utnuk mencegah lebih parah.

Mesin mobil yang mengalami temperatur tinggi – tidak normal – dapat disebabkan oleh banyak faktor. Temperatur tinggi itu bukan masalah yang harus diselesaikan karena itu adalah gejala dari sesuatu komponen atau peranti yang bermasalah. Seperti halnya manusia, badan dengan panas tinggi menandakan adanya penyakit dalam tubuh kita.

Sistem pendingin mesin mobil terdiri dari radiator, selang radiator, pompa air, thermostat, dan juga sensor ECT. Jika selain ECT dalam keadaan baik dalam arti kata tidak ada kebocoran maka kita patut menduga kuat bahwa penyebab dari mesin yang cepat panas dan tidak pada temperatur normal berasal dari sensor engine coolant temperature (ECT).

Sensor ECT merupakan sensor yang digunakan untuk mengetahui temperatur air coolant radiator. Kerja sensor ECT memiliki fungsi untuk memberikan sinyal ke ECU untuk merespon kebutuhan menghidupkan kipas radiator jika temperatur sudah melebihi ambang yang disyaratkan. Sensor ini terpasang di blok silinder dan ditandai dengan lampu indikator di dashboard jika aktif bekerja dan mendeteksi ketidaknormalan temperatur.

Ketika terjadi kerusakan pada sensor ini berarti tidak ada perintah untuk kipas radiator hidup. Akibatnya pendinginan yang terjadi pada mesin hanya pada sirkulasi air radiator tanpa melalui pendinginan kipa. Jika ini terjadi terus menerus temperatur mesin akan naik seiring waktu. Dan jika terus dibiarkan akan terjadi overheat mesin. Ini bahaya tentu saja bukan?

Sensor ECT memegang peran penting dalam masalah terjadinya overheat engine. Oleh karena itu, jangan mencoba menggunakan sensor aftermarket yang belum teruji. Lebih aman jika kita menggantinya dengan yang orisinal. Jika sensor yang dipakai tidak sesuai spesifikasi akan menjadi kesalahan pada sistem dan akan menambah masalah yang lebih serius.

Lebih lanjut, video saya berikut mungkin bisa membantu;

(2) Comments

  1. Pingback: 5 Tanda Sensor ECT Rusak, Apa Saja?-Teknisimobil.com

  2. Pingback: 8 Aktuator pada Sistem EFI Mobil-Teknisimobil.com

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *