5 Perbedaan Aki Basah vs Kering

Teknisimobil.com – Salah satu bagian sistem kelistrikan mobil yang tidak memiliki peran sentral adalah baterai. Perlu diketahui ada beberapa hal penting tentang baterai. Pada sebuah mobil kendaraan dalam, baterai menjadi sumber energi utama sebelum kendaraan atau mesin berputar dan sumber energi digantikan oleh sistem pengisian. Baterai, hingga saat ini terbagi menjadi dua yakni aki basah dan aki kering. Masih banyak yang menggunakan aki basah tetapi tidak sedikit juga yang telah berpindah ke aki kering. Tetapi apa perbedaan aki basah vs kering sehingga kedua masih dapat berdampingan digunakan oleh para pemilik mobil? Berikut adalah perbedaannya.

Perbedaan aki basah vs kering paling mudah dilihat dari bentuk fisik.

Perbedaan Aki Basah vs Kering

Ada yang mengatakan bahwa aki basah lebih baik untuk sebuah mobil daripada aki kering. Tetapi, tidak sedikit yang mengatakan kemudahan perawatan adalah pertimbangan utama untuk memutuskan menggunakan aki kering. Supaya lebih jelas apa sebenarnya alasan pemilihan antara keduanya, mari kita lihat perbedaanya sekarang.

Pertama – Fisik. Fisik aki kering akan tampak penggunaan elektrolit yang berbentuk gel. Ini sangat berbeda dengan aki basah. Fisik pada aki basah menggunakan elektrolit berbentuk cair yakni cairan elektrolit yang di dalamnya terdapat elektroda.

Kedua – Perawatan. Perbedaan kedua yakni masalah perawatan. Perawatan aki kering sangat terkenal dengan berawatan yang lebih gampang dari aki basah. Aki kering tidak memerlukan sama sekali menambahkan air aki seperti yang harus dilakukan pada aki basah. Selain itu, penjagaan jumlah air aki juga menjadi syarat penting untuk aki basah dapat tahan lama. Air aki basah harus dijaga antara batas bawah (Low level) dan batas atas (Upper level). Jika kurang, Anda harus menambahkan air aki hingga antara kedua batas tersebut.

Ketiga – Elektrolit. Untuk masalah elektrolit sendiri, kerentanan juga ada di aki basah. Karena sifat elektrolit yang cair, maka temperatur tinggi sangat mempengaruhi penguapan. Sementara itu kita tahu bahwa baterai berada di dalam ruang mesin yang tentu saja lebih panas dari udara di luar ruang tersebut. Penguapan ini lah yang menjadikan air aki akan cepat habis. Sementara itu, semua hal ini tidak akan terjadi pada aki kering. Bentuk gel akan lebih tahan terhadap penguapan akibat panas.

Keempat – Keandalan. Bagaimana dengan keandalannya? Keandalan terletak pada aki basah. Mengapa? Karena aki basah sangat mudah untuk mengembalikan aki pada keadaan kerja baik hanya dengan menambahkan air aki. Sangat berbeda dengan aki kering. Aki kering untuk yang tidak profesional (tukang aki) tidak akan mungkin dengan mudah menggantinya.

Kelima – Harga. Kesederhanaan perawatan aki kering dan tidak mudah menguapnya elektrolitnya, membuat aki kering lebih mahal dari aki basah.

So, dengan mengetahui perbedaan aki basah vs kering di atas, apakah Anda masih tetap akan menggunakan aki basah atau akan berpindah ke aki kering? Tentukan pilihan Anda.

No Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *