5 Kode ECU Mobil yang Sering Muncul

Teknisimobil.com – Sudah (mungkin) lebih dari 30-an tahun, mobil-mobil yang ada dipasaran, terutama di Indonesia menggunakan ECU sebagai pengontrol kelistrikan kendaraan roda empat. Ini memang seperti sebuah keharusan bahwa setiap hal yang berbau teknologi harus mengikuti trend terkini. Salah satu yang paling terkena dampak langsung perkembangan teknologi adalah kendaraan roda empat. Tapi, ECU selain untuk mengontrol kerja kelistrikan mobil, juga mampu memberikan informasi penting tentang apa saya kerusakan yang mungkin terjadi pada mobil Anda. Berikut adalah 5 kode ECU mobil yang sering sekali muncul pada kendaraan pribadi Anda.

Kode ECU Mobil

5 Kode ECU Mobil yang Paling Sering Muncul

Berikut adalah 5 Kode ECU mobil yang paling sering muncul yang menandakan masalah yang terjadi pada mobil Anda.

Pertama – P0300-P0305

5 Kode ECU mobil pertama yang paling sering muncul adalah P0300-P0305. Menunjukkan apa kode ini pada mobil Anda?

Kode-kode ini merepresentasikan adanya masalah dengan mesin mobil Anda yakni masalah engine misfiring atau kesalahan pengapian pada mesin. Dua digit terakhir menentukan silinder mesin mana yang mengalami kesalahan pembakaran, atau pemakaran tidak pada salah satu silinder pada mesin mobil Anda. Kesalahan pengapian dapat terjadi karena berbagai alasan. Jadi penting untuk membawa mobil Anda diperiksa oleh teknisi untuk menentukan bagian mana yang rusak dan membutuhkan perbaikan.

Jika Anda bingung, kemana harus memenui mekanik mobil, silahkan kunjungi daftar bengkel mobil di beberapa wilayah di seluruh Indonesia.

Kedua – P0171, P0174

5 Kode ECU mobil yang paling sering muncul kedua adalah P0171 dan P0174. Apa yang ditunjukkan jika muncul kode ini?

Apabila mobil Anda menunjukkan kode-kode ini berarti teradapat masalah trim bahan bakar. Kode-kode ini dipicu ketika rasio bahan bakar / udara mencakup terlalu banyak udara atau terlalu sedikit bahan bakar, memberi Anda campuran bahan bakar ramping. Masalah ini dapat disebabkan oleh katup bocor, sensor (MAP) kotor atau injektor bahan bakar, atau tekanan bahan bakar rendah karena pompa atau pengatur tekanan bahan bakar yang tidak bekerja dengan baik.

Anda harus memperbaiki satu per satu kemungkinan-kemungkinan kerusakan tersebut untuk memastikan bahwa tidak lagi muncul kode-kode ini.

Ketiga – P0411, P0440, P0442, P0446, P0455

5 Kode ECU mobil yang paling sering muncul ketiga adalah P0411, P0440, P0442, P0446, P0455. Apa masalahnya jika muncul kode-kode semacam ini yang ditunjukkan oleh ECU mobil Anda?

Masalah-masalah yang munkin apabila muncul kode-kode terasebut adalah sebagai berikut. Masalah dengan Sistem Evaporative Emission Control (EVAP) akan memicu kode ini jika uap bahan bakar gagal keluar dari tangki bahan bakar. Masalah-masalah ini umumnya terkait dengan kebocoran, dan teknisi yang berpengalaman dapat menemukan lokasi kebocoran yang tepat untuk menemukan bagian yang membutuhkan perbaikan.

Perbaikan EVAP akan memungkinkan Anda tidaklagi melihat ECU mobil menunjukkan kode-kode tersebut.

Keempat – P0420, P0430

Yang keempat adalah kode P0420 dan P0430 yang paling sering muncul pada ECU mobil Anda. Jika kode-kode ini muncul berarti menunjukkan apa?

Kode-kode ini biasanya menunjukkan kode catalytic converter yang menalami kerusakan. Kode catalytic converter biasanya dipicu ketika konverter perlu diganti. Jika kendaraan Anda merasakan kebocoran cairan pendingin (coolant radiator) atau oli terbakar atau jumlah oli berkurang, kode kesalahan ECU ini akan dipicu untuk menunjukkan bahwa sensor oksigen telah melihat adanya ketidakefisienan dengan catalytic converter.

Kelima – P0133, P0135, P0141

5 kode ECU mobil yang paling sering muncul yang terakhir adalah kode P0133, P0135, P0141. Menunjukkan apa jika kode-koden ini muncul?

Kode ini adalah kode adanya masalah pada sensor oksigen (O2 sensor) mengalami kerusakan. Kode sensor oksigen ini dipicu oleh kerusakan fungsi sensor oksigen itu sendiri, atau dengan sirkuit pemanas oksigen yang memanaskan sensor O2 saat menyalakan mobil. Jika salah satu dari sensor ini mengalami masalah, kendaraan Anda mungkin mengalami penghematan bahan bakar yang lebih rendah karena masalah dengan campuran bahan bakar atau rasio udara / bahan bakar.

Catatan Penting

Saat ini bengkel-bengkel di Indonesia atau secara umum negara berkembang belum mampu menangani masalah kerusakan ECU atau yang terkait dengan ECU dengan baik. Oleh karena itu, saya menyarankan untuk berhati-hati memilih bengkel yang Anda tuju apabila kerusakan yang mobil Anda alami berkaitan dengan kode-kode yang muncul pada ECU mobil Anda.

Salam otomitif, semoga beruntung….!

(3) Comments

  1. Pingback: 7 Hal tentang EVAP Sebuah Mobil-Teknisimobil.com

  2. Pingback: Cara Kerja Karburator Mobil-Teknisimobil.com

  3. Pingback: Prosedur Pemeriksaan Sensor TPS (Throttle Position Sensor)-Teknisimobil.com

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *