Sensor CMP Penyebab RPM Swift Mati

Teknisimobil.com – Salam Teknisi Mobil Indonesia, apa kabarnya kalian semua hari ini? Semoga dalam keadaan sehat untuk melanjutkan aktivitas perbengkelannya hari ini. Kali ini saya akan mencoba menjelaskan mengapa Sensor CMP Penyebab RPM Swift mati. Ini menarik karena penting RPM mobil adalah indikator penting pada mobil termasuk juga pada Suzuki Swift tentu saja.

Sensor CMP Penyebab RPM Swift

Masalah yang terjadi pada mobil ini adalah mesin hidup tetapi indikator putaran mesin atau indikator RPM tidak menyala. Selain itu, pada dashbord kita temui bahwa check engine lamp yang menyala.

Masalah semacam ini jika tidak memiliki scanner engine atau OBD-II biasanya akan langsung melihat secara fisik kondisi indikator. Tetapi, beruntung ada scanner dan oleh karena itu mudah untuk memeriksa lebih lanjut. Hasil scanner adalah trouble code P0340. Kode ini menunjukkan bahwa adanya masalah pada sensor CMP. Biasanya antara terjadi circuit open, kehilangan tegangan, atau sensor yang mengalami masalah.

Berdasarkan hasil tersebut maka pemeriksaan fisik adalah langkah berikutnya. Pemeriksaan fisik kita peroleh bahwa soket sensor CMP mengalami masalah. Posisi atau letak sensor CMP Suzuki Swift berada di kepala silinder, tepatnya berada sedikit ke bawah katup throttle atau throttle body. Perbaikan soket sensor selesai dan indikator RPM kembali normal. Namun check engine belum bisa mati karena data error masih tersimpan pada ECU.

Untuk mematikan check engine, jika tidak memiliki scanner, cukup dengan CARA MEMATIKAN CHECK ENGINE MANUAL. Tetapi jika punya scanner perlu melakukan penghapusan DTC pada ECU tersebut.

Kasus ini menarik dan sepertinya teknologi yang tersemat pada Swift adalah adanya internal lock yang membuat mesin tetap hidup meski sensor CMP tidak berfungsi alias mati. Sebagai tambahan bahwa ketika indikator RPM mati maka kemungkinan yang harus dilakukan adalah:

  1. Periksa konektor sensor CMP. Bisa jadi lepas atau kendor. Lebih jauh konektor mengalami kerusakan seperti kasus yang sedang kita bahas.
  2. Jika konektor aman, maka silahkan cek tegangan masuk ke dalam sensor.
  3. Tegangan oke, selanjutnya adalah memeriksa sensor CMP apakah bagus atau rusak.
  4. Sensor oke, kemungkinan lain adalah gigi reluktor. Tetapi ini biasanya terjadi saat selesai bongkar mesin atau kepala silinder dan pemasangannya tidak tepat.
  5. Terakhir adalah kerusakan indikator RPM. Bisa saja terjadi untuk mobil-mobil lama atau pernah mengalami benturan sehingga indikator RPM bermasalah.

So, jangan khawatir dulu ya untuk menghadapi masalah seperti ini. Terimakasih, salam Teknisi Mobil Indonesia.

No Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *