Salah Tipe Oli Transmisi Matik, Fatal?

Teknisimobil.com – Salam Teknisi Mobil Indonesia, apa kabarnya semua hari ini? Semoga semua baik-baik saja dan tetap semangat menjalani aktivitas pada bengkelnya masing-masing. Bahasan singkat kita kali ini adalah tentang Salah Tipe Oli Transmisi Matik fatalkah? Berikut bahasan selengkapnya.

Salah Tipe Oli Transmisi Matik

Salah Tipe Oli Transmisi Matik

Advertisements

Tidak hanya jenis transmisi yang berbeda antara manual dan otomatis, transmisi otomatis pun memiliki jenis yang berbeda. Secara umum untuk kendaraan ICE untuk Indonesia, terdapat tiga jenis yakni konvensional, CVT, dan dual clutch. Ketiga jenis transmisi matik ini menggunakan oli transmisi matik untuk mendukung kerja mereka.

Menariknya adalah ketiga jenis transmisi matik tersebut ternyata tidak dapat menggunakan oli matik yang sama. Bahkan masing-masing memiliki tingkat kekentalan (viskositas), standar, dan beberapa ciri khusus yang berbeda satu sama lain.

Ini memberikan peringatan pada kita bahwa dalam memilih oli matik tidak boleh sembarangan atau asal oli matik. Untuk memilih oli transmisi matik yang tepat maka paling mudah adalah menentukan merek oli matik terlebih dahulu. Setelah itu, kita baca buku pedoman perawatan mobil. Karena pada buku perawatan mobil tersebut kita akan dapatkan informasi jenis oli transmisi matik yang pabrikan izinkan.

Pada buku manual perawatan, akan pabrikan jelaskan standarisasi oli hingga viskositas oli yang boleh pemilik pakai.

Oli transmisi matik memang sekilas sama baik untuk jenis konvensional, cvt, ataupun dual clutch. Tetapi, nyatannya memang berbeda berdasarkan zat aditif dan lainnya. Bila kita salah memilih menggunakan oli, dapat menjadi masalah pada transmisi matik mobil. Body valve dan bagian roda-roda gigi akan mengalami masalah karena mereka membutuhkan tekanan oli yang baik.

Untuk masalah yang lain, misalnya terjadinya overheat transmisi sangat mungkin terjadi. Oleh karena itu, pastikan untuk menggunakan oli matik yang sesuai pabrikan mobil inginkan dan jangan lupa mengganti oli matik setidaknya maksimal 40K kilometer sekali.

No Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Translate »