5 RPM Idle Tetap Tinggi Setelah Mobil Warming-Up

Teknisimobil.com – Salam teknisi mobil di mana pun Anda berada. Semoga kebahagiaan dan kesuksesan selalu bersama kita semua hari ini ya. Kali ini saya akan mencoba menjelaskan masalah RPM idle tetap tinggi setelah mobil warming-up bahkan meski sudah panas mobil tetap pada RPM tinggi. Yuk kita simak selanjutnya.

RPM Idle Tetap Tinggi

RPM idle yang tinggi sering kali mengganggu dan jelas mengganggu seorang pengemudi terlebih pemilik mobil. RPM tinggi saat idle untuk beberapa mobil memang terjadi karena diset untuk agar mesin segera mencapai temperatur kerja mesin. Setelah termperatur kerja mesin terpenuhi biasanya RPM idle akan turun sendiri dan berkisar antara 700 hingga 800 putaran per menit.

Masalah timbul ketika mesin sudah mencapai titik temperatur kerja, dan mesin tetap pada rpm tinggi bahkan lebih dari 1000, maka ini adalah masalah. Paling sering adalah masalah ISC atau aktuator idle speed control tetapi ternyata tidak hanya itu. Berikut adalah 4 penyebab rpm idle tinggi pada sebuah mobil injeksi.

Kerusakan Aktuator ISC

Penyebab pertama adalah aktuator ISC. Kerja aktuator ISC adalah untuk mensuplai udara ke ruang bakar selama mesin dalam keadaan idle. Terdapat mekanisme untuk membuka sedikit atau penuh pada throttle body sedemikian rupa sehingga idle terjada pada rpm yang telah ditetapkan oleh perusahaan pembuat mobil. ISC akan terbuka sedikit jika tidak ada beban atau saat temperatur kerja mesin telah terpenuhi.

Sementara itu, ISC akan memberi celah udara penuh apabila mesin saat idle mendapatkan beban seperti AC atau aksesoris mobil lain dihidupkan. Dan tentu saja pada saat mesin belum mencapai temperatur kerja. Biasanya terjadi pada saat awal mesin hidup dari keadaan dingin.

Jika pada temperatur kerja mesin dan tidak ada pembebanan pada mesin tetapi rpm idle tetap tinggi berarti mesin mengalami masalah. Salah satu yang sering adalah ISC kotor dan bahkan rusak.

Kerusakan Sensor ECT/WTS

Penyebab RPM idle tinggi yang kedua adalah kerusakan sensor ECT atau WTS. Sensor ECT atau WTS bekerja berdasarkan temperatur coolant atau air pendingin radiator. Jika sensor ECT mendeteksi coolant dalam temperatur rendah maka ECT membrikan informasi tersebut ke ECU. Selanjutnya ECU memerintahkan sistem bahan bakar untuk memberikan lebih ke ruang bakar melalui injektor sehingga rpm idle menjadi tinggi.

Pada saat temperatur coolant tinggi (sesuai temperatur kerja mesin), sensor ECT akan mengirimkan data ke ECU dan ECU akan memerintahkan injektor untuk memberikan sedikit bahan bakar ke ruang bakar. Nah ketika sensor ini rusak yang terjadi adalah salah satunya selalu mengirimkan data bahwa coolant dalam kondisi dingin. Sehingga meski mesin telah panas idle tetap dalam rpm yang tinggi.

Throttle Body Tidak Tertutup Rapat

Throttle body bekerja berdasarkan pijakan pedal gas. Jika pedal gas tidak ditekan berarti katup throttle body akan tertutup rapat dan udara tidak ada yang bisa melewatinya. Ini terjadi tentu saja pada saat mesin idle dan itu mengapa dipasang ISC pada throttle body.

Tetapi karena umur biasanya throttle body tidak lagi rapat pada sisi-sisi katupnya. Sehingga meski tidak ada tekanan pada pedal gas, udara tetap dapat masuk keruang bakar melalui katup throttle. Ini mengakibatkan adanya tambahan udara yang masuk ke ruang bakar selain melalui mekanisme ISC. Sehingga RPM idle menjadi lebih tinggi karenanya.

Thermostat selalu Terbuka

Penyebab keempat adalah thermostat yang selalu terbuka. Seharusnya thermostat akan tertutup pada saat mesin dalam kondisi dingin. Ini akan membantu mesin segera mencapai temperatur kerja. Tetapi thermostat yang rusak dapat selalu terbuka sehingga baik saat mesin dingin maupun panas air radiator akan terus bersirkulasi dari mesin melalui radiator.

Oleh karena itu, saat thermostat selalu terbuka, idle mesin akan menjadi selalu tinggi.

ECU Bermasalah

Terakhir adalah masalah pada ECU. Jika semua bagian di atas masih dalam kondisi normal dan baik yang terakhir dapat kita curigai adalah ECU. ECU memang jarang sekali rusak. Tetapi bukan berarti tidak dapat rusak. Nah, jika memang ini terjadi maka harus memperbaiki ECU atau bahkan melakukan penggantian ECU.

Berikut adalah video tentang 4 penyebab rpm mesin tinggi pada saat idle.

(1) Comment

  1. Pingback: Warming-up Mesin Buat Matik Rusak, Kok?-Teknisimobil.com

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *