Resiko Melakukan Remap ECU Bagi Komponen Mesin?

Advertisements

Teknisimobil.com Salam Teknisi Mobil Indonesia, apa kabar kalian semua hari ini? Semoga semua dalam keadaan baik-baik saja dan dapat menikmati liburan minggunya dengan menyenangkan bersama orang-orang terkasih. Bahasan singkat kali ini adalah tentang Resiko Melakukan Remap ECU Bagi Komponen Mesin. Berikut bahasan selengkapnya. 

Resiko Melakukan Remap ECU Bagi Komponen Mesin

Resiko Melakukan Remap ECU

Remap ECU untuk kalangan tertentu mungkin masih sangat awam terdengar. Ini seolah-olah suatu hal yang menakutkan sehingga banyak rumor yang berkembang pada pemilik kendaraan tanah air. Salah satu rumor yang sering kita dengar adalah tentang kerusakan komponen mesin apabila kita melakukan remap ECU atau menggunakan piggyback.

Kita tahu bahwa remap ECU adalah upaya kita untuk mengubah data dasar yang berada dalam ECU dalam memanajemen mesin pada kendaraan tersebut. Lalu dengan merubah data tersebut, apakah komponen mesin akan mudah rusak?

Advertisements

Jawabannya sangat sederhana yakni tidak dengan syarat. Nah, syarat inilah yang kemudian kita perlu telusuri lebih jauh agar kita paham sepenuhnya.

Syarat agar komponen mesin tidak mudah atau rusak dengan melakukan remap ECU adalah kita melakukan remap ECU dengan perhitungan yang benar. Kita harus tahu batas maksimum kemampuan yang mesin miliki sebelum kita melakukan remap ECU. Dengan mengetahui kondisi awal mesin, kita dapat dengan mudah menentukan atau mengubah parameter untuk menaikkan performa mesin tanpa harus merusak mesin itu sendiri.

Kita dapat mengambil contoh sederhana, misalnya merubah saat pengapian mesin. Waktu pengapian kita dapat ubah menjadi lebih maju. Tetapi juga tidak boleh terlalu besar perubahan tersebut. Jika terlalu besar mesin justru akan mengalami knocking atau ngelitik dan bahkan tenaga justru berkurang.

Contoh lain misalnya kita ingin menaikkan batas putaran mesin. Misalkan putaran mesin 6.000 rpm. Kita dapat menaikkan sekitar seribu atau seribu lima ratus di atas nilai maksimum rpm standar mobil tersebut.

Dengan pengaturan atau pengubahan data yang sesuai, mesin akan aman dari masalah dan kita akan mendapatkan tenaga yang lebih besar dari biasanya. Tetapi ingat, mesin atau komponen mesin memang dapat mudah mengalami kerusakan bahkan mesin dapat hancur apabila misal menaikkan batas rpm mesin terlalu besar, misal dua kali lipat. Dalam kondisi ini jelas jangan harap mesin akan bertahan lama, bahkan mungkin hanya hitungan jam setelah remap ECU mobil akan hancur.

So, sebelum remap ECU perhatikan dasar kondisi mesin dan ubah data yang masih kira-kira dapat terjangkau oleh mesin ya….!!!

0

No Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *