Radiator Diisi Air Biasa, Bolehkah?

Teknisimobil.comSistem pendinginan atau cooling system adalah sistem yang paling penting untuk menjaga mesin dapat bekerja jika tidak bekerja maksimal. Dari sistem pendinginan itu sendiri bagian yang paling penting bukan hanya saluran regulasi air dari mulai radiator menuju ke mesin hingga ke radiator kembali, tetapi juga jenis air (fluida) yang dipakai. Lazimnya fluida yang dipakai untuk sistem pendinginan adalah coolant (radiator coolant), tetapi bolehkan radiator diisi air biasa sebagai pengganti coolant? Penting untuk dijawab karena masih banyak yang menggunakan air biasa sebagai pengganti coolant di Indonesia.

Radiator Diisi Air Biasa

Sumber: Suzuki Karimun Estilo

Lebih jauh, pernahkah Anda berpikir untuk memasukkan air biasa ke dalam tangki pendingin (radiator) selain radiator coolant? Di Indonesia, orang senang bereksperimen, dan ini adalah satu hal yang pemilik mobil lakukan ketika hidup di bawah iklim tropis. Ada mitos bahwa radiator mobil tidak memerlukan radiator coolant dalam banyak alasan yang ada. Tapi, benarkah mengganti radiator coolant dengan air biasa diperbolehkan? Mari kita cari tahu di bawah ini Anda bisa memasukkan air ke dalam radiator atau tidak.

Bisakah Radiator Diisi Air Biasa? Penjelasan yang Disederhanakan

Pendingin (radiator coolant) dan air biasa tidak sama satu sama lain. Ini adalah ramuan 50:50 dari keduanya yang berfungsi untuk menjaga kesejukan mesin. Campuran ini dikenal karena melakukan keajaiban dengan menghambat pembekuan atau perebusan pendingin di bawah kondisi cuaca yang buruk. Cuaca yang dingin maupun panas saat berkendara. Pertanyaan yang mungkin terngiang di kepala Anda adalah “dapatkah radiator diisi air biasa untuk menggantikan radiator coolant”. Baca terus untuk mendapatkan jawaban Anda.

Pertama – Peran Pendingin

Jika air biasa sudah mencukupi untuk mendinginkan mesin, tentu tidak akan ada kebutuhan untuk menciptakan sesuatu seperti radiator coolant. Di mana air cenderung membeku pada suhu yang lebih rendah, sedangkan radiator coolant tidak demikian. Sebaliknya, ketika air biasa mendidih dan menguap dalam rentang suhu panas tertentu, radiator coolant juga tidak demikian. Zat yang ada para radiator coolant diketahui tetap berada dalam keadaan cair tidak peduli seberapa lebar variasi suhu pada mesin.

Fakta ini saja menjelaskan mengapa Anda tidak dapat mengganti radiator coolant dengan air biasa. Coolant juga mengandung beragam zat aditif yang mencegah korosi bagian-bagian mesin. Lalu mengapa tidak mengikuti aturan dan menggunakan air biasa dan pendingin dalam rasio yang sama. Sekarang Anda tahu jawabannya “dapatkah radiator diisi air biasa ke dalam sistem pendingin”, mari kita lihat bagaimana penggantinya bisa berbahaya.

Kedua – Konsekuensi Menggunakan Air Biasa bukan Radiator Coolant

Bagian di atas menjelaskan mengapa menggunakan air biasa sebagai radiator coolant adalah ide yang buruk. Tentu saja ini merupakan kekonyolan yang seharusnya tidak boleh dilakukan oleh siapa saja. Apa yang Anda mungkin bertanya-tanya sekarang adalah apa yang mungkin salah, jika Anda menggunakan air 100% biasa. Tanyakan, apa yang mungkin tidak salah, karena ini adalah mesin yang akan Anda rugikan. Sangat mungkin bahwa jika mesin terlalu dingin dengan adanya radiator coolant maka mesin akan susah hidup saat cuaca sedang dingin. Atau setidaknya pagi hari ketika akan berangkat bekerja mesin susah dihidupkan?

Dalam cuaca yang lebih hangat, udara akan masuk ke mesin karena mendidih air yang, pada gilirannya, akan mempengaruhi kinerja keseluruhan mesin. Setelah suhu akan naik, air akan mulai menguap yang akan menyebabkan mesin terlalu panas. Panas mesin yang terlalu berlebihan pada sebuah mesin dapat mengakibatkan mesin overheating. (Baca: Mesin Mengalami Overheating ). Kerugian lain dari air akan lebih cepat berkarat dari mesin dan bagian yang terkait.

Ketiga – Hal yang Perlu Dipertimbangkan

Jawaban untuk “Dapatkah radiator diisi air biasa sebagai pendingin mesin mobil,” pasti tidak. Sebaliknya, ini tidak berarti Anda tidak bisa menggunakan air sama sekali. Satu hal yang benar, selalu campurkan air dan coolant, dalam rasio yang sama. Jika Anda menggunakan 50% air biasa, harus ada 50% cairan pendingin (super radiator coolant) juga – meski Anda juga dapat menggunakan radiator coolant 100% (tanpa super). Air dicampur dengan radiator coolant karena yang pertama mampu mentransfer panas lebih cepat dan efektif.

Ingatlah untuk selalu menggunakan air suling sebagai pengganti air biasa. Air biasa dapat mengandung kotoran yang dapat menghambat proses pendinginan, tidak seperti air suling murni. Terakhir, itu adalah perpaduan kemampuan transfer panas air dan sifat pelindung dari pendingin yang membuat semuanya sempurna. Lewati kiat pemeliharaan untuk informasi lebih lanjut tentang pendingin dan pentingnya.

Penutup

Sekarang ketika seseorang bertanya kepada Anda “dapatkah radiator diisi air biasa,” Anda akan tahu apa yang terbaik. Meskipun beberapa orang mungkin menyarankan Anda untuk menggunakan air sendirian ketika berada di iklim yang hangat, jangan ikuti saran. Karena setengah air dan setengah cairan inilah yang membuat mesin berkerja dengan baik![]

(1) Comment

  1. Pingback: Radiator Coolant untuk Mobil, Mana yang Baik? %-Teknisimobil.com

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *