Penyebab Overheat Selain Kebocoran Sistem Pendingin

Advertisements

Teknisimobil.com – Salam Teknisi Mobil Indonesia, apa kabar kalian semua hari ini? Semoga semua baik-baik saja dan tetap semangat menjalani sisa hari ini pada bengkel masing-masing. Bahasan singkat kali ini adalah tentang Penyebab Overheat Selain Kebocoran Sistem Pendingin. Berikut bahasan selengkapnya.

Penyebab Overheat Selain Kebocoran Sistem Pendingin

Penyebab Overheat

Overheat engine banyak sekali penyebabnya. Paling sering kita dengar misalnya karena thermostat rusak dan sistem pendingin yang mengalami kebocoran. Untuk alasan yang terakhir, biasanya karena kebocoran pada selang radiator hingga kerusakan radiator.

Sistem pendingin merupakan sistem penting dalam mesin pembakaran internal. Sistem ini membuang panas berlebih pada mesin sehingga mesin tetap memiliki temperatur kerja dan bekerja dengan normal. Dalam jangka waktu tertentu ternyata sistem ini dapat menurun kinerjanya secara drastis. Bahkan kondisi tersebut tanpa disadari oleh pemilik kendaraan itu sendiri.

Advertisements

Salah satu yang membuat kerusakan pada sistem pendingin selain karena kebocoran adalah adanya korosi. Korosi sendiri pada sistem pendingin paling banyak karena cairan radiator menggunakan air mineral biasa. Tetapi keterlambatan mengganti coolant radiator juga dapat menjadi salah satu alasan lain timbulnya karat atau korosi.

Sebagai informasi, penggantian coolant radiator biasanya setiap 40.000 km atau setiap 2 tahun sekali. Ini bergantung mana yang terlebih dahulu tercapai.

Pertanyaannya, mengapa karat dapat menyebabkan terjadinya overheat engine?

Terjadinya korosi pada saluran sistem pendingin akan membuat penyempitan saluran cairan radiator. Kotoran yang memalui sistem pendingin akan menempel pada bagian-bagian yang berkarat tersebut. Hal ini menyebabkan pompa air akan bekerja lebih berat dari biasanya dan kemudian mengakibatkan proses pendinginan cairan radiator menjadi bermasalah.

Kondisi tersebut akan semakin parah apabila kisi-kisi raditor juga mengalami kerusakan. Udara yang menyerap panas dan membuangnya ke lingkungan juga akan kesulitan melalui kisi-kisi radiator tersebut.

Pada sisi yang lain, kipas ekstra akan terus bekerja karena perintah dari ECU sesuai data sensor ECT yang selalu mendapati temperatur mesin melebihi batas yang disyaratkan. Jika kondisi terus berlanjut, kipas ekstra akan semakin lemah karena motor tidak berhenti bekerja. Akibatnya, sekring kipas sering putus akibat aliran listrik yang terganggu dengan kondisi beban motor yang terlalu tinggi.

Dari akumulasi kondisi tersebut, banyak hal yang dapat terjadi. Sebagai contoh kerusakan ECT, kipas tambahan mati, dan beberapa masalah lain. Sehingga hal-hal tersebutlah yang menjadikan mesin dapat mengalami overheat engine.

0

No Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *