Penyebab Mobil Susah Masuk Gigi, Salah Satunya!

Teknisimobil.com – Salam Teknisi Mobil Indonesia, apa kabar kalian semua hari ini? Semoga semua dalam keadaan sehat dan dapat beristirahat dengan nyaman bersama orang-orang terkasih. Bahasan singkat kali ini adalah tentang Penyebab Mobil Susah Masuk Gigi. Berikut bahasan selengkapnya.

Penyebab Mobil Susah Masuk Gigi

Penyebab Mobil Susah Masuk Gigi

Advertisements

Kalau pakai mobil listrik tidak perlu pakai kopling, berbeda dengan mobil pembakaran internal. Mesin pembakaran internal masih menggunakan kopling baik itu pada transmisi manual maupun transmisi otomatis.

Khusus untuk mobil dengan transmisi manual, biasanya menggunakan sistem kopling hidrolik, meski masih ada yang menggunakan mekanis (cable). Untuk kopling dengan sistem hidrolik sendiri biasanya menggunakan master clutch dan power clutch.

Maser clutch adalah bagian yang terhubung langsung dengan pedal kopling. Biasanya ada dalam kabin atau dalam ruang mesin. Sementara itu, power clutch terdapat dekat dengan shift fork atau menempel pada mesin dekat transmisi. Selain terhubung dengan shift fork, power clutch juga pastilah terhubung dengan release bearing yang kemudian akan mendorong clutch cover untuk memisahkan putaran mesin dengan putaran transmisi melalui clutch disc.

Bagian yang paling sering mengalami kerusakan untuk kopling ini adalah power clutch. Biasanya akan terdapat rembesan minyak kopling/rem dekat bodi power clutch. Apabila terjadi kebocoran semacam ini, maka transmisi dapat kita pastikan susah sekali masuk gigi transmisi.

Hal ini karena tekanan yang seharusnya diberikan oleh power clutch ke press kopling tidak tersampaikan secara maksimal. Akibatnya putaran mesin masih saja terus tersalurkan ke transmisi. Karena gigi-gigi transmisi semua bergerak dengan kecepatan berdasarkan kecepatan mesin, maka dapat kita pastikan perpindahan gigi akan sulit sekali terjadi.

Untuk mengatasi hal ini, kita harus membongkar power clutch. Kita harus mengecek asa muasal kebocoran yang terjadi. Bisa dari seal saja, dari piston, atau bahkan dari silinder (rumah) power clutch. Ganti bagian yang rusak dan pasang kembali.

Sebagai tambahan, minyak kopling dipakai sebaiknya kita lakukan penggantian saat pembongkaran berlangsung. Selain itu, penggantian minyak kopling juga harus rutin kita lakukan minimal 6 bulan sekali untuk pemakian mobil yang standar. Hal ini untuk menjaga kualitas minya kopling sehingga kopling dapat bekerja dengan baik.

No Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Translate »