Penyebab Elektroda Busi Cepat Aus, Apa Saja?

Advertisements

Teknisimobil.com – Salam Teknisi Mobil Indonesia, apa kabar kalian semua siang hari ini? Semoga semua dalam keadaan baik-baik saja dan tetap semangat menjalani aktivitas sepanjang hari ini pada bengkelnya masing-masing. Bahasan singkat kali ini adalah tentang Penyebab Elektroda Busi Cepat Aus. Berikut bahasan selengkapnya.

Penyebab Elektroda Busi Cepat Aus

Penyebab Elektroda Busi Cepat Aus

Tidak ada yang tidak akan rusak jika kita berbicara tetang setiap bagian pada mesin mobil pembakaran internal. Bahkan secanggih mobil listrik pun, kerusakan tetap akan terjadi. Manajemen mesin mobil saat ini begitu canggih. Penggunaan komputer yang kita kenal dengan ECU adalah yang mewakili kecanggihan tersebut.

Selain itu, komponen-komponen utama seperti busi mobil tetap lah menjadi bagian pokok semua mesin sebagai salah satu pendukung syarat terciptanya pembakaran dalam ruang bakar. Busi mobil harus berada pada performa terbaik untuk mendukung pembakaran sempurna. Api busi yang baik akan dapat membakar campuran bahan bakar dan udara dengan sempurna. Hasilnya adalah tenaga mesin maksimum dari kapasitas mesin.

Advertisements

Elektroda busi merupakan bagian penting dari sebuah busi. Elektroda terdiri dari elektroda inti dan elektroda massa. Celah antara elektroda yang kita kenal sebagai celah busi haruslah tepat. Tetapi meski penyetelan celah busi tepat masih ada satu lagi yang harus kita perhatikan yakni kondisi elektroda.

Elektroda busi baik itu inti atau massa tidak boleh mengalami keausan. Keausan elektroda biasa akan membuat elektroda termakan sebelah atau cekung. Jika kondisinya demikian, setepat apa pun penyetelan celah busi nyaris tidak ada gunanya.

Elektroda mengalami keausan biasanya akibat dari lamanya pemakaian busi. Tetapi terdapat faktor lain yang menyebabkan elektroda busi aus. Faktor tersebut adalah discharge voltage. Ini adalah kondisi di mana tegangan tidak stabil. Kecukupan daya yang diperlukan oleh busi tidak terpenuhi atau sebaliknya.

Contoh paling sederhana adalah koil aftermarket yang menjanjikan meningkatkan tegangan ke busi. Secara teori hal ini dapat benar. Tetapi kita lupa bahwa hal ini harus juga sesuai dengan busi yang ada. Tegangan yang lebih tinggi akan menghasilkan panas yang lebih besar, seharusnya juga menggunakan busi yang lebih baik dari busi biasanya. Jika tidak  maka elektroda busi akan mudah sekali aus dan penggantiannya akan semakin sering.

So, kita harus memperhatikan perubahan yang kita lakukan pada mesin termasuk masalah oktan bahan bakar, kompresi, dan juga air fuel ratio.

0

No Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *