Penyebab dan Cara Memperbaiki Transmisi Selip

Teknisimobil.comPecinta otomotif tanah air yang budiman, kali ini teknisimobil akan membahas tentang penyebab dan cara memperbaiki transmisi selip. Seperti yang diketahui bersama bahwa transmisi adalah salah satu komponen penting dari beberapa komponen-komponen penting lainnya. Anda juga dapat menambah wawasan mengenai masalah torka konverter pada transmisi otomatis jika berkenenan.

Sebuah transmisi merupakan susunan gigi-gigi yang “diam” sampai sebuah tongkat penggerak (shift) digerakkan oleh pengemudi (manual) atau oleh komputer (otomatis).

Apabila gigi transmisi kendaraan Anda spontan selip atau secara sederhana, kembali ke posisi netral setelah dimasukkan pada posisi gigi tertentu ketika sedang berkendara, tidak perlu diragukan lagi bahwa ini merupakan sebuah resiko bagi keamanan yang sangat serius. Pada saat Anda menekan pedal gas lebih dalam untuk mendahului sebuah mobil, Anda memerlukan daya lebih untuk ditransfer ke roda-roda, maka semua akan berakhir apabila terjadi selip.

Penyebab Transmisi Selip

Susunan gigi-gigi transmisi©tr1.de

Selip pada transmisi sebuah mobil tidak berarti bahwa transmisi mobil tersebut rusak, tetapi hal tersebut pertanda bahwa mobil seharusnya diperiksakan ke bengkel yang Anda percayai. Kopling merupakan sumber masalah yang paling sering ditemukan pada sistem transmisi manual. Sementara itu untuk transmisi otomatis akan banyak kemungkinan penyebab terjadinya selip tersebut.

Terdapat perbedaan antara memperbaiki transmisi selip untuk jenis transmisi manual dan otomatis. Pastikan Anda mengenali transmisi yang Anda pakai.

Jika mobil Anda sedang menunjukkan satu atau lebih daftar gejala transmisi mengalami selip berikut, Anda harus segera memeriksanya secepat mungkin. Berkendara dengan transmisi sedang mengalami selip sangat tidak disarankan. Selain tidak aman, terus mengendarainya dapat mengakibatkan kerusakan yang lebih berat dari yang seharusnya. Lebih baik memperbaikinya sesegera mungkin dari pada akan mendapatkan masalah yang lebih besar (atau terjadi kerusakan transmisi).

Dalam panduan ini, teknisimobil akan meninjau beberapa faktor yang dapat menyebabkan transmisi mengalami selip, gejala-gejala yang dapat diamati dan yang dapat dilakukan untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Baca juga: Mobil lambat tampak cepat

Gejala-gejala yang Tampak

Selip terjadi ketika transmisi mencoba untuk berpindah (merubah) gigi, menyebabkannya kembali pada gigi yang sebelumnya, atau kembali ke posisi gigi netral. Mendiagnosa masalah tersebut dapat dijadikan tantangan tersendiri, tetapi berikut adalah tanda-tanda umum yang perlu untuk diperhatikan:

Transmisi Otomatis:

  1. Periksa lampu indikator mesin (Engine Light) menyala atau tidak.
  2. Transmisi mencoba untuk ke posisi gigi lebih tinggi, kemudian kembalikan ke posisi gigi lebih rendah.
  3. Transmisi menolak untuk pindah ke posisi gigi lebih tinggi.
  4. Transmisi pindah ke posisi gigi lebih rendah, menyebabkan mesin berputar pada RPM tinggi.
  5. Anda tekan gas lebih dalam, RPM mesin meningkat, tetapi laju kendaraan tidak berubah.
  6. Gigi mundur tidak bekerja.
  7. Terdapat bau aneh atau bau terbakar.
  8. Bunyi yang terdengar tidak biasa ketika memindahkan posisi gigi.
  9. Terasa kasar atau berat ketika hendak memindahkan posisi gigi.

Dalam memperbaiki transmisi selip juga perlu diperhatikan gejala-gejala yang ditimbulkan. Perhatikan perbadaan gejala tersebut untuk yang manual dan otomatis.

Transmisi Manual

  1. Tidak mau masuk gigi (pindah gigi) pada posisi gigi tertentu.
  2. Transmisi mengalami gagal pindah gigi.
  3. Bunyi yang tidak biasanya selama pindah gigi.

Baca juga: Cara mudah mengganti busi mobil Honda CR-V

8 Penyebab Umum Transmisi Mengalami Selip

Terdapat sejumlah penyebab yang mungkin, tetapi jika Anda dapat menemukan dan memperbaiki sumber masalah dengan cepat, Anda dapat mencegahnya masalah transmisi menjadi lebih besar.

  • Jumlah Oli Transmisi Tidak Mencukupi

Sebuah transmisi otomatis bekerja berdasarkan tekanan hidrolik yang diberikan oleh oli transmisi untuk memindahkan gigi transmisi. Jika oli transmisi tidak cukup di dalamnya, pompa transmisi tidak akan mampu mencapai tekanan yang diperlukan untuk memindahkan gigi ke posisi yang lainnya. Jumlah oli transmisi yang tidak mencukupi dapat mengindikasikan adanya kebocoran dan dapat menjadikan overheating dan kerusakan bagian dalam yang sangat parah.

Apa yang harus dilakukan: Memeriksa Jumlah Kecukupan Oli Transmisi

  • Kebocoran Oli Transmisi

Seperti yang baru saja dijelaskan, sebuah transmisi otomatis mensyaratkan tekanan hidrolik untuk merubah gigi-gigi transmisi. Jika transmisi Anda mengalami kebocoran, tentu tidak akan pernah tercapai kebutuhan oli transmisi untuk dapat berpindah dari posisi satu gigi ke posisi gigi lainnya.

Kadang-kadang, masalah tersebut dapat diakibatkan oleh hal yang sangat sederhana yakni gasket panci oli transmisi rusak, tetapi masalah tersebut juga dapat diakibatkan kebocoran seal poros transmisi, saluran oli yang pecah/retak, kebocoran pada panci oli atau keretakan pada torka konverter.

Periksalah tingkat (jumlah) oli transmisi dan perhatikan sisi bawah kendaraan Anda (tepatnya di sekitar panci oli transmisi) apakah terdapat tanda-tanda kebocoran oli.

Penyebab dan Cara Memperbaiki Transmisi Selip

Kebocoran oli transmisi©exploreforum

Apa yang harus dilakukan: Perbaiki kecoboran Oli

  • Oli Transmisi Terbakar atau Sudah Tidak Layak Pakai

Jika pemakaian oli transmisi sudah terlalu lama, komposisi oli akan rusak, menyebabkannya menjadi lebih tipis, lebih gelap, dan penuh dengan “gram” kotoran. Jika oli terlalu tipis atau terbakar, oli akan menjadi tidak efektif pada saat dalam keadaan panas dan tidak akan mampu menjaga komponen-komponen transmisi terjaga tetap dingin. Ini akan menyebabkan terjadinya overheat, hal ini mengakibatkan sulitnya memindahkan gigi transmisi jika dibandingkan dalam keadaan normal.

Begitu juga dengan penyebab umum, dalam memperbaiki transmisi selip penting untuk memperhatikan perbedaan dua jenis transmisi yang ada.

Penyebab dan Cara Memperbaiki Transmisi Selip

Perbedaan oli bagus dan sudah tidak layak pakai©AGCO Automotive

Apa yang harus dilakukan: Ganti Oli Transmisi

  • Kerusakan atau Keausan Transmission Bands

Pada kendaraan otomatis, metal bands digunakan untuk menghubungkan gigi-gigi transmisi menjadi satu. Jika satu dari transmission bands rusak atau aus (seringkali disebabkan oleh overheating), gigi tertentu tidak akan dapat bekerja dengan baik, menyebabkannya menjadi “selip”.

Penyebab dan Cara Memperbaiki Transmisi Selip

Automatic transmission bands©hsw

Apa yang harus dilakukan: Ganti atau Perbaiki Band(s)

  • Permasalahan Kopling

Transmisi Manual

Kopling adalah penyebab terjadinya selip pada transmisi manual 90% lebih sering daripada disebabkan oleh hal-hal lainnya (10%). Kanvas kopling (clutch disc) biasanya hanya bertahan dari 20.000-200.000 mil bergantung pada cara pengemudi mengemudikan kendaraan.

Kopling menggunakan bahan gesekan (seperti kanvas rem) untuk menyambungkan putaran mesin ke transmisi melalui roda gila (flywheel) dan secara dasar memisahkan mesing dari transmisi selama melakukan perubahan posisi gigi. Jika bahan gesekan atau bearing rusak, Anda tidak akan dapat mengoperasikan kopling secara penuh (dengan kata lain, putaran mesin tidak dapat benar-benar terpisah dari transmisi).

Apa yang harus dilakukan: Mengganti kopling

Transmisi Otomatis

Kendaraan otomatis menggunakan pelat-pelat kopling di dalam transmisi dan torka konverter untuk mengoperasikan gigi-gigi transmisi. Jika bahan gesekan pada pelat-pelat tersebut terbakar atau aus, hal tersebut dapat mengakibatkan gigi tidak dapat masuk secara halus dan memungkinkan untuk terjadinya selip.

Apa yang harus dilakukan: mengganti oli transmisi dan mengganti pelat.

  • Gigi-gigi Transmisi Aus

Gigi-gigi transmisi aus dapat disebabkan oleh lama pemakaian (termakan usia), kerja oli transmisi tidak efektif, dan terjadi overheating. Gigi-gigi transmisi aus tidak bekerja sebagaimana mestinya dan ini dapat menyebabkan bunyi kasar pada saat pindah gigi, terjadi selip, gigi tidak dapat berpindah, dan terdengar bunyi aneh pada saat transmisi bekerja.

Apa yang harus dilakukan: Menganti gigi-gigi yang rusak atau mengganti dengan transmisi baru.

  • Permasalahan Solenoid

Solenoid adalah katub-katub aktivasi elektrik kecil yang mengontrol aliran fluida di dalam transmisi. Pengontrolan tekanan hidrolik penting untuk dapat terlaksananya pemindahan gigi, sehingga kegagalan fungsi solenoid transmisi dapat menyebabkan banyak masalah, seperti terhambatnya pergerakan handle gigi dan gagalnya pepindahan gigi. Jika Anda telah memeriksa jumlah oli transmisi, maka solenoid seharusnya menjadi tersangka utama. Gunakan scanner OBD2 untuk memeriksa kode bermasalah dan kemungkinan solenoid perlu untuk diganti.

Apa yang harus dilakukan: Memeriksa dan mengganti Solenoid.

  • Permasalahan Torka Konverter

Sebuah torka konverter adalah sebuah rangkaian hidrolik yang mentransfer tenaga mesin ke transmisi melalui tekanan hidrolik. Jika torka konverter rusak, akan terjadi pengurangan tekanan sehingga tekanan tidak cukup untuk mengoperasikan katub dan perubahan gigi-gigi transmisi. Sebuah torka konverter yang buruk dapat juga menyebabkan mesin mengalami masalah pada saat overdrive gear.

Apa yang harus dilakukan: Memeriksa dan mengganti torka konverter.

Bagaimana Cara Memperbaiki Transmisi Selip

Jika selip terjadi diakibatkan oleh oli yang buruk atau jumlah oli yang tidak mencukupi akibat kebocoran, maka Anda dapat mengatasi masalah tersebut dengan memeriksa dan mengganti oli transmisi atau memperbaiki/menyumbat kebocoran yang terjadi.

Penanganan masalah-masalah yang lebih serius seperti keausan atau kerusakan bands, kopling, dan gigi-gigi transmisi mengharuskan pembongkaran dan penggantian bagian-bagian yang rusak. Prosedur-prosedur tersebut harusnya hanya dikerjakan oleh tenaga profesional di bidang otomotif. Begitu juga dengan penggantian-penggantian torka konverter dan solenoid harus dikerjakan oleh tenaga profesional.

Jumlah Kecukupan Oli Transmisi

Penyebab dan Cara Memperbaiki Transmisi Selip

Batas ukuran oli berdasarkan stik oli.

Satu dari cara paling mudah untuk mencegah masalah yang timbul adalah selalu memperhatikan jumlah oli transmisi secara reguler. Sebulan sekali (setiap dua minggu jika kendaraan dipakai dengan mobilitas tinggi), buka kap mobil, tempatkan stik oli transmisi, dan periksa jumlah ATF. Selalu lakukan kegiatan ini saat mesin dalam keadaan hidup. Mengapa? karena pompa internal harus bekerja untuk mendapatkan ke akurasian pembacaan jumlah oli.

Jika fluida (oli) tampak gelap, kekentalan yang tidak normal, kotor, atau berbau seperti terbakar, maka oli harus segera mungkin diganti. Jika oli jumlahnya di bawah batas optimum yang ditunjukkan oleh stik oli, tambah jumlah oleh segera untuk mencegah masalah yang lebih berat.

Terdapat beberapa perbedaan jenis oli transmisi (ATF), sehingga periksalah buku manual kendaraan yang Anda miliki. Tujuannya untuk memastikan bahwa Anda mendapatkan (memilih) jenis oli transmisi yang benar. (Penggunaan jenis oli transmisi yang tidak sesuatu dapat secara nyata mengakibatkan ancaman kerusakan yang serius.)

Fluida (Oli) Transmisi Terbakar atau Rusak

Jika fluida (oli) transmisi otomatis Anda perlu diganti, Anda dapat melakukannya sendiri, atau mendatangi bengkel untuk melakukannya. Penggantian oli merupakan pekerjaan yang mudah, dan hanya memerlukan pengalaman mekanis yang sangat sedikit.

Anda dapat melakukannya langkah demi langkah pada panduan buku manual. Berikut adalah langkah-langkah secara umum yang dapat Anda lakukan;

  1. Angkat kendaraan dengan menggunakan dongkrak dan buka baut pembuangan oli. ATF (oli transmisi) akan mengalir keluar saat Anda melakukan langkah ini, sehingga tempatkan panci penampung oli bekas tepat di bawah baut pembuangan oli.
  2. Pasang baut pembuangan oli.
  3. Isi oli sesuai dengan kapasitas.
  4. Hidupkan mesin dan pastikan tidak ada kebocoran serta periksa jumlah kecukupan oli.

Kebocoran Oli Transmisi

Jika tampak oli transmisi pada kendaraan Anda bocor (tampak basah pada panci oli) maka lakukan penggantian gasket dan perbaiki panci oli jika memang diperlukan. Sama seperti penggantian oli transmisi, penggantian gasket panci oli juga hanya membutuhkan sedikit pengalaman mekanis saja. Langkah-langkah yang diperlukan untuk penggantian gasket panci oli mirip dengan penggantian oli. Hanya saja terdapat tambahan yakni membuka panci oli setelah membuang oli lama dan membersihkannya. Dilanjutkan dengan memasang gasket baru sebelum memasang kembali panci oli pada transmisi.

Untuk mendapatkan gasket baru panci oli transmisi, Anda cukup mendatangi toko penjualan sparepart atau datang langsung ke dealer merk mobil Anda di bagian penjualan sparepart.

Permasalahan Lain

Apabila tidak ada satupun dari masalah yang telah diuraikan di atas, maka waktunya Anda menghubungi bengkel atau dealer untuk memperbaiki permasalahan transmisi Anda.

Baca juga:

Langkah Mudah Mengganti Oli Mesin Mitsubishi Pajero

Cara Mengganti Oli Mesin dan Filter Oli Honda Jazz

Upaya Pencegahan Selip

Banyak sekali permasalahan terkait dengan kerusakan transmisi baik transmisi manual maupun transmisi otomatis. Biaya yang dibutuhkan pun tidaklah murah. Oleh karena itu tindakan pencegahan kerusakan lebih baik daripada harus memperbaiki kerusakan. Pencegahan dapat dilakukan dengan cara mematuhi petunjuk pemeriksaan yang diberikan pada buku manual perawatan mobil Anda. Oli mulai rusak biasanya dapat menyebabkan transmisi selip. Sehingga gantilah oli dan filter setiap 30.000-50.000 mil sekali atau lihat petunjukkan penggantian oli dan filter oli dari dealer. Selalu disiplin memperhatikan kualitas dan jumlah oli untuk waktu yang tidak terlalu lama juga akan membantu upaya pencegahan kerusakan transmisi.[]

(3) Comments

  1. Pingback: Tanda-tanda Transmisi Otomatis Mobil Bermasalah - Teknisimobil.com

  2. Pingback: Masalah Torka Konverter Pada Transmisi Otomatis - Teknisimobil.com

  3. Pingback: 4 Masalah Umum Transmisi CVT Honda Apa Saja?-Teknisimobil.com

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *