Penyebab Coolant Dalam Tangki Cadangan Habis Terus

Teknisimobil.com – Salam Teknisi Mobil Indonesia, apa kabar kalian semua hari ini? Semoga semua baik-baik saja dan tetap semangat menjalani aktivitas sepanjang hari ini pada bengkelnya masing-masing. Bahasan singkat kita kali ini adalah tentang Penyebab Coolant Dalam Tangki Cadangan Habis Terus. Berikut bahasan selengkapnya.

Penyebab Coolant Dalam Tangki Cadangan Habis Terus

Meski tidak sepenting radiator atau thermostat pada sistem pendingin, tangki cadangan memiliki perang yang tidak kalah penting. Tangki cadangan atau kita sebut sebagai tabung reservoir memiliki fungsi untuk menampung air radiator yang mengalir keluar dari radiator saat tekanan dan temperatur coolant meninggi. Ini terjadi saat mesin dalam kondisi hidup dan telah mencapai temperatur kerja mesin.

Tekanan dan temperatur tinggi akan mendorong katup pada tutup radiator. Selanjutnya katup pada tutup radiator terbuka dan cairan pendingin akan mengalir menuju tangki cadangan. Cairan pendingin ini kemudian akan kembali ke dalam radiator pada saat mesin telah mengalami penurunan tekanan dan temperatur. Dengan begitu, jumlah cairan pendingin dalam tangki cadangan akan tetap.

Jumlah atau isi dalam tangki cadangan tidak hanya coolant dari luapan coolant saat mesin hidup. Tangki cadangan telah terisi terlebih dahulu coolant dengan batas tertentu.

Dalam beberapa kasus, terjadi jumlah cairan pendingin dalam reservoir tank berkurang bahkan habis. Padahal tidak ada kebocoran yang terjadi pada sistem pendingin. Selang radiator bagus, tutup radiator OK, radiator juga tidak bermasalah, serta thermostat juga dalam kondisi bekerja dengan baik.

Jadi apa penyebabnya cairan radiator berkurang dari tangki cadangan?

Cairan pendingin atau coolant radiator habis dari tangki cadangan adalah tanda dari masalah mesin jika kondisi tersebut di atas terpenuhi. Ini berarti ada penguapan yang berlebih dari dalam mesin.

Memang mesin tidak sampai overheat engine, tetapi untuk kasus-kasus tertentu ada kemungkinan temperatur lebih tinggi dari temperatur kerja mesin yakni 82-95 derajat celcius. Dalam kondisi standar, mesin akan terjaga temperatur dan tekanannya. Tetapi saat mesin sudah mengalami misal rasio bahan bakar dan udara lebih tinggi, beban mesin yang melampaui batas baik itu beban atau putaran mesinnya, maka dapat mengakibatkan over putaran. Akibatnya mesin akan panas.

Panas mesin akan lebih tinggi dari yang seharusnya. Dalam kondisi tersebut, coolant cenderung dapat menguap dari berbagai macam celah udara sempit misalnya tutup radiator dan lainnya. Jika ini terjadi, coolant yang menguap tersebut akan tergantikan oleh cairan dalam tangki cadangan sehingga tangki cadangan akan berkurang sedikit demi sedikit.

Dalam waktu yang cukup lama maka tangki cadangan bahkan dapat habis total.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.