Menu
Life is about sharing

Penyebab Avanza Dual VVT-i Lemot Apa?

  • Share
Penyebab Avanza Dual VVT-i Lemot

Teknisimobil.com – Salam Teknisi Mobil Indonesia, apa kabar kalian semua hari ini? Semoga semua baik-baik saja dan tetap semangat menjalani aktivitas sepanjang hari ini pada bengkelnya masing-masing. Bahasan singkat kita kali ini adalah tentang Penyebab Avanza Dual VVT-i Lemot Apa? Berikut bahasan selengkapnya.

Penyebab Avanza Dual VVT-i Lemot Apa?

Mesin Avanza sejak 2015 hingga sekarang menggunakan teknologi terbaru Toyota yakni dual VVT-i. Padalah mesin VVT-i (bukan dual) sendiri sudah bertahan lebih dari sepuruh tahun sejak keluar tahun 2004-an. Mesin tersebut tekenal irit dan handal dan itu menjadi cita-cita masyarakat Indonesia secara umum saat membeli mobil.

Jika pada VVT-i pengaturan katup hanya untuk katup masuk saja, maka pada dual VVT-i pengaturan katup pada kedua jenis katup pada mesin. Katup intake dan katup exhaust keduanya mendapatkan pengaturan berdasarkan manajemen mesin melalui ECU.

Keberadaan dual VVT-i ini menjadikan jumlah campuran udara dan bahan bakar masuk ke dalam mesin sesuai dengan beban kerja mesin. Begitu juga untuk lamanya pembukaan katup buang terbuka. Sehingga keseimbangan masukan dan keluaran gas buang pada mesin benar-benar setimbang baik saat mesin beban ringan maupun beban berat.

Tetapi nyatanya tidak sedikit yang mengeluhkan mesin dual VVT-i lambat respon. Alasannya apa kira-kira?

Kalau kita mengatakan bahwa ini karena teknologi yang dipakai jelas salah. Pengujian ketat telah Toyota lakukan untuk dapat menghasilkan teknologi terbaru ini. Sehingga hasilnya memang sudah tepat dengan kemampuan mesin yang irit, efisien, ramah lingkungan, tetapi tidak meninggalkan performa mesin.

Masalah lemot bisa jadi karena masalah mekanisme VVT baik itu pada camshaft IN maupun camshaft OUT. Respon lambat karena kemanisme VVT sangat mungkin terjadi. Sehingga perbaikan mekanisme VVT perlu kita lakukan.

Ada yang lain yakni OCV atau oil control valve. OCV mendapatkan perintah dari ECU berdasarkan data dasar dari berbagai sensor. OCV yang kemudian akan menggerakan oli untuk mendorong mekanisme VVT menahan katup terbuka lebih cepat atau lebih lambat. Apabila OCV bermasalah maka perubahan gerak mekanik dari VVT juga lambat dan ini menyebabkan mesin tampak lambat respon atau lemot.

Akan tetapi, jika sistem mekanisme VVT dalam kondisi baik dan OCV juga bekerja dengan normal maka mesin dual VVT-i jelas jauh lebih baik dari teknologi VVT-i (tanpa dual) dan tentu saja non VVT.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *