Menu
Life is about sharing

Penjelasan DTC P0016 OBD II Penyebab, Gejala, dan Langkah Perbaikan

  • Share
Penjelasan DTC P0016 OBD II

Teknisimobil.com – Salam Teknisi Mobil Indonesia, apa kabar kalian semua hari ini? Semoga semua baik-baik saja dan tetap semangat menjalani aktivitas sepanjang hari ini pada bengkelnya masing-masing. Bahasan singkat kita kali ini adalah tentang Penjelasan DTC P0016 OBD II Penyebab, Gejala, dan Langkah Perbaikan. Berikut bahasan selengkapnya.

Penjelasan DTC P0016 OBD II Penyebab, Gejala, dan Langkah Perbaikan

Bagi yang engan untuk membaca, silahkan simak video penjalasan saya berikut ini;

Advertisements

Jika kita melakukan baik itu scan manual atau menggunakan scanner OBD II dan kita temui kode DTC P0016, apa yang harus kita lakukan? Kode DTC P0016 biasanya disertai dengan penjelasan Camshaft Position Corelation Bank 1 Sensor A.

Pertama kita harus ingat bahwa P0016 adalah kode generic yang dapat kita temukan pada jenis mobil yang berbeda-beda.

Pengertian DTC P0016

DTC P0016 “Camshaft Position Corelation Bank 1 Sensor A” menjelaskan tentang adanya ketidak sesuaian sinyal antara sinyal dari camshaft position sensor atau sensor CMP – lihat Cara kerja sensor CMP – dan crankshaft position sensor atau sensor CKP – lihat Cara kerja sensor CKP.

Sebagai contoh kasus sebagai berikut. Misalkan sensor CMP telah mendeteksi bahwa salah satu piston telah sampai di titik mati atas dan mengirimkannya ke ECU. Akan tetapi, pada saat yang bersamaan sensor CKP mengirimkan sinyal ke ECU yang menyatakan bahwa piston tersebut belum sampai pada titik mati atas seperti sinyal dari sensor CMP sampaikan ke ECU. Nah, ini berbeda sinyal namanya.

Lalu apa penyebabnya?

Penyebab DTC P0016

Jika muncul kode DTC P0016 maka ada beberapa penyebab yang sering terjadi. Penyebabnya adalah sebagai berikut;

Pertama – Timing chain terlalu kendor atau timing belt yang lompat baik itu ke arah maju atau pun ke arah mundur. Ini mengakibatkan ketidak sesuai antara pembacaan sensor CMP dan sensor CKP yang terkiri ke ECU.

Kedua – Pemasangan timing baik itu chain atau pun belt yang tidak tepat. Biasanya ini berkaitan saat mesin baru melakukan perbaikan timing belt atau timing chain atau bisa juga pada saat perbaikan kepala silinder atau bahkan overhaul mesin.

Ketiga – Penggantian sensor CMP yang tidak tepat. Sensor CMP saat dipasang tidak duduk dengan baik dan masih menyisakan celah pada dudukannya. Ini mengakibatkan posisi antara sensor CMP dan gigi reluktor tidak sesuai dan meninggalkan celah lebih besar. Akibatnya terjadi kesalahan pembacaan posisi poros engkol yang terkirim ke ECU.

Keempat – Gap antara sensor CMP dan gigi reluktor tidak tepat. Gap antara keduanya ada spesifikasi. Ini bisa saja tidak sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan pabrikan karena kotoran atau kerak oli sedemikan rupa kehilangan gap yang seharusnya ada.

Kelima – Masalah pada VVT baik itu pemasangan VVT yang tidak tepat, VVT macet, atau bahkan kerusakan pada OCV sehingga mengakibatkan perbedaan yang tidak tepat antara posisi VVT dan posisi yang terbaca oleh sensor CMP.

Keenam – Masalah pada sensor CKP. Ini meliputi kerusakan pada sensor CKP, pemasangan sensor CKP yang tidak tepat, dan tentu saja gap antara gigi reluktor dan sensor CKP yang tidak tepat.

Lalu apa gejalanya?

Gejala yang Ditimbulkan Saat Muncul DTC P0016

Gejala yang timbul yang kemudian memunculkan kode DTC P0016 biasanya sebagai berikut.

  1. Lampu indikator check engine lamp menyala.
  2. Tenaga mesin berkurang.
  3. Mobil susah hidup.
  4. Pada beberapa mesin tertentu biasanya mesin hidup tetapi kemudian mati.
  5. Bahan bakar bensin lebih boros dari kondisi normal.
  6. Mesin menjadi lebih kasar dan tidak stabil rpm-nya.

Gejala-gejala tersebut bisa jadi dari kondisi kerusakan yang lain. Oleh karena itu, gejala tersebut akan mudah kemudian ditelusuri apabila kita melakukan scan engine dan mendapati kode DTC P0016. Pelajari juga Ciri sensor CMP Rusak dan Ciri Sensor CKP Rusak.

Lalu apa yang harus kita lakukan jika menghadapi masalah seperti ini?

Langkah Menghadapi DTC P0016

Saat mengalami masalah dengan kode kesalahan DTC P0016 adalah sebagai berikut.

Pertama – Hapus kode error kesalahan DTC P0016 dengan menggunakan scanner atau dengan cara manual. Kemudian hidupkan mesin mobil. Bila perlu, bawa jalan sebentar mobilnya untuk memastikan bahwa mobil tidak masalah.

Kedua – Cek secara fisik sensor CMP, sensor CKP dan OCV. Pengecekan meliputi; kondisi soket, kondisi kabel, dan sensor-sensor tersebut. Kemudian bersihkan sensor dan pasang kembali dengan tepat sensor dan OCV tersebut.

Ketiga – Gunakan scanner dan kemudian lihat apakah kesuaian antara VVT, OCV dan data sensor telah sesuai dengan spesifikasi. Catatan: tidak semua sensor dapat melakukan hal ini.

Keempat – Lakukan pengukuran sensor dan OCV dan sesuaikan dengan data pabrikan.

Kelima – Perhatikan oli mesin yang digunakan. Ganti oli mesin yang sesuai dengan yang direkomendasikan pabrikan. Jika ada sludge, silakan lakukan engine flush.

Keenam – Jika semua sudah dan masih sama saja, sebaiknya lakukan pemeriksaan pada timing chain. Kendor timing chain dapat menyebabkan masalah dengan kode DTC P0016.

Ada beberapa kasus yang sudah dikerjakan dengan berbagai cara dan untuk melengkapi langkah pemeriksaan seperti di atas tetapi tidak berpengaruh apa-apa. Ternyata masalah ada pada kerusakan ECU. ECU tidak mampu membaca dengan benar data yang dikirim baik sensor CMP atau pun sensor CKP. Oleh karena itu, jika terjadi semacam ini mau tidak mau harus melakukan service ECU atau penggantian uni ECU.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *