Masalah Torka Konverter Pada Transmisi Otomatis

Teknisimobil.comKali ini teknisi mobil akan membahas tentang masalah torka konverter pada mobil transmisi otomatis, yang dimulai dengan pendefinisian dan konsep sederhana. Torka konverter adalah bagian dari transmisi otomatis yang mengendalikan seberapa banyak oli (fluida) yang melalui transmisi otomatis dan mengizinkan mesin tetap beroperasi walaupun mobil dalam keadaan tidak bergerak.

Torka konverter sangat penting sekali. Apabila terjadi ketidaknormalan padanya, hal tersebut dapat menyebabkan perilaku tidak menentu seperti transmisi mengalami selip dan transmisi bergetar secara tidak normal. Permsalahannya adalah diagnosa yang tepat untuk mengetahui permasalahan torka konverter transmisi otomatis tidaklah mudah. Banyak dan bahkan banyak sekali kemungkinan alasan yang dapat menyebabkannya tidak bekerja dengan baik. Dan tentu saja kita tidak dapat menyalahkan torka konverter yang ada pada mobil. Oleh karena itu, pada artikel kali ini, teknisimobil akan membahas tentang masalah torka konverter dan penyebab-penyebabnya.

Hati-hati tentang masalah torka konverter, karena saat ini belum banyak bengkel yang paham dengan masalah torka konverter dalam sistem transmisi otomatis.

Masalah Torka Konverter

Torka konverter pada sebuah mobil©subaruoutback

Masalah torka konverter kadang kala salah intepretasi sebagai gejala kerusakan fatal pada transmisi otomatis. Sialnya, hal ini terkadang menuntun pemilik kendaraan berpikir bahwa mereka perlu mengeluarkan uang jutaan rupiah untuk memperbaiki. Atau mengganti transmisi otomatis kendaraan mereka pada saat mereka mengetahui bahwa memperbaiki transmisi otomatis ternyata lebih mahal dari pada mengganti total.

Akan tetapi, diagnosa menyebabkan masalah transmisi tidak menjadi mudah. Dalam kebanyakan kasus, torka konverter tidak menjadi sumber masalah. Tujuan dari panduan pada artikel ini dan beberapa artikel terkait adalah untuk secara sederhana menolong Anda lebih dekat pada kemungkinan-kemungkinan dan mengedukasi diri Anda sendiri sebelum memeriksakan transmisi kendaraan Anda ke bengkel atau dealer.

Apa yang Dilakukan oleh Torka Konverter?

Sebuah torka konverter adalah sebuah kopling fluida yang menghantarkan torka (gaya puntir) dari mesin ke transmisi. Torka konverter ditempatkan antara mesin dan transmisi, “diikatkan” secara langsung pada “flex plate” yang tersambung langsung oleh poros engkol.

Masalah Torka Konverter

Torka konverter©transmissionrepaircostguide

Mesin dengan internal combustion menghasilkan daya dari pembakaran bahan bakar yang menekan piston-piston untuk memutar poros engkol (crankshaft) yang berada di bagian bawah mesin. Gaya putaran ini disalurkan ke transmisi oleh tekanan fluida di dalam torka konverter.

Masalah Torka Konverter

Susunan sebuah torka konverter©afepower

Di dalam tutup (cover) torka konverter terdapat serangkaian semacam propeler yang disebut pompa (pump). Rangkaian ini berputar dalam satu kesatuan dengan poros engkol mesin, memaksa oli transmisi masuk ke dalam rangkaian lainnya yang disebut impeller. Rangkaian kedua ini dihubungkan dengan poros input transmisi. Sejumlah tekanan hidrolik yang terbentuk di dalam transmisi memandu gigi-gigi transmisi sesuai dengan kelajuan kendaraan.

Sebelum mengetahui masalah torka konverter, terlebih dahulu Anda mengenali apa saja yang dilakukan oleh torka konverter.

Kelajuan impeller ditentukan oleh mesin pada rangkaian hidrodinamik ini. Ketika kendaraan berada dalam keadaan stasioner, atau pengendara melakukan pengereman, impeller akan melambat, sementara itu pompa terus berputar. Hal ini menjadikan torka konverter bekerja layaknya kopling pada transmisi manual. Kedaan ini juga memungkinkan mesin terus berputar ketika kendaraan benar-benar dalam keadaan berhenti.

Ketika oli transmisi telah terlempar masuk ke dalam impeller, oli harus kembali ke pompa dan akan terus berulang secara terus menerus. Selama oli sedang mengalir pada arah yang berbeda dari pompa, oli harus dibalik untuk menghindari mesin berputar lambat.

Untuk melakukan hal ini, sirip roda ketika (third finned wheel) yang disebut stator yang diletakkan di antara turbin-turbin pada poros pompa transmisi. Perisai-perisainya memiliki sudut yang sangat presisi sedemikian rupa sehingga ketika oli transmisi mengenainya, oli akan berbalik arah dan kembali ke jalur balik ke pompa. Ketika kendaraan berhenti, akan terbentuk kopling built-in one-way menyebabkannya berhenti berputar, menghentikan rangkaian hidrodinamik.

Ketika kendaraan mulai melakukan akselerasi dari keadaan berhenti, stator sekali lagi bebas berputar. Pada gerakan lambat, oli transmisi mengenai kembali pada stator yang bebas, stator mulai memutar pompa transmisi, dan menghasilkan torka yang lebih besar (penggandaan besar torka) dari sisi mesin pada rangkaian. Ini menyebabkan pompa transmisi menekan lebih banyak oli ke dalam transmisi, menghasilkan gerakan.

Ketika kendaraan dalam keadaan bergerak normal, kopling one-way stator mengizinkannya untuk mulai berputar pada arah seperti pada turbin-turbin yang lain, membalikkan aliran oli dan melengkapi rangkaian hidrodinamik.

Setelah semua gigi-gigi transmisi telah berpindah dan kendaraan mencapai kelajuan maksimum, pengunci kopling bekerja, menghubungkan cover bagian depan torka konverter ke impeller. Ini menyebabkan semua turbin-turbin bekerja bersama-sama pada arah yang sesuai dengan drive/overdrive.

Tanda-tanda Masalah Torka Konverter

Sangatlah sulit untuk memastikan sebuah masalah transmisi otomatis mobil ketika dikaitkan dengan torka konverter tetapi terdapat beberapa tanda yang harus Anda sadari. Gejala-gejala yang muncul ketika sebuah torka konverter buruk/bermasalah mencakup overheating, selip, bergetar terlalu keras, oli transmisi kotor, atau terdapat bunyi aneh.

Overheating

Jika Anda melihat indikator panas pada dashboard menunjukkan overheating, ini dapat berarti bahwa torka konverter mobil Anda tidak berfungsi dengan semestinya. Overheating mungkin adalah tanda yang paling sering menunjukkan bahwa torka konverter mengalami masalah, ketika tekanan oli mengalami penurunan secara drastis akan menyebabkan transmisi overheat. Hal tersebut juga merupakan sebuah tanda jumlah oli transmisi di bawah level yang disyaratkan atau juga permasalahan pada solenoid yang tidak berfunsi secara baik. Oleh karena itu, periksalah keduanya untuk aksi pertama.

Transmisi Selip

Masalah pada torka konverter seringkali akan menunjukkan gejala yang cepat, seperti fluida (oli) tidak dapat mengalir secara tepat. Jika fluida tidak cukup atau bahkan terlalu banya yang melalui transmisi, akan dapat menyebabkan roda gigi-roda gigi mengalami selip. Akibatnya, Anda akan merasakan hilangnya tenaga mobil atau percepatan (akselerasi) mobil hilang tiba-tiba. Hal lain yang seharusnya Anda rasakan adalah jumlah bahan bakar yang sangat boros dalam keadaan ini. Fluida yang sangat sedikit atau terlalu banyak dapat juga menjadi suatu penyebab, sehingga Anda perlu memeriksa jumlah oli transmisi apabila Anda mengalami selip.

Transmisi bergetar terlalu keras

Jika Anda mulai merasakan adanya getaran yang cukup keras ketika mengendarai mobil dengan laju 50-70 km per jam, ini dapat berarti bahwa torka konverter pada mobil Anda bermasalah. Ketika mengalami kondisi ini, hal yang Anda rasakan adalah seperti melewati jalan yang sangat kasar. Getaran keras tersebut datang dan pergi secara tiba-tiba. Jadi apabila Anda merasakan hal semacam ini, Anda seharusnya memeriksakan transmisi otomatis Anda sesegera mungkin. Jangan sampai menunggu lagi.

Masalah torka konverter ditandai oleh overheating, transmisi susah masuk dan selip, kotoran dalam oli transmisi, serta terdapat bunyi yang aneh.

Kotoran dalam Oli Transmisi

Apabila Anda memeriksa oli transmisi dan didapati sejumlah material (kotoran) di dalamnya, hal tersebut dapat berarti transmisi otomatis Anda atau kopling torka konverter dalam masalah. Yang harus Anda lakukan pertama adalah mengganti oli transmisi, hidupkan dan bawa mobil untuk perjalanan jarak dekat dan periksa kembali. Apabila masih, maka Anda wajib memeriksakannya ke bengkel.

Bunyi Aneh

Apabila terdapat bunyi aneh seperti menggelitik atau semacamnya yang berasal dari bagian transmisi, itu merupakan pertanda torka konverter mobil Anda bermasalah.

Baca juga:

Langkah Mudah Mengganti Oli Mesin Mitsubishi Pajero

Cara Mengganti Oli Mesin dan Filter Oli Honda Jazz

Cara Mengganti Oli Mesin dan Filter Oli Honda CR-V

Cara Menguji Torka Konverter Bermasalah

Ini adalah sebuah cara uji yang sangat sederhana. Diharapkan cara uji sederhana ini dapat membantu mendiagnosis masalah-masalah potensial pada torka konverter. Yang perlu Anda lakukan adalah menstart mobil, sementara pengemudi berada pada tempat duduk pengemudi dan biarkan mobil dalam keadaan idle untuk beberapa menit. Setelah itu, tekan pedal gas secara ringan beberapa kali, dan lepaskan pedal gas untuk kembali mesin pada posisi idle sebelumnya. Selanjutnya, tekan pedal rem, dan arahkan handle gigi ke posisi drive. Selama periode ini, Anda akan menghendaki untuk mendengar berbagai bunyi aneh seperti menggelitik atau pusaran. Apabila Anda cukup berpengalaman, lakukan perubahan handle gigi secara tiba-tiba untuk mendapatkan bunyi aneh tersebut. Tetapi apabila tidak, lakukan proses tersebut meliputi gigi mundur dan coba untuk mendengarkan bunyi aneh tersebut. Terakhir, jalankan mobil dan uji hal-hal seperti yang telah dijelaskan sebelumnya seperti selip atau bergetar keras.

Penyebab Umum Masalah Torka Konverter

Terdapat beberapa alasan mengapa masalah pada torka konverter dapat terjadi. Jangan mengasumsikan masalahnya seperti apa sebelum Anda memeriksa transmisi terlebih dahulu, tetapi berikut adalah beberapa gagasan umum apa yang sebenarnya terjadi.

Kerusakan Bearing (klahar) jarum

Ini adalah sebuah permasalahan umum yang akan Anda lihat, bearing jarum yang memisahkan stator, impeller, turbin, dan rumah konverter. Apabila bearing jarum tersebut mengalami kerusakan, maka akan mengakibatkan transmisi mengeluarkan bunyi aneh ketika dalam keadaan mobil berjalan. Hal ini dikarenakan adanya kontak antara komponen-komponen di dalam konverter. Kontak tersebut menciptakan serpihan-serpihan besi yang kemudian dibawa oleh oli tranmisi dan ikut bergerak ke seluruh bagian transmisi.

Kerusakan Seal-seal Torka Konverter

Kerusakan seal torka konverter akan menyebabkan oli transmisi bocor keluar konverter. Yang tentu saja ini akan menimbulkan sejumlah masalah. Masalah yang akan timbul seperti overheating, selip, dan juga masalah pada saat memindahkan handle transmisi untuk berbagai fungsi. Seal yang mengalami kerusakan harus ditemukan dan wajib untuk diganti.

Kerusakan Kopling Torka Konverter

Seperti halnya pada transmisi manual, transmisi otomatis juga memiliki kopling juga. Walaupun kopling tersebut berada di dalam transmisi dan menjadi bagian dari torka konverter. Kopling torka konverter rusak akan terjadi ketika kopling melompat dari keadaan terkunci menuju arah terbalik atau jika kopling terbakar akibat temperatur tinggi. Jika kopling rusak, mobil akan tetap dalam posisi gigi bekerja walaupun mobil dalam keadaan berhenti.

Solenoid Kopling Torka Konverter

Solenoid kopling torka konverter adalah sebuah komponen elektronika yang mengontrol jumlah oli transmisi yang dilewatkan ke dalam kopling torka konverter. Jika solenoid ini tidak berfungsi dengan sebenarnya, oli terlalu banyak atau terlalu sedikit akan menyebabkan tekanan oli menjadi tidak normal. Ini akan berakibat pada perilaku yang tidak biasanya seperti bahan bakar boros dan juga putaran mesin yang tinggi.[]