Langkah Pemeriksaan SCV Pajero Sport/Triton Rusak?

Teknisimobil.com – Salam Teknisi Mobil Indonesia, apa kabar kalian semua hari ini? Semoga semua baik-baik saja dan tetap semangat menjalani aktivitas sepanjang hari ini pada bengkelnya masing-masing. Bahasan singkat kita kali ini adalah tentang Langkah Pemeriksaan SCV Pajero Sport/Triton Rusak? Berikut bahasan selengkapnya.

Langkah Pemeriksaan SCV Pajero Sport/Triton Rusak

Langkah Pemeriksaan SCV Pajero Sport/Triton Rusak

Mesin dengan bahan bakar solar dan dengan sistem common rail menggunakan sebuah aktuator yang kita kenal sebagai SCV atau suction control valve. SCV memiliki fungsi untuk melakukan pengaturan jumlah tekanan bahan bakar. Ini merupakan sebuah aktuator penting dalam sistem common rail. Biasanya SCV terletak pada bagian sisi supply pump yang bertekanan tinggi.

Sebuah SCV akan terhubung langsung dengan sebuah ECU. Sehingga apabila aktuator SCV mengalami masalah, maka ECU akan menyalakan check engine lamp untuk menyala. Tujuannya agar pengemudi segera menyadari ada masalah pada aktuator SCV. Tentu kita harus mengetahui ciri kerusakan SCV agar tidak salah membaca check engine lamp pada dashboard.

Apabila ciri atau gejala kerusakan SCV tidak tampak dan ternyata mesin mengalami masalah, maka kita membutuhkan scanner engine yang sesuai, biasanya dapat menggunakan scanner OBD II. Dengan menggunakan scanner, apabila SCV memang mengalami kerusakan akan muncul beberapa kode kerusakan seperti berikut;

  • Kode kerusakan P0629 dengan keterangan “suction control valve battery short”.
  • Kode kerusakan P0628 dengan keterangan “suction control valve open”.
  • Kode kerusakan P0089 dengan keterangan “suction control valve stuck”, dan
  • Kode kerusakan P1275 dengan keterangan “supply pump exchange”.

Lalu bagaimana Langkah Pemeriksaan SCV Pajero Sport/Triton?

Pertama – Pemeriksaan Fisik

Yang harus kita lakukan pertama adalah memeriksa secara fisik aktuator SCV. Tujuan pemeriksaan fisik SCV jelas untuk memastikan bahwa SCV tidak mengalami kerusakan secara fisik. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat kita tempuh;

  • Pertama kita lepaskan SCV dari supply pump.
  • Selanjutnya periksa dan perhatikan body SCV, bila ada yang bengkok, keretakan, atau penyok dan hal lain terkait fisik pada bodi SCV menandakan SCV sudah tidak bagus dan perlu kita ganti.
  • Kemudian perhatikan kondisi karet o-ring pada SCV, pastikan juga kondisi o-ring masih dalam kondisi bagus dan tidak ada bekas cairan yang melewatinya.
  • Cek bagian depan SCV tempat katup/valve SCV berada. Pastikan bahwa kondisinya tidak terlihat ada keausan atau kotoran yang menyumbat karena bisa mengakibatkan SCV stuck.
  • Lakukan pemasangan SCV ke kabel konektor.
  • Selanjutnya posisikan kunci kontak pada posisi ON.
  • Apabila SCV dalam kondisi baik maka akan terasa/ada getaran pada bodi SCV pada saat kunci kontak kita ON-kan. Selain itu perhatikan juga lubang bagian katup yang ada di depan SCV. Pada saat kunci kontak pada posisi ON, bagian katup juga akan terlihat bergerak.

Kedua – Pengukuran Nilai Resistansi SCV

Pada langkah kedua ini tujuannya adalah mengukur nilai hambatan atau resistansi SCV. Dalam hal ini kita akan memastikan coil/kumparan pada bagian dalam SCV apakah dalam kondisi baik atau mengalami short circuit atau hal yang lain misalnya putus.

Langkah pemeriksaannya adalah sebagai berikut;

  • Langkah pertama, lepas kabel konektor pada suction control valve.
  • Selanjutnya set AVO-meter dan pilih selektor ke pengukuran hambatan (ohm).
  • Ukur nilai resistansi yaitu antara terminal no. 1 dan no. 2 pada suction control valve.
  • Nilai resistansi/hambatan yang normal untuk SCV ialah sebesar 2,1 ohm (jika diukur pada suhu sekitar 20 derajat celcius).
  • Jika nilai resistansi kurang atau lebih dari nilai diatas maka SCV sudah rusak.

Untuk melakukan penggantian SCV kita sebaiknya menggunakan data dari pemeriksaan seperti di atas. Namun apabila nilai resistansi masih normal maka kamu bisa mencoba untuk membersihkan katup SCV dengan cara membuka snap ring yang ada di bagian depan katup, kemudian mengeluarkan katup/Valve SCV beserta spring/pegasnya lalu dibersihkan.

Biasanya kotoran dapat mengganggu kerja SCV sedemikian rupa sehingga memunculkan kode kerusakan atau gejala yang lainnya. So, awali dengan melakukan pengecekan dan pembersihan SCV sebelum memutuskan untuk mengantinya.

No Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Translate »