Jangan Asal Pilih Oli Agar Tidak Muncul Oil Sludge

Teknisimobil.com – Salam Teknisi Mobil Indonesia, apa kabar kalian semua hari ini? Semoga semua baik-baik saja dan tetap semangat menjalani aktivitas sepanjang hari ini pada bengkelnya masing-masing. Bahasan singkat kita kali ini adalah tentang Jangan Asal Pilih Oli Agar Tidak Muncul Oil Sludge. Berikut bahasan selengkapnya.

Jangan Asal Pilih Oli Agar Tidak Muncul Oil Sludge

Advertisements

Oil sludge atau lumpur oli yang berada di dalam mesin biasanya karena pemilihan oli mesin yang tidak tepat. Tetapi ternyata juga tidak hanya itu saja.

Secara umum lumpur oli merupakan endapan kotoran karena oli yang mengental dan akibatnya terjadi penimbunan seperti lumpur. Jika oil sludge terjadi pada mesin mobil, maka sistem pelumasan mobil akan terganggu. Tidak hanya mengakibatkan tekanan oli rendah yang otomatis menghidupkan tanda peringatan indikator oli, tetapi lebih jauh dapat mengalami jamming atau jebol sistem pelumasannya.

PENYEBAB INDIKATOR OLI MENYALA

Salah satu penyebab dari sering terjadinya sludge oli mesin adalah karena pemilihan oli mesin yang tidak sesuai atau ‘asal oli’. Oli-oli mineral yang beredar di pasaran biasanya tidak memiliki kandungan aditif deterjen seperti oli standar.

Jika kita paham, zat aditif deterjen pada oli sangatlah penting untuk mesin mobil. Deterjen berfungsi untuk merontokkan deposit karbon pada bagian-bagian yang oli mesin lalui dalam ruang mesin. Dengan demikian, maka komponen-komponen penyusun mesin dapat tetap bersih.

Tetapi, bukan berarti tidak boleh menggunakan oli mineral. Boleh saja menggunakan oli mineral tetapi harus sangat hati-hati dalam hal perhitungan waktu penggantian oli mesin tersebut.

Selain oli mineral kita mengenal oli sintetik atau semi sintetik. Baik yang full atau yang semi, tidak juga menjamin mesin mobil selamanya bebas dari masalah oil sludge atau lumpur akibat oli.

Kedua jenis oli ini memang lebih baik dari oli mineral. Dalam keduanya telah ada unsur zat aditif seperti deterjen yang bertugas untuk membersihkan bagian-bagian komponen mesin yang oli lewati.

Tetapi, sekali lagi ini pun tidak ada jaminan selamanya bebas oil sludge. Jika penggantian oli mesin terlewati terlalu lama dari jarak normal jadwal penggantian oli maka meski menggunakan oli semi dan full sintetik tetap akan ada sludge oli. Hal ini karena, zat aditif dalam hal ini deterjen memiliki masa pemakaian. Ia akan bertahan dalam jangka waktu tertentu dan jika sudah lewat maka oli dalam keadaan yang tanpa deterjen kembali.

Jadi baik oli mineral atau pun semi/full sintetik keduanya berpotensi menimbulkan sludge oli. Hanya saja penggunaan oli mineral harus lebih hati-hati dibandingkan yang menggunakan oli sintetik.

No Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Translate »