Hujan Lebat Merusak Mesin Mobil Anda, Benarkah?

Teknisimobil.comPertanyaan benarkah hujan lebat merusak mesin mobil? Adalah salah satu pertanyaan yang paling sering disampaikan oleh pengemudi kendaraan mereka. Ini juga tidak hanya untuk yang sudah berpengalaman dalam berkendara tetapi juga terutama bagi awam. Mengemudi dalam situasi hujan lebat dan mungkin bahkan banjir bisa berbahaya. Dan terkadang keadaan semacam itu sangatlah berbahaya. Berikut ini beberapa petunjuk dan kiat berguna untuk membantu Anda mempersiapkan diri menghadapi cuaca basah (hujan dan bahkan banjir).

Baca juga: Mengapa Overheat Mesin Dapat Terjadi pada Mobil Anda?

Hujan Lebat Merusak Mesin Mobil

Hujan dapat saja menghancurkan mesin mobil Anda dalam sekejap. Sumber: Rick and Kathy

Jumlah breakdown selalu meningkat selama periode cuaca basah, karena basah menyebabkan masalah dengan mesin dan sistem listrik. Terlebih lagi apabila kendaraan yang umurnya sudah tua, tentunya. Jika Anda harus mengemudi, ada beberapa langkah yang dapat Anda ambil untuk mengurangi kemungkinan kecelakaan atau kerusakan secara dramatis.

Hujan Lebat Merusak Mesin Mobil

Banyak kerusakan yang berhubungan dengan hujan mudah dihindari karena sering disebabkan oleh orang yang mengemudi melewati genangan air yang dalam. Mobil telah meningkat secara signifikan dalam hal teknis dalam beberapa tahun terakhir. Meski demikian, mereka masih tidak tahan air dan akan rusak jika mereka dikendarai melalui air yang dalam. Hal ini dapat menyebabkan kegagalan mesin yang sangat mahal untuk diperbaiki.

Peristiwa kerusakan mesin terkait hujan dan atau bencana banjir biasanya disebabkan oleh air yang tersedot ke dalam mesin. Air yang tersedot tersebut menyebabkan mesin mengunci dan pada gilirannya dapat merusak komponen-komponen penting dalam mesin. Komponen-komponen tersebut termasuk batang penghubung piston (connecting rod) dan katup (valve).

Hujan Lebat Merusak Mesin Mobil

Connecting rod bisa jadi sampai mengalami hal ini jika air masuk dalam ruang pembakaaran. Sumber: Quora

Ini pasti berarti mesin benar-benar harus dibongkar dengan biaya yang tidak murah. Permasalahannya, ini terkadang ada orang yang menganggap sebuah masalah cacat produk. Sehingga mereka melakukan klaim pada perusahaan (jika mobil baru). Atau kasus lainnya adalah orang menganggap ini sebagai masalah kecelakaan kendaraan. Tetapi Anda harus pahami bahwa masalah ini bukanlah cacat produk atau bahkan kecelakaan kendaraan. Jika sampai terjadi permasalahan ini pada mobil Anda, maka Anda benar-benar harus mengeluarkan jutaan bahkan mungkin sampai puluhan juta untuk mengembalikan mobil Anda dalam keadaan baik seperti sebelumnya. Bahkan kerugian Anda bukan hanya satu-satunya masalah uang. Membongkar mesin dalam masalah semacam itu, berarti kerugian waktu yang harus Anda tanggung. Karena tidak cukup satu hari mobil Anda akan berada di “rumah sakit” mobil.

Supaya tidak Merusak Mesin harus Bagaimana?

Dalam suana hujan lebat dan bahkan banyak air tergenang, sebelum berangkat bepergian:

  1. Pertimbangkan apakah perjalanan Anda penting. Jika tidak, bisakah ditunda sampai setelah hujan reda atau genangan air berkurang?
  2. Rencanakan perjalanan Anda sebelumnya, berhati-hati untuk menghindari area yang rawan banjir, dan anjak waktu ekstra untuk memungkinkan kecepatan lebih lambat dan kemacetan potensial
  3. Biarkan kerabat dan teman-teman mengetahui rute yang Anda maksud dan perkiraan waktu kedatangan dan jika memungkinkan bepergian dengan orang lain jauh lebih baik dalam keadaan semacam itu.
  4. Periksa apakah bilah penghapus kaca (wiper blade) depan mobil Anda berfungsi sepenuhnya. Jika tidak, sebaiknya perbaiki atau persiapkan jauh-jauh hari. Lalu, jika kedua wiper blade belakang juga mengalami keadaan yang sama, gantilah.
  5. Pastikan Anda mengisi bahan bakar terlebih dahulu atau stay dalam keadaan tangki bahan bakar penuh. Menggunakan lampu dan pemanas mobil Anda dan terjebak dalam lalu lintas menggunakan lebih banyak bahan bakar daripada mengemudi dalam kondisi normal.
  6. Ini penting, bawalah ponsel. Jika Anda menemui kesulitan selama perjalanan Anda, ponsel akan sangat-sangat membantu.

Lalu bagaimana setelah di jalan?

Beberapa hal berikut adalah yang patut Anda pertimbangkan saat di jalan:

  1. Gunakan lampu depan sehingga pengemudi lain dapat melihat Anda dengan lebih mudah.
  2. Jangan gunakan lampu kabut belakang. Mereka dapat menutupi lampu rem Anda dan menyilaukan driver di belakang Anda.
  3. Kurangi kecepatan Anda dan tinggalkan lebih banyak ruang antara Anda dan kendaraan di depan untuk memperhitungkan jarak henti yang lebih besar – ingat aturan dua detik.
  4. Amati kendaraan besar atau bergerak cepat menciptakan semprotan yang mengurangi visibilitas.
  5. Dengarkan buletin berita lokal untuk terus mengikuti perkembangan jalan, banjir, dan ramalan cuaca

Mengemudi terlalu cepat melalui genangan air dapat menyebabkan ban kehilangan kontak dengan jalan. Jika kemudi Anda tiba-tiba terasa ringan Anda bisa menjadi aquaplaning. Untuk mendapatkan kembali kendali mobil, lepaskan akselerator (pedal gas), jangan rem dan biarkan kecepatan Anda berkurang sampai Anda mendapatkan kendali penuh kemudi lagi.

Mengemudi dengan cepat melalui air yang dalam dapat menyebabkan kerusakan yang serius dan mahal.

Baca juga: 4 Dasar untuk Diagnosis Mesin yang Tidak Mau Hidup

Pertimbangkan untuk pengguna jalan lainnya dan cobalah untuk tidak menyemprot pejalan kaki dan pengendara sepeda saat Anda mengemudi melalui air.

Berkendara Di Daerah Yang Tergenang

Kiat-kiat berikut harus selalu diikuti untuk mengemudi dalam kondisi banjir:

  1. Jangan mencoba menyetir melalui air jika Anda tidak yakin kedalamannya – tepi trotoar adalah menjadi indikator yang baik untuk mengetahui ketinggian genagan air.
  2. Jika Anda melewati air, mengemudilah di bagian tertinggi jalan.
  3. Dorong dengan mantap dan perlahan agar tidak membuat gelombang busur di depan kendaraan dan biarkan lalu lintas melintas terlebih dahulu. Pastikan Anda memiliki rute yang jelas ke depan sehingga Anda tidak harus berhenti di genangan air.
  4. Berkendara dengan kecepatan lebih mungkin berbahaya bagi kendaraan lain atau pejalan kaki dan dapat menyebabkan hilangnya kontrol.
  5. Bergerak dengan jarak aman dari kendaraan di depan.
  6. Jangan pernah mencoba untuk melewati air yang mengalir cepat – Anda dapat dengan mudah terhanyut.
  7. Uji rem Anda setelah meninggalkan air banjir yang tergenang.
  8. Jika mesin Anda mati setelah mengemudi melalui air dalam, jangan coba untuk me-restart karena kerusakan mesin mungkin terjadi. Sebagai gantinya minta bantuan dan minta kendaraan diperiksa secara profesional.

Itu lah tadi beberapa hal penting yang dapat kami sampaikan. Hujan tidak hanya membahayakan mesin Anda. Tetapi lebih dari itu, keselamatan Anda sering kali menjadi taruhannya. Oleh karena itu, petunjuk yang kami sampaikan semoga dapat memberi manfaat sekaligus peringatan bagi Anda bahwa hujan dan air tergenang adalah suatu sumber bahaya saat berkendara.[]

No Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *