• TM Garage Jalan Cangkringan, Selorejo, Wukirsari, Kec. Cangkringan, Kabupaten Sleman, DIY
Ethylene Glycol vs Diethylene Glycol, Bedanya?

Ethylene Glycol vs Diethylene Glycol, Bedanya?

October 8, 2020 | Perbengkelan / Tips dan Trik |

Teknisimobil.com – Salam Teknisi Mobil, apa kabar kalian semua hari ini? Semoga semua sehat dan tetap semangat melanjutkan aktivitas pada bengkel masing-masing setelah istirahat siang. Bahasan sederhana kali ini adalah tentang Ethylene Glycol vs Diethylene Glycol atau DEG pada coolant radiator dan kita akan melihat perbedaannya. Berikut selengkapnya.

Ethylene Glycol vs Diethylene Glycol pada Coolant Radiator

Ethylene Glycol vs Diethylene Glycol

Sistem pendinginan mobil tidak akan habis untuk kita bicarakan. Ada saja yang dapat kita ulas. Kali ini masalah coolant raditor yang dapat menyebabkan karat dan overheat engine.

Coolant radiator merupakan cairan pendingin aftermarket yang banyak beredar. Tujuannya adalah untuk menyediakan pengguna kendaraan roda empat agar tidak menggunakan air biasa untuk mobil mereka. Tentu saja temperatur mesin yang stabil adalah goal akhirnya.

Kandungan senyawa kimia yang ada pada coolant radiator sangat beragam baik dari anti-karat, zat pewarna, dan tentu anti-freeze. Untuk anti-freeze sendiri senyawa kimianya adalah ethylene glycol. Dengan ethylene glycol maka cairan akan menjadi lebih tinggi boiling point-nya dari boiling point air biasa.

Belakangan ada produk coolant radiator yang ternyata menggunakan senyawa kimia berbeda yakni DEG. DEG adalah senyawa organik dengan rumus (HOCH2CH2)2O. DEG merupakan cairan yang tidak berwarna, praktis tidak berbau, beracun, dan higroskopis dengan rasa yang manis dana salah satunya dapat larut dalam air biasa. Perilaku yang sama persis juga terjadi pada ethylene glycol yakni larut dalam air, tidak berwarna, dan tidak berbau.

Tetapi, kedua jenis senyawa kimia ini memiliki kemampuan berbeda dalam menaikkan titik didih (boiling point) dan menurunkan titik beku (melting point). Untuk ethylene glycol, memiliki boiling point hingga 97 derajat celcius dan titik beku mencapai -12,9 derajat celcius. Sementara itu, untuk DEG memiliki boiling point mencapai 245 derajat celcius dan titik beku hingga -10,4 derajat celcius. Tampak bahwa meski titik perbedaan titik beku mereka berbeda tetapi boiling point-nya sangat jauh berbeda.

Untuk keperluan kendaraan yang beredar pada negara tropis seperti Indonesia, titik beku tidak terlalu penting. Sehingga secara pribadi merek ini lebih baik untuk kita gunakan. Selain itu, DEG lebih ramah lingkungan karena limbahnya mampu beradaptasi dengan baik dengan tanah dan lainnya.

Related Post

Penyebab Mesin Mobil Panas Mati
Terbit : 27 October 2021

Penyebab Mesin Mobil Panas Mati

Teknisimobil.com – Salam Teknisi Mobil Indonesia, apa kabar semua hari ini? Semoga semua baik-baik saja dan tetap semangat menjalani aktivitas sepanjang hari ini pada bengkelnya...
Avanza Salah Pakai Busi Check Engine Menyala
Terbit : 26 October 2021

Avanza Salah Pakai Busi Check Engine Menyala

Teknisimobil.com – Salam Teknisi Mobil Indonesia, apa kabar semua hari ini? Semoga semua baik-baik saja dan tetap semangat menjalani aktivitas sepanjang hari ini pada bengkelnya...