Menu
Life is about sharing

Dampak Mengubah Durasi Camshaft, Apa Itu?

  • Share
Dampak Mengubah Durasi Camshaft

Teknisimobil.com Salam Teknisi Mobil, apa kabar kalian semua hari ini? Semoga semua baik-baik saja dan tetap semangat menjalani hari ini pada bengkel masing-masing. Bahasan sederhana kali ini adalah tentang Dampak Mengubah Durasi Camshaft pada mesin mobil. Berikut selengkapnya.

Dampak Mengubah Durasi Camshaft

Dampak Mengubah Durasi Camshaft

Jumlah bahan bakar yang masuk ke dalam ruang pembakaran atau gas buang yang keluar dari ruang pembakaran berkaitan erat dengan pembukaan katup masuk dan buang. Sementara itu, pembukaan katup-katup tersebut menjadi tugas noken as atau camshaft untuk membukanya.

Camshaft untuk mesin-mesin OHC dan DOHC terletak pada kepala silinder, sedangkan untuk mesin OHV camshaft terletak pada blok silinder. Untuk camshaft yang terletak pada kepala silinder, camshaft akan berputar seiring dengan putaran poros engkol melalui timing belt/chain.

Waktu pembukaan katup baik itu masuk maupun katup buang dari awal mula terbuka hingga tertutup rapat kita sebut sebagai waktu pembukaan katup. Atau karena ini juga berkaitan langsung dengan camshaft maka kita juga sering menyebut sebagai durasi cam timing. Baik waktu pembukaan katup atau durasi cam timing biasanya kita hitung menggunakan ukuran derajat putaran.

Nah, karena noken as adalah penentu pembukaan katup maka noken as sering menjadi sasaran untuk modifikasi mesin untuk mengingkatkan performa. Selain, cara meningkatkan rasio kompresi mesin. Dengan mengubah durasi cam timing maka kita berharap tenaga mesin akan meningkat. Karena dengan mengubah nilai durasinya, maka udara dan bahan bakar akan masuk lebih banyak dan gas buang juga akan keluar lebih cepat.

Pengubahan durasi tersebut biasanya akan mampu meningkatkan daya mesin hingga puluhan daya kuda atau 10% dari daya total mesin.

Selain noken as yang dapat kita modifikasi, ada cara lain misalnya menaikkan tinggi valve lifter. Ini juga akan menambah banyaknya udara dan bahan akar yang masuk ke dalam mesin. Yang tentu saja menaikkan power mesin secara keseluruhan.

Tetapi ingat, power mesin naik maka tekanan mesin naik dan juga temperatur mesin naik. Ini berarti perlu performa radiator yang lebih baik sehingga mesin tidak mengalami overheat engine dalam jangka waktu pendek.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *