Menu
Life is about sharing

Dampak Kerak Karbon Penuhi Ruang Bakar, Apa?

Dampak Kerak Karbon Penuhi Ruang Bakar

Teknisimobil.com – Salam Teknisi Mobil Indonesia, apa kabar kalian semua hari ini? Semoga semua baik-baik saja dan tetap semangat menjalani aktivitas sepanjang hari ini pada bengkelnya masing-masing. Bahasan sederhana kali ini adalah tentang Dampak Kerak Karbon Penuhi Ruang Bakar. Berikut bahasan selengkapnya.

Dampak Kerak Karbon Penuhi Ruang Bakar

Dampak Kerak Karbon Penuhi Ruang Bakar

Untuk dapat mesin pembakaran internal hidup normal perlu syarat terjadinya pembakaran. Salah satu dari syarat tersebut adalah api dari busi. Bahan bakar dan udara akan terbakar oleh api busi dalam ruang bakar yang terbentuk atas silinder, piston, dan kepala silinder.

Udara dan bahan bakar serta busi boleh saja sudah siap untuk melakukan pembakaran. Tetapi apakah ruang bakar siap untuk menjadi tempat pembakaran tersebut? Ini lah yang kadang orang lupa dan sering menyatakan bahwa ‘padahal busi dan bensin udah oke tapi kok ga ada tenaga ya?’.

Banyak dari kita, ruang untuk terjadinya pembakaran juga sangat lah penting. Ruang bakar harus bersih dan terbebas dari berbagai macam kotoran. Apalagi kotoran tersebut adalah kerak carbon. Kerak carbon memang lumlah ada dalam ruang bakar sebagai bentuk dari sisa pembakaran yang ‘kurang’ sempurna. Tetapi jika kita biarkan menumpuk dalam jumlah banyak, kerak carbon akan membuat masalah pada mesin.

Mengapa ini bisa terjadi?

Kerak karbon yang bertumpuk banyak pada ruang bakar, paling banyak biasanya pada kepala piston, akan membentuk layaknya arang. Pada saat awal mesin hidup mungkin ini tidak terlalu mengganggu pembakaran. Tetapi, jika mesin sudah mulai panas mulai lah mesin mengalami panas. Kerak karbon akan membara akibat pembakaran yang terjadi. Saat carbon membara berarti terdapat panas awal yang seharusnya tidak ada.

Langkah kompresi terjadi. Ketika bahan bakar dan udara mengalami langkah kompresi, penyalaan yang ditetapkan oleh pabrikan misalnya 5 derajat P.E., sering kali akan terjadi penyelaan lebih awal. Misalnya kita ambil contoh 7 derajat P.E. sudah terjadi pembakaran. Ini yang kemudian kita sebut pre-ignation.

Jika ini terjadi, maka mesin biasannya juga akan mengalami knocking atau mengelitik. Meski mesin-mesin saat ini telah lengkap dengan sensor knock sebagai bentuk penyesuaian pengapian dan penyemprotan bahan bakar, tetapi jika kerak karbon terlalu banyak, penyesuaian oleh ECU biasanya akan gagal dan mesin tetap ngelitik.

So, perhatikan jadwal gurah mesin. Tidak perlu khawatir jika harus gurah mesin setiap tiga kali ganti oli. Carbon cleaner yang bagus tidak mengandung zat asam dan tidak akan merusak mesin meski rutin menggunakannya untuk membersihkan karbon.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *