Ciri SCV Common Rail Rusak Seperti Apa?

Teknisimobil.com – Salam Teknisi Mobil Indonesia, apa kabar kalian semua hari ini? Semoga semua baik-baik saja dan tetap semangat menjalani aktivitas sepanjang hari ini pada bengkelnya masing-masing. Bahasan singkat kita kali ini adalah tentang Ciri SCV Common Rail Rusak Seperti Apa? Berikut bahasan selengkapnya.

Ciri SCV Common Rail Rusak Seperti Apa?

 

 

Ciri SCV Common Rail

SCV memiliki fungsi mengatur tekanan bahan bakar solar dalam delivery pipe (rail) atau pipa pembagi agar selalu stabil sehingga perintah dari ECU ke nozzle dapat terealisasi dengan baik dan sesuai dengan kebutuhan mesin.

Suction control valve juga ECU kontrol dalam proses kerjanya. Hal ini kemudian apabila SCV mengalami masalah, biasanya akan ada tanda dari check engine lamp yang menyala pada dashboard. Kerusakan yang paling umum biasanya akan ditandai dengan ECU mengeluarkan kode P0089 yang menandakan SCV macet. Kode yang lain adalah P0628 yakni tanda bahwa SCV Open dan kode P1275 masalah yang berkaitan langsung dengan supply pump.

Akan tetapi seperti halnya kerusakan pada sensor-sensor dan aktuator yang lain, terkadang kerusakan SCV tidak mengakibatkan hidupnya check engine lamp. Tetapi justru memunculkan ciri-ciri secara langsung dari kerusakan SCV itu sendiri. Berikut adalah ciri dari SCV yang mengalami kerusakan pada mesin diesel tipe common rail.

Pertama – Mesin Susah Hidup

Ciri SCV mengalami kerusakan pertama adalah mesin susah hidup. Mesin dapat starter dengan baik tetapi tidak mau hidup. Mengapa hal ini dapat terjadi?

Sederhana saja. Kita tahu bahwa SCV memiliki fungsi untuk mengendalikan tekanan dalam pipa pembagi. Ketika SCV mengalami kerusakan bisa jadi tidak ada tekanan sama sekali pada bahan bakar yang berada dalam pipa pembagi. Ini mengakibatkan nozzle tidak dapat menyemprotkan bahan bakar ke dalam ruang bakar. Jelas bahwa ketika tidak ada bahan bakar yang disemprotkan ke dalam ruang bakar, mesin tidak akan hidup meski starter tidak ada masalah.

Kedua – Mesin Hidup Sebentar dan Kemudian Mati

Ciri kedua kerusakan SCV pada mesin diesel adalah mesin dapat hidup tetapi sesaat kemudian mati lagi. Ini terjadi berulang kali saat kita menghidupkan mesin dengan sistem common rail. Mengapa dapat terjadi demikian?

Kita dapat menduga bahwa tekanan terhadap bahan bakar yang SCV kendalikan tidak sepenuhnya tepat. Nilai tekanan tidak maksimal dan mengakibatkan nozzle dapat menyemprotkan bahan bakar dengan baik hanya sesaat saja. Setelah itu tekanan kembali berkurang dan kemudian dian mesin mati. Tekanan akan kembali penuh saat mesin baru mulai hidup kembali.

Ketiga – Tekan Pedal Gas Penuh RPM Hanya Kisaran 2000

Ciri berikutnya dari kerusakan SCV adalah pada saat pedal gas kita tekan penuh tetapi rpm mesin hanya sampai 2000-an rpm saja. Ciri ini paling banyak pemakai mesin common rail temui saat SCV mengalami kerusakan. Lalu mengapa ini dapat terjadi?

Untuk ciri ini biasanya mesin mudah kita hidupkan. Pada saat idle juga tidak ada tanda-tanda mesin mengalami masalah. Mesin tidak pincang dan rpm idle pun normal. Akan tetapi, saat pedal gas kita tekan penuh rpm hanya akan mencapai 2000-an rpm saja. Dalam hal ini, biasanya kita sebut mesin kehilangan tenaga atau ngempos.

Kondisi ini dapat terjadi karena tekanan yang SCV berikan pada bahan bakar tidak maksimal. Tekanan bahan bakar hanya cukup untuk kondisi mesin rpm 2000-an ke bawah. Inilah mengapa pada saat idle mesin tidak sama sekali menunjukkan gejala kerusakan. Sementara itu, pada saat mesin membutuhkan semprotan bahan bakar lebih sesuai kebutuhan mesin, tekanan bahan bakar dalam pipa pembagi tidak mencukupi. Akibatnya, rpm akan tertahan pada nilai 2000-an rpm meskipun pedal gas sudah kita tekan habis.

Keempat – Mesin Mati Mendadak

Ciri terakhir atas kerusakan SCV adalah mesin mati mendadak pada saat berjalan. Mesin tidak ada masalah saat kita starter, pun juga tidak masalah dalam kondisi idle. Untuk perjalanan beberapa saat juga tidak ada tanda yang membuat kita khawatir akan kerusakan atau masalah pada mesin. Tetapi ada kalanya kemudian mesin mati mendadak dan ini salah satu dari ciri kerusakan SCV. Tetapi mengapa demikian?

Kerusakan SCV dapat terjadi dalam kondisi misalnya sudah mengalami panas. SCV merupakan sebuah aktuator yang bekerja berdasarkan sistem kelistrikan. Bisa jadi SCV sudah mengalami masalah pada sistem kelistrikannya dan akan berhenti bekerja pada saat dalam kondisi telah panas. Inilah mengapa pada perjalanan dengan waktu tertentu mesin tiba-tiba mati. Karena SCV berhenti bekerja dan bahan bakar tidak ada yang dapat disemprotkan oleh nozzle akibat tekanan pada pipa pembagi hilang.

Jika Anda menemui masalah seperti di atas maka sebaiknya Anda memeriksa SCV mobil Anda dan apabila mengalami kerusakan segera ganti untuk mendapatkan kondisi mobil yang normal kembali.

No Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Translate »