Cara Menghindari Mobil Tergelincir Akibat Hydroplaning

Teknisimobil.com – Apa sih yang dimaksud dengan hyroplaning dan bagaimana cara menghindari mobil tergelincir pada saat hydroplaning  terjadi pada mobil Anda? Kali ini teknisimobil akan mencoba menjelaskan masalah hydroplaning dan cara menghindari mobil tergelincir. Mari kita simak bersama.

Kapan terakhir kali Anda tergelincir saat mengemudi? Kemungkinan besar, Anda tidak kehilangan kendali penuh atas mobil tetapi mengalami hydroplaning.

Hidroplaning mengacu pada tergelincir atau tergelincirnya ban mobil di atas permukaan yang basah, biasanya air. Ini terjadi ketika ban mendapati (bersentuhan dengan) volume air yang besar daripada yang bisa menyebar kemana saja. Namun, tekanan air pada roda depan mendorong air di bawah ban, yang memisahkan ban dari permukaan jalan, kehilangan traksi. Ini menghasilkan kontrol daya, pengereman dan kehilangan kemudi.

Ketika kita berpikir bahwa dapat menghindari dengan tetap mengemudi melalui genangan air, hati-hati! Bahkan jalanan yang basah dengan sedikit air yang melapisinya dapat menyebabkan kendaraan mengalami hydroplaning. Sementara sebagian besar kendaraan dilengkapi dengan perlindungan yang diinginkan seperti rem anti-lock dan kontrol traksi. Namun itu masih merupakan hal yang menakutkan untuk dialami.

Baca juga: Apa yang Dimaksud Dengan Lampu Indikator ABS?

Kapan Terjadinya Hydroplaning?

Apakah Anda berpikir kapan hydroplaning terjadi? Yah, itu bisa terjadi kapan saja di permukaan jalan yang basah. Namun, yang paling berbahaya adalah 10 menit pertama setelah hujan ringan. Air hujan bercampur dengan residu minyak di permukaan jalan, yang menciptakan permukaan licin. Permukaan berminyak yang berasal dari oli dan parselin menyebabkan hydroplane mudah terjadi. Terutama untuk kendaraan yang berjalan pada kecepatan 35mph atau lebih. Ini adalah situasi yang mematikan, yang menambah risiko bagi pengemudi dan kendaraan lain di jalan.

Hydroplaning car photo

Photo by Matt McGee

Kemungkinan kecelakaan karena peningkatan hydroplaning dalam kondisi cuaca buruk seperti hujan. Dalam banyak kasus, hydroplaning terjadi bukan pada saat hujan deras tetapi situasi licin yang tidak dipersiapkan pengemudi. Sederhananya, ketika terjadi awal hujan dan pada saat gerimis.

Bagaimana Menghindari Mobil Tergelincir akibat Hidroplaning?

Menghindari itu tidaklah sulit jika Anda tahu bagaimana hydroplaning terjadi. Yang harus Anda lakukan adalah menyimpan beberapa hal dalam pikiran saat mengemudi dalam hujan dan permukaan basah. Berikut adalah langkah-langkah berikut yang akan mengurangi kemungkinan kehilangan kendali atas mobil:

1. Turunkan Kecepatan

Sebagian besar pakar mobil setuju bahwa kecelakaan paling mematikan terjadi karena kecepatan yang lebih besar – lebih dari 35mph. Saat hujan mulai turun dan mengenai kaca depan Anda, memperlambat kecepatan Anda. Lebih baik mengemudi sejauh lima hingga sepuluh mil lebih lambat dari batas kecepatan yang biasa Anda lakukan saat hujan dan kondisi cuaca berangin.

2. Secara Teratur dan Tepat Merotasi dan Balancing Ban

Jaga ban Anda selaras dan coba menyeimbangkan mereka sebagai kendaraan hidroplanes. Untuk menghindari risiko di waktu yang akan datang, disarankan untuk merotasi dan balancing ban setiap kali Anda melakukan penggantian oli. Dan, jangan panik saat mengendalikan mobil karena akan mudah untuk mengendalikannya dengan keadaan pikiran yang stabil dan tenang. (Baca: Cara Mudah Merotasi Ban Mobil Kesayangan Anda.)

3. Hindari Jelajah di saat Hujan

Hindari menggunakan fungsi jelajah saat hujan atau di jalan basah. Jika kendaraan bertemu dengan hydroplaning saat mengemudi dengan fungsi cruise posisi on, mobil akan membutuhkan waktu tambahan untuk mendapatkan kembali kendali atas kendaraan Anda.

Hydroplaning dapat terjadi bahkan setelah mengambil semua jenis tindakan pencegahan. Namun, pengemudi selalu memiliki kendali atas tingkat risiko yang terlibat di dalamnya. Hati-hati di permukaan jalan yang basah dan berkendara dengan hati-hati. Tidak ada yang lebih penting dari hidup Anda.[]