Menu
Life is about sharing

Cara Mengenali Booster Rem atau Master Cylinder Rem Mobil Anda Rusak

Master Cylinder Rem Mobil
Bosster dan Master Cylinder Rem Mobil. Sumber: Carfromjapan

Teknisimobil.com – Apakah Anda menghadapi masalah dengan rem mobil dan merasa kesulitan, bagaimana cara mengetahui apakah rem booster atau master cylinder rem mobil rusak? Kemudian, tanpa membuang banyak waktu, cari gejala berikut dalam sistem rem dan ikuti tips perawatan langsung untuk bagian yang bersangkutan, yang berjalan dengan buruk.

Baca juga: Lakukan 6 Hal Berikut Jika Rem Mobil Blong

Master Cylinder Rem Mobil
Bosster dan Master Cylinder Rem Mobil. Sumber: Carfromjapan

Cara mengetahui apakah Brake Booster atau Master Cylinder rem mobil rusak

Rem Booster yang menghubungkan pedal rem dan silinder master (master cylinder), diketahui dapat menekan tekanan fluida tinggi dengan menggunakan vakum yang tersimpan di dalamnya. Faktanya, dengan booster ini, pengemudi tidak perlu memberikan tekanan ekstra pada pedal, sambil menghentikan atau mengurangi kecepatan kendaraan.

Sebaliknya, silinder master yang ditemukan di setiap mobil modern saat ini mulai beroperasi ketika pedal rem ditekan. Tekanan yang diberikan ini mendorong cairan (minyak rem) dari reservoir ke pipa dalam sistem pengereman, yang memberi tekanan pada rem. Dan akhirnya, tekanan ini memperlambat mobil atau menyebabkannya berhenti.

Sekarang, setelah memahami makna dan fungsi dasar dari komponen ini, mari pelajari cara mengetahui apakah booster rem atau master cylinder rem mobil rusak?

1. Gejala Booster Rem yang Salah

Kendaraan Berhenti di Jarak Jauh

Ketika gelembung udara memasuki pipa saluran minyak rem melalui silinder master, mengurangi tekanan yang menyebabkan rem terasa sangat lembut. Situasi ini segera meminta pemeriksaan katup (bertanggung jawab untuk menghilangkan gelembung udara berlebih di dalam sistem). Tujuannya adalah untuk membuang gelembung udara dari pipa (sistem rem). Atau yang lain, masalah kendaraan berhenti pada jarak yang lebih jauh, setelah rem diterapkan, akan terus berlanjut. Singkatnya, mobil tidak segera berhenti padahal sudah menginjak pedal rem dalam-dalam.

Perlu Menerapkan Lebih Banyak Gaya pada Pedal Rem

Katup bertanggung jawab untuk mengendalikan tekanan di dalam silinder master. Jika katup ini mulai menimbulkan masalah, maka pedal rem yang lunak dan halus menjadi pedal rem agresif dan keras. Jadi, setiap kali sulit untuk melakukan pengereman dengan baik. Jika ini terjadi, cari bengkel dan lakukan pemeriksaan di sana.

Stalling the Engine

Ketika diafragma di dalam rem booster gagal, itu memungkinkan kelebihan vakum untuk masuk ke sistem dari mesin. Akibatnya, saat rem ditekan, terjadi the engine stalls. Yang nantinya bisa menimbulkan masalah tersebut lebih serius.

Oleh karena itu, sebelum Anda menemukan kejadian kegagalan rem, lebih baik untuk membawa kendaraan Anda ke profesional terlatih terdekat.

2. Gejala Cylinder Master Rusak

Perilaku Pedal Tidak Biasa

Jika Anda harus mengerahkan tekanan ekstra pada pedal rem, ada kemungkinan bahwa silinder master memiliki udara di dalamnya. Yang selanjutnya menyebabkan kebocoran cairan.

Atau, jika pedal rem menekan sendiri, ini berarti bahwa minyak rem yang dipanaskan tidak dapat mengembang. Karena itu, ini menyebabkan tekanan ekstra pada garis rem.

Seal Silinder Master Sudah Aus

Seal karet pada silinder master habis sejalan dengan waktu. Dan, jika seal ini tidak diganti tepat waktu, mereka dapat mencemari minyak rem. Dengan demikian, menyebabkan pedal menjadi lunak atau perlahan rendah posisinya hingga ke lantai mobil.

Baca juga: 3 Alasan Utama Mobil Menggunakan Rem Cakram dan Tromol

Setelah mengetahui bagaimana cara mengetahui apakah rem booster atau master cylinder rem mobil rusak, selanjutnya tanggung jawab Anda. Segera bawa mobil untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut oleh mekanik yang berpengalaman. Dan jika Anda menemukan salah satu gejala di atas pada mobil Anda, lebih baik bawa ke mekanik ahli untuk diperiksa lebih lanjut.[]

Responses (6)

  1. Saya rasa konten diatas tidak berguna, kenapa? Pada kolom penjelasan tentang booster yg rusak, ujung2nya pembaca di arahkan untuk ke bengkel juga sebagai penyelesaian. Lalu untuk apa konten ini di buat. Lebih baik serahkan saja semua ke bengkel tanpa harus pusing2. Saya rasa pembaca lebih tertarik untuk konten yg edukatif, sebagai bahan pembelajaran untuk di kerjakan / di praktekkan sendiri di rumah tanpa ke bengkel, kecuali yg bersangkutan memang tidak ada basic di bidang tehnik sama sekali.

    1. Terimakasih atas sarannya Pak Saut Marbun.

      Kalau boleh tahu seperti apa konten yang edukatif Pak? Apakah Pak Saut Marbun bisa memberi saya contoh tulisan yang Bapak buat? Saya akan sangat senang sekali untuk belajar dengann Bapak agar konten dan tulisan-tulisan saya tentang otomotif khususnya roda empat lebih berguna dan lebih edukatif.

      Maaf seandainya tulisan saya ini kurang berkenan di hati Bapak. Dan jika tidak bermanfaat bagi Bapak mungkin bermanfaat bagi yang lain. Lagi pula saya hanya sembari belajar kok Pak. Maklum lah orang kampung yang belajar menulis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *