Menu
Life is about sharing

Busi Penyebab Gagal Uji Emisi, Kok Bisa?

  • Share
Busi Penyebab Gagal Uji Emisi

Teknisimobil.com – Salam Teknisi Mobil Indonesia, apa kabar kalian semua hari ini? Semoga semua baik-baik saja dan tetap semangat menjalani aktivitas sepanjang hari ini pada bengkelnya masing-masing. Bahasan singkat kita kali ini adalah tentang Busi Penyebab Gagal Uji Emisi. Berikut bahasan selengkapnya.

Busi Penyebab Gagal Uji Emisi

Busi Penyebab Gagal Uji Emisi

Keberhasilan melalui uji emisi menjadi syarat mutlak bagi pemilik kendaraan roda empat di Jakarta untuk menghadapi penerapan peraturan lolos uji emisi mulai 24 Januari ini. Denda berupa tilang dengan konsekuensi senilai 500K rupiah bagi yang tidak lolos uji emisi cukup besar jika kita melihat murahnya biaya uji emisi dan apalagi ada pengujian gratis di Autor2000 dengan syarat berlaku. Selain itu, tidak butuh waktu berjam-jam atau berhari-hari untuk melakukan uji emisi gas buang. Dalam proses uji emisi, hanya perlu waktu hitungan menit saja dan hasil akan diperoleh secara langsung.

Meski demikian banyak faktor yang menyebabkan gagalnya uji emisi gas buang. Sebut saja penggantian oli terlambat dan penggunakan oktan bahan bakar tidak sesuai menjadi beberapa faktor kegagalan uji emisi tersebut. Tidak berhenti pada dua faktor tersebut, ternyata masih ada faktor yang lain yang menyebabkan gagalnya uji emisi gas buang. Apa itu? Yakni masalah terkait dengan busi.

Pembakaran di dalam ruang bakar yang sempurna menjadi tuntutan dalam masalah emisi gas buang. Dan busi adalah salah satu faktor atau syarat utama terjadinya pembakaran di dalam ruang bakar selain bahan bakar dan udara.

Busi yang baik akan mampu memercikan bunga api yang besar. Ini membuat pembakaran yang sempurna di dalam ruang bakar. Hasilnya adalah gas buang yang dihasilkan dari pembakaran ini menjadi lebih baik untuk lingkungan.

Sementara itu, busi yang tidak dalam kategori baik dalam arti tidak dirawat dan diganti secara berkala akan mengakibatkan pembakaran tidak sempurna di dalam ruang bakar. Hal ini akan membuat beberapa parameter gas buang saat proses uji emisi gas buang menjadi tinggi. Parameter tersebut adalah hidrokarbon atau HC dan karbon monoksida atau CO.

Selain perawatan dan penggantian busi, jenis busi yang dipakai pada mobil pun menuntut kemungkinan lulus uji emisi semakin besar. Misalnya saja penggunaan busi iridium yang memiliki api stabil dan besar bisa jadi salah satu pilihannya. Berbeda dengan busi dengan bahan nikel yang api darinya tidak cukup besar sehingga kemungkinan terjadi pembakaran tidak sempurna dalam ruang bakar.

Oleh karena itu, silahkan rawat dan ganti busi secara berkala dan ganti busi dengan tipe yang baik untuk hasil pembakaran sempurna.

Bagi yang gagal uji emisi gas buang, mungkin video berikut dapat menjadi masukan yang berarti supaya tidak gagal lagi.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *