Apa itu Hydroplaning dan Bagaimana cara Menghindarinya?

Teknisimobil.comKapan terakhir kali Anda tergelincir saat mengemudi? Kemungkinan besar, Anda tidak kehilangan kendali penuh atas mobil tetapi mengalami hydroplaning. Lalu apa itu hydroplaning? Dan bagaimana cara mengatasi hydroplaning apabila terjadi?

Apa itu hydroplaning

Hydroplaning sering terjadi 5 hingga 10 menit di awal hujan.

Apa hydroplaning dan kapan terjadi?

Hidroplaning mengacu pada tergelincir atau tergelincirnya ban mobil di atas permukaan yang basah, biasanya air. Ini terjadi ketika ban menemukan volume air yang besar daripada yang dapat menyebar. Namun, tekanan air pada roda depan mendorong air di bawah ban, yang memisahkan ban dari permukaan jalan, kehilangan traksi. Ini menghasilkan kontrol daya, pengereman dan kehilangan kemudi.

Meskipun mungkin tampak masuk akal untuk menghindari mengemudi melalui genangan air yang dalam atau genangan air, bahkan sejumlah kecil jalan-jalan basah atau trotoar bahkan menyebabkan kendaraan untuk terbang. Sementara sebagian besar kendaraan dilengkapi dengan perlindungan yang diinginkan seperti rem anti-lock dan kontrol traksi. Namun itu masih merupakan hal yang menakutkan untuk dialami.

Kemudian apakah Anda berpikir kapan hydroplaning terjadi? Ya, itu bisa terjadi kapan saja di permukaan jalan yang basah. Namun, yang paling berbahaya adalah 10 menit pertama setelah hujan ringan. Air hujan bercampur dengan residu minyak di permukaan jalan, yang menciptakan permukaan licin. Permukaan beroli dan berminyak menyebabkan hydroplane, terutama untuk kendaraan yang berjalan pada kecepatan 35 mph atau lebih. Ini adalah situasi yang mematikan, yang menambah risiko bagi pengemudi dan kendaraan lain di jalan.

Apa itu hydroplaning

Baca juga: Mengapa Overheat Mesin Dapat Terjadi pada Mobil Anda?

Bagaimana Menghindari Hidroplaning?

Menghindari itu tidaklah sulit jika Anda tahu bagaimana itu terjadi. Yang harus Anda lakukan adalah menyimpan beberapa hal dalam pikiran saat mengemudi dalam keadaan hujan dan permukaan basah. Berikut adalah langkah-langkah yang akan mengurangi kemungkinan kehilangan kendali atas mobil:

Penting untuk tahu apa itu hydroplaning dan cara menghindarinya. Di negara tropis seperti Indonesia, musim hujan datang hampir 4 sampai 5 bulan tiap tahunnya dan ini potensi untuk terjadinya hydroplaning pada kendaraan Anda.

1. Turunkan Kecepatan

Sebagian besar pakar mobil setuju bahwa kecelakaan paling mematikan terjadi karena kecepatan yang lebih besar atau lebih dari 35 mph. Saat kendaraan mengalami hydroplaning, perlambat kecepatan Anda. Lebih baik mengemudi sejauh lima hingga sepuluh mil lebih lambat dari batas kecepatan yang biasa Anda lakukan saat hujan dan kondisi cuaca berangin.

2. Secara Teratur dan Tepat Memutar dan Menyeimbangkan Ban

Jaga ban Anda selaras dan coba menyeimbangkan mereka sebagai kendaraan hidroplanes. Untuk menghindari risiko di masa depan, disarankan untuk memutar dan menyeimbangkan ban setiap kali Anda pergi untuk mengganti oli. Dan, jangan panik saat mengendalikan mobil karena akan mudah untuk mengendalikannya dengan keadaan pikiran yang stabil dan tenang.

3. Hindari Jelajah di Hujan

Hindari menggunakan fungsi jelajah saat hujan atau di jalan basah. Jika kendaraan bertemu dengan hydroplaning saat mengemudi dengan fungsi cruise, mobil akan membutuhkan waktu tambahan untuk mendapatkan kembali kendali atas kendaraan Anda.

Baca juga: 4 Gejala Utama Kopling Mobil Rusak, Apa Saja?

Hidroplaning dapat terjadi bahkan setelah mengambil semua jenis tindakan pencegahan. Namun, pengemudi selalu memiliki kendali atas tingkat risiko yang terlibat di dalamnya. Hati-hati di permukaan jalan yang basah dan berkendara dengan hati-hati. Tidak ada yang lebih penting dari hidup Anda dalam hal ini.[]

No Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *