Akibat Mengisi Radiator dengan Air AC Apa?

Teknisimobil.com – Salam Teknisi Mobil Indonesia, apa kabar kalian semua hari ini? Semoga semua baik-baik saja dan tetap semangat menjalani aktivitas sepanjang hari ini pada bengkel masing-masing. Bahasan sederhana kali ini adalah tentang Akibat Mengisi Radiator dengan Air AC. Berikut bahasan selengkapnya.

Akibat Mengisi Radiator dengan Air AC

Akibat Mengisi Radiator dengan Air AC

Advertisements

Alih-alih menggunakan coolant radiator sebagai cairan sistem pendingin, banyak orang kemudian mengganti coolant dengan air AC rumah. Ini menarik untuk kita cermati alasannya.

Seperti yang kita ketahui bersama, air AC yang berasal dari pendingin ruangan atau rumah adalah hasil dari kondensasi. Air ini biasanya akan tertampung pada tempat penampungan air sisa atau langsung tersalur ke tanah. Tetapi, fenomena menarik adalah banyak pemilik kendaraan roda empat yang percaya bahwa air hasil kondesnsasi ini mampu menggantinan coolant radiator bahkan lebih baik.

Lalu, apakah memang benar anggapan mereka itu?

Pada dasarnya semua zat cair (H2O) dapat menggantikan coolant raditor. Hal ini termasuk juga air AC. Tetapi sebenarnya ini tidak benar. Sebaik apa pun rumor yang tersebar, air kondensasi tidak seperti coolant radiator yang memang dirancang khusus sebagai cairan untuk sistem pendingin.

Air AC sebenarnya mirip dengan air ledeng atau air biasa. Titik didih air AC adalah 100 derajat celcius. Jika temperatur lebih dari itu, maka akan menguap ke udara. Sementara itu, coolant radiator memiliki titik didih lebih dari itu. Coolant akan mampu menahan temperatur tinggi dari mesin sehingga msein akan terhindar dari overheat engine.

Coolant radiator juga lengkap dengan anti karat yang mencegah terjadinya karat pada sepanjang jalur yang ia lewati. Ini terkait dengan tingkat keasaman cairan tentu saja. Tingkat keasaman air AC pun ternyata tidak menjamin bahwa akan mampu menahan karat timbul pada komponen sistem pendingin.

Oleh karena itu, penggantian coolant radiator dengan air AC adalah sama halnya mengganti coolant dengan air biasa atau air ledeng. So, ini tidak baik dan tetap lah setia pada coolant yang memang tercipta untuk mobil Anda.

No Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Translate »