6 Tanda Mobil Bekas Banjir, Jangan Membelinya!

Teknisimobil.com – Salam Teknisi Mobil Indonesia, apa kabar kalian semua hari ini? Semoga semua baik-baik saja dan tetap semangat menjalani aktivitas sepanjang hari ini pada bengkelnya masing-masing. Bahasan singkat kita kali ini adalah tentang 6 Tanda Mobil Bekas Banjir, Jangan Membelinya! Berikut bahasan selengkapnya.

6 Tanda Mobil Bekas Banjir, Jangan Membelinya!

Masalah banjir menyisakan masalah tersendiri bagi para pemilik mobil. Mobil yang terendam air karena banjir apalagi hingga seluruh bodi mobil sangat-sangat bermasalah. Dalam kondisi biasa, sebuah besi yang terendam air dalam 12 jam sudah akan penuh dengan karat. Apalagi jika lebih dari 12 jam maka sangat wajar jika kita membayangkan betapa mengerikan kerusakan yang terjadi pada mobil yang terendam banjir bahkan berhari-hari.

Dilema terjadi jika sampai hal seperti di atas terjadi. Bukan hanya pemilik mobil tersebut yang kemudian berniat untuk menjualnya, tetapi juga bagi para calon pembeli mobil tersebut.

Biasanya, mobil yang terkena banjir akan segera diperbaiki oleh pemilik mobil. Jika terendam penuh maka pembongkaran tidak hanya masalah mesin saja tetapi juga meliputi seluruh body kendaraan. Interior dibersihkan dan mungkin ada beberapa yang mereka ganti. Aksesoris dan sistem kelistrikan bodi biasanya bengkel periksa dan perbaiki. Hingga jelas kelistrikan manajemen mesin baik itu sensor-sensor, aktuator-aktuator, dan terlebih lagi ECU. Tidak ketinggalan pasti masalah mesin, transmisi, gardan dan sistem rem akan mereka perbaiki dan bongkar.

Jika semua sudah ‘oke’ maka biasanya pemilik akan langsung melakukan penjualan mobil tersebut tanpa orang tahu bahwa mobil tersebut adalah bekas mobil kebanjiran.

Masalahnya adalah apakah mobil setelah kebanjiran dan sudah melewati perbaikan tersebut benar-benar aman untuk kita pakai kembali? Tentu saja tidak seratus persen. Ingat karat bekerja pada besi tidak tampak seperti kita membersihkan debu pada tangan atau kaki kita. Nah jika Anda tidak menginginkan kendaraan bekas yang akan Anda beli adalah dari mobil bekas banjir, Anda perlu mengenali cirinya.

Berikut adalah 6 tanda mobil bekas banjir yang dapat dengan mudah Anda kenali.

Pertama – Masalah pada Mesin Mobil.

Mobil yang pernah mengalami kebanjiran dan terendam hingga sampai ke mesin akan mengalami masalah mesin. Jika pemilik tidak membongkar mesin mobil tersebut, perlu setidaknya Anda mengecek oli mesin. Jika oli mesin berwarna keputihan seperti susu coklat maka dapat dipastikan oli tersebut tercampur dengan air dari luar.

Tetapi, jika oli dalam keadaan baik maka perhatikan suara mesinnya. Mesin yang terendam banjir dan tidak dibongkar mesinnya, biasanya akan mengeluarkan suara kasar saat hidup. Jika ini terjadi maka silahkan Anda pertimbangkan kembali untuk membeli mobil tersebut.

Nah, bagaimana jika memang mesin telah pemilik bongkar semua? Jika mesin mereka bongkar semua dan Anda tidak mendapati masalah sama sekali pada mesin bisa menjadi pertimbangan Anda. Tetapi tunggu dulu, mungkin Anda harus melihat tanda kedua berikut supaya Anda tahu bahwa mobil benar-benar bukan bekas banjir dan meskipun bekas banjir setidaknya tidak rugi karena kerusakan bagian selain mesin.

Kedua – Masalah Kelistrikan Manajemen Mesin

Mobil-mobil modern telah pabrikan lengkapi dengan sebuah komputer yang kita kenal dengan ECU. Sebuah ECU akan terhubung langsung dengan keseluruhan sistem manajemen mesin dan melibatkan sensor-sensor dan aktuator-aktuator. Mobil yang pernah mengalami kebanjiran apalagi hingga terendam air hingga keseluruhan mobil maka jelas sistem manajemen mesin akan juga terendam.

Cirinya sederhana salah satu yang dapat Anda pahami adalah melihat indikator check engine menyala. Ini menandakan ada sensor atau aktuator yang menyala. Tetapi ini saja tidak cukup. Butuh pengecekan secara langsung baik itu sensor dan aktuator mobil terlebih ECU. Bukan tanpa alasan karena jika ECU rusak (meski rusak ada beberapa mobil yang dapat tetap hidup) maka jelas untuk mengembalikannya normal kembali butuh biaya besar dan terlebih jika harus membeli ECU baru.

Oleh karena itu, jika Anda menemui check engine lamp menyala itu tanda kerusakan pada sistem manajemen mesin dan bisa jadi karena masalah pernah terendam banjir.

Ketiga – Masalah Kelistrikan Bodi

Sistem kelistrikan bodi memang sangat rentan apalagi jika terkena air. Untuk memastikan bahwa mobil bukan korban banjir maka Anda pertama harus mengecek semua sistem kelistrikan satu per satu. Pastikan semua lampu dalam keadaan hidup normal. Periksa sistem audio, AC, wiper dan komponen kelistrikan lainnya.

Tentu saja periksa sistem power steering elektrik (jika sudah memakainya). Pastikan lampu indikator EPS pada Multi Information Display (MID) tidak menyala yang menandakan sistem EPS dalam kondisi bagus. Tetapi jika menyala, perlu Anda pertimbangkan kembali karena bisa jadi mobil ini mobil bekas kebanjiran dan tidak pemilik tidak memperbaiki atau membongkar sistem power steering elektriknya.

Keempat – Korosi

Air apalagi karena genangan banjir, dapat mudah sekali merusak bodi dan frame mobil. Kerusakan tersebut biasanya berupa korosi. Anda dapat melihat pada bagian tepi agak ke bawah bodi mobil tersebut apakah ada korosi atau tidak. Lebih jauh Anda dapat memeriksa pada bagian kolong mobil. Pada bagian kolong jika memang bekas banjir pasti akan Anda temui korosi pada frame atau kerangka mobil.

Jika Anda menemui hal tersebut (bodi dan frame korosi) maka perlu menjadi pertimbangan bagi Anda jika ingin membelinya.

Kelima – Terdapat Bau Tidak Sedap

Tanda berikutnya adalah bau tidak sedap pada mobil. Coba konsentrasikan penciuman Anda pada bagian interior mobil tersebut. Jika ada bau apek itu tandanya mobil kemungkinan bekas terendam banjir. Biasanya mobil hanya dibersihkan saja dan dikeringkan setelah dicuci. Masalahnya ini tidak cukup untuk membuang bau apek saat karpet dan bagian interior lain setelah terendam banjir.

Jika Anda mendapati bau harum parfum yang berlebihan juga perlu Anda curigai. Ini biasanya untuk mengelabui penciuman Anda dari bau apek pada bagian interior mobil. Tetapi jika kedua bau tersebut tidak ada, kemungkinan mobil tersebut bebas dari masalah kebanjiran. Atau setidaknya, pemilik mengganti semua bagian interior dengan yang baru sehingga bau apek bekas banjir tidak ada sama sekali tersisa.

Keenam – Ada Lumpur pada Mobil

Terakhir adalah keberadaan lumpur pada mobil. Membersihkan bekas banjir pada mobil apalagi terendam penuh bukan perkara mudah. Meski sudah pemilik bersihkan biasanya ada saja yang terlewatkan. Oleh karena itu, silahkan perhatikan secara detil dan lebih serius untuk memastikan apakah ada endapan lumpur atau kotoran lain yang itu menandakan adanya bekas sisa rendaman air bajir. Biasanya ada di sudut-sudut interior mobil.

Pada bagian pojok-pojok bawah kursi dan tempat tersembunyi lainnya biasanya akan terlewati. Jika tidak ada maka setidaknya untuk masalah ini Anda aman untuk mempertimbangkan mobil tersebut untuk Anda beli.

Dari semua tanda tersebut, dapat saja tidak ada satupun yang ada tetapi tetap mobil pernah mengalami genangan banjir. Jika demikian, maka setidaknya setelah mengalami banjir mobil tersebut benar-benar mendapatkan penanganan yang ekstra dan layak Anda pertimbangkan untuk Anda miliki.

No Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Translate »