5 Resiko Memakai Penghemat Bahan Bakar

Teknisimobil.com – Pada tips dan trik kali ini, saya akan membagikan informasi penting tentang resiko memakai penghemat bahan bakar. Biasanya yang paling banyak menggunakan penghemat bahan bakar adalah mereka yang menggunakan mobil dengan mesin bensin. Sebenarnya membahas masalah ini cukup riskan, mengingat orang yang menciptakan produk ini juga barangkali tidak hanya ingin mencari untung saja tetapi juga ingin membantu siapa saja yang menginginkan produk tersebut. Tetapi, sekali lagi ini adalah sudut pandang saya terkait dengan resiko memakai penghemat bahan bakar.

Apa itu penghemat bahan bakar?

Penghemat bahan bakar adalah suatu alat atau bahan tertentu yang diciptakan untuk tujuan menghemat bahan bakar ketika berkendara. Terdapat beberapa jenis penghemat bahan bakar yang ada di pasaran. Salah satunya adalah berbentuk magnet. Magnet ini di pasang di saluran bahan bakar atau kadang di pasang di sisi luar saluran bahan bakar. Ada juga yang kemudian memutus pipa aliran bahan bakar yang kemudian menyambungnya dengan melewatkan terlebih dahulu pada alat penghemat bahan bakar. Bahan lainnya berupa cairan yang dalam menggunakannya dicampur dengan bahan bakar ke dalam tangki bahan bakar.

Baik magnet maupun zat cair tambahan tersebut tak lain adalah untuk membuat jumlah bensin (bahan bakar) yang sama jumlahnya dapat menempuh jarak yang lebih jauh dari biasanya. Jika perlu jarak dapat berlipat jauhnya. Misal 1 liter bensin biasanya dapat digunakan untuk perjalanan 6 km, dengan bahan tambahan tadi diharapkan dapat menempuh jarak misalnya 10 km.

Resiko memakai penghemat bahan bakar

Berikut adalah 5 resiko memakai penghemat bahan bakar pada mobil kesayangan Anda.

Pertama – Kemungkinan terjadi kebocoran pada sistem saluran bahan bakar

Ini adalah resiko memakai penghemat bahan bakar yang dalam melakukan pemasangannya adalah dengan memutus pipa saluran bahan bakar yang telah ditetapkan oleh pabrik pembuat mobil sebelumnya. Ketika memasang alat penghemat bahan bakar dengan cara ini dan kemudian memasangnya kembali, dikhawatirkan akan terjadi kebocoran pada penyambungan selang.

Alih-alih ingin menghemat bahan bakar, jika sampai terjadi kebocoran maka bahan bakar akan menguap ke udara dan boros bahan bakar akan dapat dengan mudah terjadi. Jika tidak beruntung, gas atau bensin yang menguap di sekitar mesin yang panas akan mudah sekali tersulut percikan api dan kebakaran yang mungkin akan Anda dapatkan.

Oleh karena itu, jangan sekali-kali Anda mencoba melakukan hal ini. Mengapa? Karena pemasangan selang saluran bahan bakar sudah disesuaikan dengan tekanan yang dibutuhkan pada ruang tangki bahan bakar dan sistem penyaluran bahan bakar.

Kedua – Merusak sistem penyaluran bahan bakar

Resiko memakai penghemat bahan bakar yang kedua adalah kerusakan pada sistem penyaluran bahan bakar ke dalam ruang pembakaran. Ini jika penghemat bahan bakar berupa cairan (zat aditif). Biasanya cara menggunakannya akan dicampur dengan bensin di dalam tangki.

Jika mobil Anda menggunakan karburator ini mungkin akan berdampak dalam waktu yang sangat lama. Cara kerja karburator adalah menggunakan sistem mekanik yang pada umumnya menggunakan logam untuk komponen-komponennya. Zat aditif bisa jadi akan menghambat saluran yang ada di dalam karburator, tetapi dalam rentang waktu yang sangat lama.

Nah, jika mobil Anda menggunakan sistem EFI, ini akan sangat berbahaya. Kerja sistem EFI pada mobil sangat rentan dengan zat aditif. Mengapa? Karena sistem EFI menggunakan banyak sistem kelistrikan ditambah lagi masalah dengan ECU. Pengiriman data ke ECU yang salah dapat menimbulkan masalah pada mesin. Jika dalam waktu yang lama, zat aditif akan bertumpuk pada ruang injektor bahan bakar dan akan membuat saluran tertutup. Ini akan menimbulkan bahaya pada sistem penyaluran bahan bakar pada mobil Anda.

Ketiga – Tangki bensin mudah rusak

Zat aditif yang dipakai pada bahan penghemat bahan bakar bisa jadi tidak sesuai dengan bahan yang dipakai pada tangki bahan bakar. Jika bahan ini dimasukkan di dalam tangki, sudah dapat dipastikan ada sebagian kecil atau bahkan besar yang akan tertinggal di dalam tangki bahan bakar. Endapan ini akan dapat memungkinkan menimbulkan karat atau uap air yang berlebih.

Karat dan uap air yang berlebih dapat menimbulkan kerusakan pada tangki bahan bakar. Jika Anda tidak menyadari masalah ini maka bisa jadi akan terjadi kerusakan pada tangki bahan bakar Anda.

Keempat – Kerusakan pompa bensin

Ingat masalah yang dialami oleh produk Mitsubishi pada tahun 2005 yang lalu? Ya, beberapa mobil bensin keluaran Mitsubishi waktu itu mengalami mogok bahkan pada beberapa bulan mobil baru diambil dari dealer. Setelah melalui proses panjang ternyata ditemukan bahwa terdapat material pada bensin di beberapa wilayah yang tidak cocok dengan pompa bensin yang dikeluarkan oleh pabrik asal Jepang ini.

Terkait dengan zat aditif pada tangki mobil, maka zat tersebut tentu akan melewati pompa bensin mekanik terutama pompa bensin elektrik sebelum masuk ke injektor. Ini adalah masalah yang bisa jadi terulang dengan kasus yang dialami oleh produk-produk Mitsubihi waktu itu.

Oleh karena itu, hindari penggunakan bahan aditif yang dimasukkan ke dalam tangki mobil Anda jika tidak menghendaki kerusakan pada pompa bensin.

Kelima – Kerusakan pada mesin seiring waktu

Resiko memakai penghemat bahan bakar yang terakhir adalah kerusakan mesin secara berkala. Begini analisa saya.

Oke lah, penghemat bahan bakar Anda dapat berkerja dengan baik dalam arti kata misal pemasangan pipa yang telah diputus untuk pemasangan penghemat bahan bakar Anda jamin sebaik mungkin dan terhindar dari kebocoran. Kemudian penambahan zat aditif dan alat penghemat lain selanjutnya akan meningkatkan tenaga pada mesin Anda dan jarak tempuhnya pun menjadi jauh.

Ingat bahwa mesin dibangun berdasarkan spesifikasi tersendiri yang sudah disesuaikan dengan kemampuan material mesin yang ada. Ini berarti takaran kemampuan daya kuda mesin juga sudah diset sedemikian rupa sehingga jangkauan terjauh ketika mesin normal adalah yang sudah tertera pada buku panduan. Jika penambahan penghemat bahan bakar bekerja ini berarti ada sesuatu yang tidak standar terjadi. Dan di sinilah letak masalahnya.

Katakanlah mesin menjadi lebih bertenaga dengan zat aditif tersebut tetapi mesin tentu bekerja di atas spesifikasi yang disyaratkan. Ini mengindikasikan adanya kerja lebih pada mesin. Kerja lebih pada mesin dapat menimbulkan masalah seiring waktu. Misal panas yang terjadi di dalam ruang pembakaran berlebih dapat meningkatkan temperatur ruang dan overheating mesin dapat terjadi. Sehingga akan membuat kemampuan ring piston misalnya menjadi di luar yang seharusnya. Ini dapat terjadi pada seluruh bagian mesin.

So, lamban laun mesin akan mengalami degradasi kemampuan dan mengakibatkan umur mesin yang tidak lagi seperti pada yang ditetapkan oleh pabrik.

Bagaimana cara menghemat bahan bakar?

Ada banyak cara menghemat bahan bakar. Saya memberikan beberapa pandangan terhadap cara menghemat bahan bakar dengan tiga buah artikel berbeda. Silahkan Anda mempelajari lebih jauh pada ketiga artikel tersebut.

Pada ketiga artikel tersebut terdapat beberapa sudut pandang. Silahkan pelajari dan kerjakan sesuai sudut pandang yang cocok dengan Anda. Semoga beruntung.

No Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *