5 Penyebab Harus Bongkar Mesin Mobil

Teknisimobil.com – Salah satu permasalahan yang sering dihadapi oleh pemilik mobil mesin pembakaran internal adalah masalah mesin itu sendiri. Mesin sebagai jantung dari mobil tipe ini memang menjadi momok bagi banyak pemilik mobil. Bongkar mesin atau turun mesin adalah hal yang menyusahkan meskipun ralitanya tidak dilakukan pemilik mobil itu sendiri alias dibawa ke bengkel. Meski dilakukan oleh mekanik pada sebuah bengkel tetap saja pemilik mobil juga akan menderita kerugian. Jelas rugi uang plus waktu karena ini pekerjaan yang tidak mudah. Tetapi, tahu kah Anda penyebab harus bongkar mesin mobil yang menjadi kekhawatiran banyak orang tersebut? Kali ini kita akan membahas penyebab harus bongkar mesin mobil tersebut. Yuks baca sampai habis!!!

Penyebab Harus Bongkar Mesin Mobil

Menurunkan mesin mobil atau membongkar mesin mobil bukan pekerjaan ringan di sebuah bengkel. Bahkan ini bisa jadi paling sulit dibawah troubleshooting kelistrikan yang jelimet, mungkin. Pekerjaan ini hampir tidak mungkin dilakukan dalam satu hari. Mulai dari menurunkan mesin dari badan mobil, estimasi kebutuhan peggantian part, melakukan oversize silinder dll., dan tentu saja hingga mesin hidup kembali. Jika bengkel yang sangat teliti, bahkan beres, biasanya mereka meminta waktu sangat minimal 3 hari kerja.

Masalah yang lain jika mobil Anda harus bongkar mesin adalah masalah biaya. Biaya yang paling diperlukan adalah penggantian sparepart. Yang pasti adalah seal-seal dan pak silinder. Biasanya penggantian tersebut satu set. Kemudian biaya penggantian sparepart dan biaya oversize. Dan tentu saja ditambah dengan biaya service mesin. Jika dihitung-hitung, sekarang paling tidak 5 juta harus Anda siapkan untuk pekerjaan satu ini. Jika mobil Anda mobil langka (bukan mobil umum yang ada di masyarakat), maka biaya lebih besar dapat dipastikan harus Anda keluarkan.

Tetapi apakah setiap mobil harus atau wajib bongkar mesin. Jawabannya tidak. Ada mobil yang sama sekali tidak perlu melakukan pembongkaran mesin. Bahkan puluhan tahun tetapi jelas ini membutuhkan perawatan ekstra. Pembongkaran mesin mobil didahului dengan masalah-masalah yang terkadang di luar perkiraan Anda selama ini yang mengakibatkan kerusakan berat. Kerusakan berat inilah yang seharusnya dihindari. Berikut adalah penyebab harus bongkar mesin mobil yang utama.

Mesin sangat Tua

Ini adalah masalah klasik tentu saja. Beberapa mesin mobil sangat handal bahkan sudah berumur sangat tua. Tetapi mesin tua semacam ini yang dapat bekerja dengan baik sangat jarang sekali. Mesin dengan komponen-komponen di dalamnya, meski perawatan sempurna, tetap akan termakan oleh usia.

Batas umur mesin tidak dapat ditentukan yang ini karena sangat bergantung dengan perawatan. Apabila kondisi mesin sudah sangat tua biasanya akan mengalami penurunan performa yang sangat jauh. Dalam kondisi inilah mesin diperlukan pembongkaran untuk peremajaan atau sebut saja restorasi.

Tujuan restorasi tentu bukan untuk hanya sekedar mengganti part-part mesin yang memang perlu diganti tetapi lebih pada pemulihan performa mesin. Komponen-komponen mesin yang sudah tidak lagi standar akan memengaruhi kemampuan mesin untuk menunjukkan performanya. Oleh karena itu, pembongkaran mesin menjadi wajib untuk mengembalikan performa mesin yang sudah tua.

Piston Macet Akibat Kurang Oli

Komponen utama mesin yang menentukan tegana mesin adalah piston. Gerak naik turun piston pada mesin 4-tak harus dijaga dalam arti kelancaran gerakannya. Kelancaran gerak piston ini hanya akan tercapai jika sistem pelumasan mesin dapat bekerja dengan baik sehingga oli dapat melapisi dinding antara piston dan silinder.

Tetapi bagaimana jika oli mesin bocor sedemikian rupa sehingga jumlahnya kurang atau bahkan kering? Tentu pelumasan yang seharusnya terjadi antara piston dan silinder tidak akan terjadi. Tidak adanya lapisan oli tersebut akan mengakibatkan gesekan yang menimbulkan panas berlebih. Panas akan memuaikan ring piston bahkan piston sehingga piston akan menjadi aus dan bahkan macet.

Kekurangan oli tidak hanya mengakibatkan piston aus dan macet, tetapi juga akan merusak main bearing dan connecting rod bearing. Kerusakan bearing-bearing tersebut juga akan merusak poros engkol yang dapat menimbulkan bunyi saat mesin bekerja.

Semua kerusakan akibat kekurangan atau kehabisan oli tersebut mewajibkan mesin untuk dibongkar.

Overheat Akibat Air Radiator tidak Cukup

Sistem pendinginan juga bekerja untuk melindungi mesin dari kerusakan parah. Sistem pendinginan ini memanfaatkan sistem yang mensirkulasikan air radiator (coolant) ke seluruh bagian mesin dari blok silinder hingga kepala silinder.

Ada banyak penyebab sistem ini tidak bekerja. Air radiator kurang, kebocoran pada selang, keretakan pada water galeri, hingga pompa air yang tidak bekerja adalah beberapa penyababnya. Air radioator kurang dan bahkan kosong akan mengakibatkan mesin dalam kondisi overheat engine.

Apakah itu mengerikan? Ya, itu sangat mengerikan. Apabila dipaksa bergerak dalam kondisi seperti itu, dapat dipastikan mesin akan macet dalam arti tidak dapat bekerja total. Komponen-komponen seperti piston dan komponen mesin lainnya akan mengalami pemuaian. Kerusakan ini sama parahnya dengan kekurangan oli atau bahkan lebih mengerikan. Karena overheat dapat mengakibatkan silinder head bengkok akibat pemuaian yang berlebihan.

Water Hammer

Apa itu water hammer? Water hammer adalah pukulan pada ruang pembakaran akibat air yang masuk ke dalam ruang pembakaran dan terkompresi oleh piston.

Mesin bekerja dan piston bergerak naik turun untuk melakukan langkah hisap kompresi usaha buang. Pada saat langkah hisap, udara dan bahan bakar akan masuk ke dalam ruang pembakaran dan akan dikompresikan pada langkah berikutnya. Pembakaran terjadi pada langkah usaha dan langkah terakhir adalah langkah buang.

Lalu apa jadinya ketika pada langkah kompresi terdapat air yang masuk ke dalam silinder? Ingat sifat air tidak dapat dikompresi seperti halnya udara dan bahan bakar. Jika air ikut terkompresi bersama udara dan bahan bakar maka air akan menahan kompresi tersebut. Akibatnya, kerusakan fatal akan terjadi.

Kerusakan yang diakibatkan oleh water hammer biasanya meliputi conneting rod bengkok. Jika Anda tidak beruntung maka yang akan terjadi blok silinder akan terhantam oleh connecting rod tersebut dan akan pecah.

Jika ini terjadi, bukan hanya bongkar mesin biasa tetapi Anda harus mengganti blok silinder satu set penuh. Biayanya juga 2 atau 3 kali lipat dari biaya membongkar mesin kondisi yang lain. Oleh karena itu, harus sangat hati-hati jangan sampai mesin Anda berputar dan air masuk ke dalam ruang bakar.

Kebocoran kompresi mesin

Hidupnya mesin baik itu bensin terlebih diesel sangat bergantung pada kompresi. Tekanan kompresi yang terjadi pada langkah kompresi sangat menentukan besar kecilnya tenaga yang dihasilkan oleh mesin. Pada saat akhir langkah kompresi busi akan memercikan bunga api yang membakar bahan bakar dan udara. Apabila kompresi yang dialami oleh bahan bakar dan udara besar maka bukan hanya akan terbakar tetapi juga terjadi ledakan. Ledakan inilah yang mementukan besarnya tenaga mesin.

Ledakan ini akan sangat terasa di mobil diesel. Ini karena hanya udara saja yang dikompresi sementara penyalaan atau ledakan terjadi karena semburan bahan bakar solar. Itu sebabnya mesin diesel terdengar lebih kasar dari mesin bensin.

Begitu pentingnya kompresi pada mesin maka sangat perlu menjaga kompresi tersebut tetap tinggi. Jika kompresi lemah maka dapat dipastikan mesin akan benar-benar turun performanya.

Terdapat beberapa hal yang menyebabkan tekanan kompresi pada sebuah mesin lemah. Yakni ring piston aus, silinder blok aus, packing kepala silinder bocor. Apabila satu atau semua penyebab ini terjadi maka dapat dipastikan mesin Anda perlu dibongkar. Pembongkaran akan mengembalikan kompresi mesin menjadi normal kembali. Dan ini berarti mesin akan kembali pada performa sebelumnya.

No Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *