4 Langkah Mengatasi Baut Oli Mesin Rusak

Teknisimobil.com – Mengganti oli mesin mobil sendiri adalah cara terbaik untuk memastikan bahwa kapasitas oli mesin cukup dan baut oli kencang. Terutama pada saat kondisi penyebaran Covid-19 masih berlangsung. Selain itu, memiliki teknisi mobil yang baik juga tidaklah mudah. Mereka sering kali melakukan hal-hal yang salah dan mengakibatkan kerusakan pada mobil kita. Sebagai contoh kerusakan pada baut oli mesin. Ini sering kali terjadi dan mekanik mengatasinya dengan cara yang hanya menambah masalah pada baut tersebut. Syukur tidak bocor dan oli akan habis. Jika ini terjadi apa yang harus dilakukan? Kali ini saya akan membahas langkah mengatasi baut oli mesin rusak pada mobil Anda dengan tepat.

Langkah Mengatasi Baut Oli Mesin Rusak

Baut oli mesin berada pada carter atau bak oli mesin. Letaknya paling bawah dari carter. Kerusakan bisa dari berbagai sumber. Kerusakan karena kesalahan teknisi mobil atau kita saat mengencangkan atau melepaskan baut tersebut atau juga dapat rusak karena benturan akibat mobil dibawa ke medan yang berat sehingga bersentuhan dengan benda keras di bawah mesin.

Baut oli mesin bermasalah ditandai dengan adanya rembesan oli di sekitar baut atau bahkan di sekitar carter. Apabila ini terjadi, berikut adalah langkah mengatasi baut oli mesin rusak.

Gambar di atas menunjukkan baut oli mesin pada sebuah mobil. Credit: the-diy-life

Pasang Ring Baru

Langkah pertama adalah dengan memasang ring baut oli mesin yang baru. Biasanya ada ring pada baut ini dan rembesan oli di sekitar baut diakibatkan karena baut tidak lagi rapat sebab ring yang sudah aus. Oleh karena itu, silahkan beli ring yang baru dan pasang. Perhatikan kekuatan pengencangan baut oli – bila perlu pakai kunci momen. Bersihkan sisa oli yang merembes dan biarkan untuk beberapa waktu. Perhatikan perubahannya. Jika tidak ada lagi rembesan oli maka masalah selesai tapi jika tidak silahkan ke langkah berikutnya.

Ganti Baut Baru

Jika langkah pertama oli masih merembes, lakukan ke langkah berikutnya yakni ganti baut oli yang baru. Perhatikan kembali baut oli yang dipakai. Apakah ulirnya rusak atau tidak. Jika ulirnya rusak ini dapat dipastikan bahwa baut perlu diganti.

Beli dan pasang baut oli baru tentu sesuai ukuran. Bersihkan bekas rembesan oli dan biarkan beberapa waktu. Perhatikan apakah rembesan oli masih atau tidak. Jika tidak, pekerjaan Anda selesai sampai di sini tetapi jika tidak maka Anda ke langkah berikutnya.

Beri Soletip

Jika penggantian ring dan baut oli sudah dilakukan tetapi oli masih merembes di sekitar baut maka langkah ketiga perlu Anda lakukan. Buka kembali baut oli dan siapkan soletip. Soletip ini sama seperti yang dipakai saat kita memasang pipa air. Gunakan soletip pada bagian pangkal baut oli. Ingat: jangan ke seluruh ulir baut karena malah akan merusak ulir. Mengapa butuh soletip?

Sederhana. Biasanya kerusakan bukan pada ring atau baut tetapi pada drat carter tetapi tidak parah. Untuk mengatasi itu, perlu perekat lebih pada pangkal baut sehingga oli tidak lagi rembes.

Lakukan Drat Ulang pada Carter

Langkah berikutnya adalah melakukan drat ulang ulir carter. Langkah ini diambil jika baut sudah dol. Cirinya? Baut oli tidak lagi dapat dikencangkan meskipun berulang kali kita memutar kunci untuk mengencangkan baut tersebut. Jika demikian apa yang harus dilakukan?

Buka carter oli dan silahkan bawa ke bengkel bubut. Mintalah mereka untuk men-drat ulang carter dengan baut standar. Artinya ukuran drat sesuai dengan ukuran baut baru yang standar.

Langkah 1 hingga 4 seharusnya tidak dilakukan secara bertahap jika Anda memeriksa baut oli dengan benar. Anda secara visual akan dapat melihat kerusakan yang terjadi pada baut tersebut. Maka pertanyaan apakah hanya perlu ring? Apakah hanya perlu ganti baut? Apakah hanya perlu diberi solatif? atau Apakah harus langsung di-drat ulang? Pertanyaan tersebut akan membantu Anda segera meneyelesaikan masalah ini.

No Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *