4 Jenis Katup ISC Berdasarkan Penggerakknya

Teknisimobil.com – Kemajuan teknologi terus berkembang. Teknologi bidang otomotif juga tidak luput dari perkembangan teknologi akhir-akhir ini. Meski pun tidak hanya dipengaruhi oleh tuntutan zaman, bidang otomotif roda empat juga wajib memenuhi tuntutan krisis energi dan penghematan bahan bakar serta kontribusi mereka terhadap pemanasan global yang menjadi momok setiap umat manusia. Inilah yang kemudian menjadikan mobil-mobil saat ini beralih dari menggunakan sistem karburator menjadi sistem EFI. Perubahan ini tidak begitu saja dapat dilakukan melainkan harus ditopang dengan berbagai teknologi lainnya. Sebagai contoh adalah penggunaan katup ISC. Katup ISC dipakai hampir pada setiap mobil dengan sistem EFI. Untuk itu, rasanya perlu untuk mengetahui jenis katup ISC tersebut. Berikut adalah uraiannya!

Salah satu jenis katup ISC yang dijual di pasaran.

4 Jenis Katup ISC

VSV Control – Jenis katup ISC yang pertama adalah VSV Control. Perhatikan gambar berikut ini.

Katup ISC jenis pertama.

Katup ISC tipe vacum switching valve (VSV) dengan pengontrolan saluran by-pass memiliki sinyal tegangan input dari ECU yang digunakan untuk mendeteksi pembukaan katup ISC. Sinyal tegangan ECU tersebut digunakan untuk mengatur pembukaan katup ISC. Sinyal tegangan ini tak lain berasal dari nilai kevakuman di intake manifold. Penting utnuk diketahui bahwa katup ISC tipe vacum switching valve (VSV) control ini juga tidak dapat difungsikan sebagai chooke elektrik.

Duty Control – Jenis katup ISC kedua adalah katup ISC tipe Duty Control. Konstruksi tipe ini dapat Anda lihat seperti pada gambar berikut.

Katup ISC jenis kedua.

Katup ISC tipe duty control menggunakan selenoid untuk pembangkit kemagnetan, menggunakan katup pada saluran by-pass dan menggunakan pegas pengembali.

Karakter katup ISC tipe duty control adalah saat keadaan normal menutup (normaly closed) dan ISC valve akan bekerja ketika mendapatkan sinyal dari ECU. Tipe atau jenis kedua ini tidak dapat difungsikan sebagai chooke elektrik dan hanya bekerja ketika mesin mendapat beban seperti beban saat AC pertama kali dihidupkan atau beban kelistrikan lainnya.

Pada saat mesin mendapat beban, ECU akan mengirim sinyal tegangan ke selenoid. Sinyal tegangan pada selenoid selanjutnya akan membentuk kemagnetan pada selenoid. Hasilnya adalah selenoid dapat menarik katup penutup pada saluran by-pass. Pada saat beban mesin hilang maka ECU akan mengurangi sinyal tegangan yang dikirimkan ke selenoid. Berkurangnya sinyal ini mengakibatkan kemagnetan pada selenoid semakin berkurang dan hilang seiring hilangnya sinyal tegangan dari ECU. Pada saat selenoid sudah tidak mendapatkan sinyal tegangan dari ECU maka katup akan kembali menutup saluran by-pass yang dibantu oleh pegas pengembali.

Stepper motor – Katup ISC jenis ketika adalah katup ISC stepper motor. Gambar berikut menunjukkan komponen-komponen katup ISC jenis ketiga ini.

Katup ISC jenis ketiga.

Katup ISC tipe stepper motor memanfaatkan motor stepper yang dikontrol oleh ECU untuk mengatur banyaknya volume udara yang dapat masuk ke dalam intake manifold melalui saluran by-pass. Pada saat putaran mesin idle (stasioner) dan mesin mendapatkan beban, maka ECU akan mengirim sinyal ke stepper motor untuk membuka saluran katup by-pass. Terbukanya katup by-pass ini dilakukan dengan cara sinyal dari ECU akan bekerja dengan memutarkan rotor pada motor stepper. Berputarnya rotor mengakibatkan batang katup akan tertarik dan saluran by-pass akan terbuka.

Semakin banyak jumlah udara yang masuk ke dalam intake manifold, maka ECU juga akan memerintahkan injektor EFI untuk menambah durasi penginjeksiannya. Dengan demikian, jumlah bahan bakar dan udara yang masuk ke dalam ruang bakar juga bertambah. Dengan bertambahnya campuran bahan bakar dan udara yang masuk ke dalam ruang bakar maka putaran mesin juga akan meningkat.

Pada saat kinerja dari mesin mampu mengimbangi beban, maka katup ISC akan memperkecil bukaan saluran by-pass. Ini menyebabkan jumlah udara yang masuk ke dalam intake manifold akan berkurang dan ECU akan memerintahkan injektor untuk mempercepat durasi penginjeksiannya. Dengan demikian, jumlah bahan bakar yang masuk kedalam ruang bakar berkurang. Ketika campuran udara dan bahan bakar yang masuk ke dalam ruang bakar berkurang maka putaran mesin juga akan menurun.

Pola semacam ini akan terus berulang setiap kali mesin mengalami pembebanan dan pada saat mesin kehilangan pembenanan.

Rotary Selenoid control – Jenis katup ISC yang terakhir adalah rotary solenoid control. Tipe keempat ini cukup sederhana seperti yang diperlihatkan pada gambar konstruksi berikut ini.

Katup ISC jenis keempat.

Katup ISC tipe rotary selenoid control memiliki prinsip kerjanya hampir sama dengan ISC valve tipe stepper motor. Perbedaannya hanya pada komponen yang digunakan untuk mengatur besar kecilnya saluran by-pass saja. Pada ISC valve tipe rotary selenoid control komponen penggeraknya menggunakan rotary dan selenoid. Selenoid berfungsi untuk membangkitkan kemagnetan sehingga rotary dapat bergerak atau berputar. Pada saat rotary bergerak akan terjadi fungsi kerja untuk mengatur pembukaan saluran by-pass. Dalam prosesnya, pembukaan saluran ini dibantu oleh plat bimetal yang difungsikan untuk penyeimbang dan sebagai pegas pengembali.

ISC tipe rotary selenoid control bentuknya lebih sederhana. Namun demikian, kinerjanya lebih baik dalam pengontrolan udara yang masuk melewati saluran by-pass ketika throttle body dalam keadaan tertutup.

1

No Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *