4 Dampak Dudukan Mesin Mobil Rusak, Pada Saja?

Teknisimobil.com – Engine mounting atau dudukan mesin adalah sebuah komponen yang melekat pada mesin mobil. Dudukan mesin memiliki tujuan untuk menahan mesin agar dapat duduk pada frame atau bodi mobil. Selain itu, fungsi dudukan mesin adalah untuk meredam getaran yang dihasilkan dari mesin. Kedua fungsi ini sangat penting, sehingga dampak dudukan mesin mobil rusak juga akan sangat berbahaya bagi banyak fungsi lainnya.

Sebagai fungsi menahan beban mesin dudukan mesin berkerja sangat berat. Terutama pada saat mobil berjalan pada jalan yang tidak rata. Momentum yang terjadi pada kondisi tersebut, harus ditanggung oleh karet dudukan mesin. Meski pada dasarnya dudukan mesin+karet didesain untuk mampu menahan beban mesin, tetapi frekuensi momentum yang terus menerus akan memungkinkan dudukan mesin rusak.

Jika dudukan mesin ini rusak, ada beberapa hal utama yang terkena dampak langsung dan sangat mungkin dapat mengganggu kinerja bahkan kerusakan fatal bagi mesin itu sendiri. Berikut adalah beberapa dampak dudukan mesin mobil rusak.

Credit: Toyota 4Runner Forum

Dampak Dudukan Mesin Mobil Rusak

Beberapa dampak tersebut sangat mungkin akan bertambah seiring dengan jenis mesin dan merek mobil yang berbeda. Ada juga dipengaruhi tingkat kerusakan dudukan mesing yang bisa jadi sangat fatal. Oleh karena itu, dampak yang terjadi akan sangat bervariatif dan kompleks. Jika Anda memiliki tambahan dampak yang terjadi, silahkan tulis dalam kolom komentar untuk tambahan referensi.

Pertama – Getaran Mesin Terasa Lebih Kencang

Seperti yang dikatakan di atas bahwa salah satu fungsi dudukan mesin atau engine mounting adalah meredam getaran mesin. Dengan fungsi ini getaran mesin tidak hanya menjadi lebih lunak bagi bodi mesin tetapi lebih dari itu yakni membuat pengendara merasa nyaman di dalam kendaraan.

Apa yang akan terjadi jika dudukan mesin ini rusak? Yang akan terjadi adalah seluruh getaran mesin akan sepenuhnya tertransfer ke bodi mobil dan sampai pada pengendara yang ada di dalamnya. Ini tentu saja tidak nyaman. Getaran mesin pembakaran internal sangat besar. Terlebih lagi jika mesin tidak dalam kondisi kerja yang normal. Selain itu, untuk mesin dengan sistem penggerak depan, maka tambahan getaran berasal juga dari transmisi dan sistem diferensial mobil.

Kedua – Sistem Pendinginan Terganggu

Sistem pendingin mobil semua komonennya berada di ruang mesin, mulai dari radiator, kipas radiator, dan juga selang-selang sistem pendingin. Dudukan mesin yang susak berarti posisi mesin tidak tepat presisi pada posisi yang seharusnya. Bisa jadi mesin bergeser miring ke kiri atau ke kanan bodi tetapi juga mesin dapat condong ke arah depan.

Kondisi mesin yang tidak sesuai dengan posisinya ini akan sangat memungkinkan mengganggu sistem penginginan. Yang paling mungkin terjadi adalah kerusakan pada kipas dan radiator. Tetapi, selang-selang air yang dilalui oleh coolant radiator juga akan memungkinkan untuk terlipat. Oleh karena itu, ini akan sangat berbahaya bagi mesin karena gangguan sistem pendingin akan dapat mengakibatkan mesin mengalami overheat engine.

Ketiga – Sistem Saluran Bahan Bakar Terganggu

Selanjutnya, sistem yang akan terganggu saat engine mounting rusak adalah saluran bahan bakar. Terutama selang atau pipa bahan bakar dari tangki menuju ke pembagi bahan bakar di ruang mesin.

Kerusakan mungkin terjadi pada selang atau pipa tersebut sehingga mengganggu penyaluran bahan bakar ke dalam ruang bakar. Gangguan ini akan menjadikan mesin tidak dapat bekerja dengan normal. Tetapi, perlu diingat bahwa ketika gangguan mesin akibat ini terjadi dapat juga dari masalah lain, misalnya akibat sensor pengatur jumlah semprotan bahan bakar.

Keempat – Terkait Bodi Mobil di Ruang Mesin

Jika Anda melihat ruang mesin maka Anda akan temui berbagai komponen yang menempel pada mesin dan juga komponen-komponen lain yang sangat dekat dengan mesin dan bodi mobil. Nah, apa yang akan terjadi apabila dudukan mesin rusak. Komponen-komponen tersebut akan mengenai bodi mobil. Ada dua kemungkinan berarti jika ini terjadi. Pertama, bodi mobil kalah dan akibatnya setidaknya penyok dan kedua, komponen-komponen yang berbenturan dengan bodi akan rusak dan malfungsi.

No Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *